Trump Buka Peluang Serangan Baru ke Iran, AS Tambah Kapal Induk di Timur Tengah

Kapal induk USS Theodore Roosevelt saat ini sedang menuju Timur Tengah. Kapal ini bertolak dari pangkalan San Diego pada (27/9/2026).

Diterbitkan 02 Oktober 2026, 08:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Militer Amerika Serikat (AS) mengerahkan sekitar 9.000 personel dengan sejumlah kapal ke Timur Tengah. Demikian diungkapkan seorang pejabat AS pada Kamis (1/10).

Langkah itu dilakukan ketika Presiden Donald Trump kembali membuka kemungkinan serangan baru terhadap Iran, menjelang pemilu paruh waktu AS dan di tengah tanda-tanda konflik yang semakin kompleks.

Trump mengatakan eskalasi setelah pemilu tetap menjadi salah satu opsi, meski sebelumnya menjanjikan operasi militer hanya akan berlangsung beberapa pekan.

Ketegangan bertambah setelah Trump mengatakan indikasi awal menunjukkan Iran terkait dengan kopilot FlyDubai yang menikam kapten pesawat dan berusaha menjatuhkan penerbangan tujuan Israel pada Rabu.

Saat ditanya wartawan di Gedung Putih apakah pelaku memiliki hubungan dengan Teheran, Trump menjawab, "Saya akan mengatakan jawabannya, berdasarkan apa yang saya dengar, adalah 'ya', tetapi kami masih menyelidikinya sekarang."

Trump mengatakan AS akan membalas jika keterlibatan Iran terbukti.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada Fox News bahwa penyelidik meyakini tersangka FlyDubai telah mengalami "indoktrinasi Islamis radikal". Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

"Oh, mereka akan dihantam sangat keras, jangan khawatir," kata Trump seperti dilaporkan Associated Press. "Tanyakan saja kepada mereka. Mereka tahu apa yang terjadi. Mereka akan dihantam sangat keras."

Ribuan Pelaut dan Marinir AS Menuju Timur Tengah

Kelompok kapal yang kini menuju Timur Tengah membawa lebih dari 7.000 pelaut dan 2.000 Marinir AS.

Armada itu mencakup gugus tempur kapal induk USS Theodore Roosevelt bersama kapal penjelajah USS Chosin, serta kelompok kesiapan amfibi USS Makin Island yang meliputi USS John P. Murtha dan USS Anchorage.

Menurut pejabat AS, pengerahan tersebut dapat membuat tiga kapal induk berada di kawasan paling cepat pada akhir Oktober.

Dengan tambahan itu, kekuatan angkatan laut AS di Timur Tengah akan mencapai lebih dari 20.000 pelaut dan Marinir, serta ratusan pesawat.

Angkatan Laut AS sebelumnya menempatkan tiga gugus tempur kapal induk di kawasan pada April, untuk pertama kalinya sejak 2003.

USS George H.W. Bush dan USS George Washington saat ini sudah berada di kawasan bersama kelompok kesiapan amfibi USS Boxer.

USS George Washington yang biasanya ditempatkan di Pasifik dipindahkan ke Timur Tengah untuk menggantikan USS Abraham Lincoln, setelah awak kapal itu menjalani penugasan lebih dari 260 hari berturut-turut di laut.

 

Trump Tolak Proposal Gencatan Senjata Iran

Dalam wawancara dengan majalah Time yang diterbitkan Kamis, Trump mengatakan "mungkin saja" akan meningkatkan pengeboman di Iran setelah pemilu pada 3 November.

Ketika diminta menjelaskan strateginya, Trump mengatakan, "Saya tidak bisa memberi tahu Anda karena, lihat, Anda bertanya, di mana Anda akan mengebom?"

Trump mengatakan menolak proposal gencatan senjata terbaru Iran karena "hal-hal yang tidak akan saya setujui setahun lalu juga tidak akan saya setujui sekarang."

Ia menyebut tawaran Iran untuk "membuka" Selat Hormuz sebagai salah satu bagian proposal. Namun, menurut Trump, keseluruhan tawaran itu tetap "tidak cukup baik".

Konflik Semakin Kompleks

Perang menjadi isu politik menjelang pemilu di AS.

Ketika ditanya apakah konflik yang semakin tidak populer itu dapat mengancam peluang Partai Republik pada November, Trump menjawab, "Mungkin saja."

Namun, ia kemudian mengatakan perang "seharusnya membantu" karena Iran tidak akan memiliki senjata nuklir.

Trump mengatakan "100 persen masyarakat" menolak Iran memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan nuklir.

"Jadi, jika Anda menyampaikannya seperti itu, itu akan membantu," kata Trump. "Jika tidak, itu bisa merugikan."

Â