Rincian Harga Emas Perhiasan 2 Oktober 2026 dan Tips Mudah Cek Keasliannya

Simak daftar harga emas perhiasan terbaru di Raja Emas Indonesia dan Lakuemas per 2 Oktober 2026, lengkap dengan panduan praktis membedakan emas asli dan palsu.

Diterbitkan 02 Oktober 2026, 12:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas perhiasan pada hari Jumat, 2 Oktober 2026, menunjukkan variasi signifikan berdasarkan kadar karat dan penyedia. Informasi terkini ini menjadi penting bagi investor maupun konsumen yang ingin bertransaksi, mengingat nilai ekonomis emas yang tinggi.

Dua platform utama yang menyediakan data harga meliputi Raja Emas Indonesia, yang dikenal sebagai toko terpercaya untuk jual beli perhiasan dan logam mulia, serta Lakuemas, sebuah platform teknologi finansial di Indonesia. Lakuemas memfasilitasi layanan jual, beli, transfer, penyimpanan, dan penarikan emas secara digital maupun fisik melalui konsep online to offline (O2O).

Selain fluktuasi harga, kemampuan untuk membedakan emas asli dari yang palsu juga krusial. Pengetahuan ini dapat menghindarkan pembeli dari kerugian finansial akibat penipuan, terutama saat berinvestasi pada komoditas berharga ini.

Fluktuasi Harga Emas Perhiasan per Karat

Pada tanggal 2 Oktober 2026, Raja Emas Indonesia menawarkan harga beli emas per gram dengan beragam kadar. Emas dengan kadar K24* dihargai Rp 2.180.000 per gram, sementara K24 (99.5%) berada di angka Rp 2.070.000. Untuk kadar yang lebih rendah, seperti K23, harga beli mencapai Rp 1.985.000, dan K5 dibanderol Rp 432.000 per gram.

Di sisi lain, Lakuemas mencatat harga jual emas fisik per gram untuk tanggal yang sama. Emas 24K (99%) dijual seharga Rp 2.161.000 per gram. Kadar 23K memiliki harga jual Rp 1.966.000, dan untuk kadar terendah yang tercatat, 9K, harga jualnya adalah Rp 760.000 per gram.

Perbedaan harga antara kedua platform ini mencerminkan dinamika pasar serta model bisnis masing-masing, di mana Raja Emas Indonesia beroperasi sebagai toko fisik terpercaya, sedangkan Lakuemas memanfaatkan teknologi untuk transaksi emas digital dan fisik.

Panduan Membedakan Emas Asli dan Palsu

Untuk menghindari penipuan dan kerugian finansial, beberapa metode sederhana dapat digunakan untuk menguji keaslian emas secara mandiri. Meskipun demikian, pemeriksaan paling akurat tetap disarankan untuk dilakukan di toko emas atau laboratorium uji.

Emas asli tidak bersifat magnetis, sehingga tidak akan menempel saat didekatkan dengan magnet kuat. Selain itu, emas asli akan menghasilkan suara "berdenting" yang halus dan panjang ketika dijatuhkan atau diketukkan perlahan. Setelah terkena air, emas asli juga tidak akan mengeluarkan aroma apa pun; jika muncul bau amis, hal itu mengindikasikan adanya campuran logam lain seperti tembaga atau kuningan.

Secara fisik, emas asli umumnya memiliki cap kadar yang jelas (misalnya 999,9 untuk 24 karat) dan tanda dari produsen. Semakin tinggi angkanya, semakin murni kadar emas tersebut. Emas asli juga akan meninggalkan garis berwarna emas saat digosokkan pada permukaan keramik yang tidak dilapisi, berbeda dengan emas palsu atau campuran yang meninggalkan garis hitam. Emas asli juga memiliki sifat padat dan akan tenggelam jika diletakkan di air, karena lebih berat dibandingkan logam lain yang sering digunakan untuk perhiasan palsu.

Metode lain yang lebih spesifik meliputi uji asam nitrat, di mana emas asli tidak akan berubah warna saat terkena cairan ini. Namun, uji ini berbahaya dan memerlukan perlengkapan keamanan. Ada pula tes gigit, yang akan meninggalkan bekas pada emas asli karena sifatnya yang lunak. Metode ini lebih cocok untuk emas batangan atau koin, dan tidak dianjurkan untuk perhiasan karena berisiko merusak.

Penting untuk diingat bahwa penggunaan kombinasi beberapa metode pengujian akan memberikan hasil yang lebih akurat. Membeli emas dari penjual terpercaya, seperti toko emas resmi atau lembaga yang menyediakan sertifikat keaslian, juga merupakan langkah penting untuk memastikan investasi Anda aman.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6