5 Tips Merawat Jagung dalam Pot agar Tanaman Berbuah dengan Baik

Ikuti tips merawat jagung dalam pot agar tanaman berbuah, lengkap dengan cara menanam, memilih pot, menyiram, memupuk, dan membantu penyerbukan.

Diterbitkan 02 Oktober 2026, 12:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jagung identik dengan lahan luas, tetapi tanaman ini juga bisa tumbuh di teras dan halaman sempit. Pot berukuran memadai dan perawatan rutin sudah cukup untuk menghasilkan tongkol yang bisa dipanen sendiri. Kunci keberhasilannya ada pada tips merawat jagung dalam pot yang dijalankan sejak biji mulai ditanam sampai masa panen tiba.

Batang terus bertambah panjang dan daun bertambah banyak, tetapi tongkol tidak kunjung muncul. Situasi ini bisa terjadi pada jagung yang ditanam di pot, terutama bagi penanam pemula. Akar hanya mendapat air, makanan, dan cahaya dari apa yang disediakan pemilik pot, sehingga satu langkah yang terlewat dapat menggagalkan seluruh hasil panen.

Apabila Anda ingin menanam jagung di dalam pot, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa membantu Anda berikut cara menanamnya dari benih yang dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (2/10/2026). Ikuti tips-tips ini supaya hasil panennya tetap maksimal.

1. Letakkan Pot di Tempat yang Terkena Sinar Matahari Langsung

Jagung membutuhkan sinar matahari langsung selama enam sampai delapan jam setiap hari. Tanaman ini termasuk tanaman musim hangat, sehingga cahaya menentukan pertumbuhan batang, daun, dan tongkol. Pilih teras, halaman, atau atap rumah yang tidak terhalang bangunan dan pohon dari pagi sampai sore hari. Pantau posisi bayangan pada pagi dan siang hari.

Keunggulan menanam di pot adalah posisinya bisa diubah kapan saja. Jika bayangan atap atau dinding menutupi tanaman pada jam tertentu, geser pot ke sisi yang menerima cahaya lebih lama. Catat dahulu bagian teras atau halaman yang terkena matahari sepanjang hari sebelum menentukan tempat tetap untuk pot. Pindahkan pot kembali jika posisi matahari bergeser.

Batang jagung tumbuh cepat dan menjulang meski berada di pot. Tempatkan pot pada sisi yang tidak menutupi tanaman lain, karena bayangan batang jagung dapat menghalangi cahaya yang dibutuhkan tanaman di dekatnya. Susunan ini juga menjaga jalan masuk dan jendela rumah tetap terbuka tanpa terhalang daun. Letakkan tanaman yang lebih pendek di sisi yang terang.

2. Siram Tanah Setiap Hari agar Tetap Lembap

Tanah di dalam pot cepat kering, terutama saat cuaca panas. Periksa kondisi tanah setiap hari dengan menekan jari ke permukaan. Jika bagian atas tanah terasa kering, siram secara perlahan sampai air keluar dari lubang di dasar pot. Setelah itu, biarkan air mengalir tuntas sebelum pot kembali ditempatkan. Lakukan pemeriksaan ini pada pagi hari.

Kebutuhan air jagung bertambah seiring tinggi batang dan suhu udara. Setelah tanaman menjulang, pot bisa kehabisan air lebih cepat daripada saat bibit masih kecil. Karena itu, jadwal siram perlu disesuaikan dan tidak cukup mengikuti kebiasaan pada minggu pertama setelah biji ditanam di dalam pot. Tanah pada pot besar bertahan lembap lebih lama daripada pot kecil.

Tanah tidak boleh tergenang karena akar dapat membusuk. Pastikan lubang di dasar pot tidak tertutup alas atau tanah. Letakkan pot di atas penyangga supaya air mengalir keluar dan tidak menumpuk di bawah pot, lalu bersihkan lubang tersebut secara berkala agar aliran air tetap lancar sepanjang musim tanam. Lubang yang tersumbat sering tidak terlihat dari atas.

3. Beri Pupuk Secara Berkala

Jagung termasuk tanaman dengan kebutuhan hara yang tinggi. Di dalam pot, tanaman hanya mengambil nutrisi dari media tanam yang tersedia. Karena itu, campurkan kompos atau pupuk kandang yang sudah matang ke dalam tanah sebelum menanam, lalu lanjutkan pemberian pupuk setelah tanaman tumbuh dan daun pertama terbuka. Pemberian pupuk awal ini menjadi dasar pertumbuhan.

Pada masa pertumbuhan daun, jagung memerlukan pupuk yang mengandung nitrogen. Saat tongkol mulai terbentuk, ganti dengan pupuk yang mengandung kalium. Baca label kemasan untuk mengetahui kandungan unsur dan takaran yang dianjurkan, lalu ikuti aturan pakai yang tertera agar tanaman tidak kelebihan pupuk. Simpan sisa pupuk di tempat kering dan jauhkan dari jangkauan anak.

Pemupukan jagung manis di pot dapat dilakukan dua minggu sekali, sedangkan penyiraman dilakukan setiap hari. Pola ini bisa menjadi patokan awal bagi penanam rumahan. Amati pertumbuhan tanaman dari minggu ke minggu, lalu sesuaikan jumlah pupuk dengan kebutuhan tanaman di pot sendiri. Catat tanggal pemupukan di kalender rumah agar jadwal berikutnya tidak terlewat.

4. Bantu Penyerbukan agar Tongkol Terbentuk

Jagung diserbuki oleh angin, bukan serangga. Di lahan luas, tanaman ditanam berbaris dalam petak sehingga serbuk sari mudah berpindah dari satu batang ke batang lain. Di pot, jumlah tanaman sedikit, sehingga penyerbukan menjadi tahap yang paling sulit dan sering memerlukan bantuan dari pemilik tanaman. Tahap ini menentukan apakah biji terbentuk di tongkol.

Letakkan beberapa pot berdekatan, atau tanam beberapa tanaman dalam satu pot. Jarak yang rapat membantu serbuk sari jatuh ke rambut tongkol tanaman lain. Jagung manis mulai berbunga pada umur sekitar 42 hari, jadi perhatikan tanaman dengan saksama mulai minggu keenam setelah tanam. Catat tanggal tanam agar waktu berbunga dapat diperkirakan.

Saat bunga jantan di ujung batang mengeluarkan serbuk sari, goyangkan pot secara perlahan agar serbuk jatuh ke rambut tongkol. Penanam rumahan juga bisa menyerbuki secara manual dengan memindahkan serbuk sari dari bunga jantan ke rambut tongkol menggunakan tangan atau kuas kecil. Ulangi cara ini setiap hari selama bunga jantan masih mengeluarkan serbuk.

5. Pantau Hama dan Penyakit Setiap Minggu

Jagung dapat diserang ulat tongkol, penggerek batang, dan ulat grayak. Hama ini merusak daun, batang, atau tongkol. Periksa tanaman sekali setiap minggu dengan melihat bagian atas dan bawah daun, pangkal batang, serta ujung tongkol yang mulai terbentuk. Catat perubahan yang terlihat pada setiap pemeriksaan. Tindakan cepat mencegah kerusakan meluas ke tanaman lain.

Penyakit seperti gosong bengkak dan antraknosa juga dapat menyerang jagung. Di Indonesia, penyakit bulai kerap menyerang jagung manis. Buang daun atau bagian tanaman yang terserang, lalu jauhkan dari pot agar tidak menular ke tanaman lain yang berada di dekatnya. Cuci tangan dan alat setelah menyentuh tanaman yang sakit agar penyakit tidak berpindah.

Bulai dapat dikendalikan dengan perlakuan benih sebelum tanam. Pembersihan gulma juga perlu dilakukan secara berkala pada jagung manis yang ditanam di pot. Cabut gulma di pot karena tanaman liar itu ikut mengambil air dan hara dari tanah yang sama dengan jagung. Lakukan pencabutan saat tanah lembap agar akar gulma ikut terangkat.

Cara Menanam Jagung dalam Pot

Perawatan dimulai dari penanaman yang benar. Bibit jagung kurang cocok dipindahkan setelah tumbuh, sehingga biji sebaiknya langsung ditanam di pot yang akan dipakai sampai panen. Siapkan benih, pot, tanah, dan kompos terlebih dahulu sebelum mulai bekerja, lalu ikuti tahapan berikut secara berurutan dari awal sampai akhir. Pekerjaan ini selesai dalam satu hari.

Pilih Benih Jagung Manis untuk Wadah

Pilih benih jagung manis dari varietas pendek atau kompak yang dikembangkan untuk wadah. Contohnya varietas On Deck yang mencapai tinggi sekitar empat sampai lima kaki, atau 1,2 sampai 1,5 meter. Tanyakan ketersediaan varietas serupa di toko pertanian terdekat sebelum membeli, lalu baca keterangan pada kemasan. Periksa tanggal kedaluwarsa pada kemasan benih.

Siapkan Pot dengan Lubang Drainase

Gunakan pot berdiameter 40 sampai 50 sentimeter dengan kedalaman minimal 35 sentimeter. Ukuran ini setara pot 16 sampai 20 inci. Pastikan dasar pot berlubang. Pot plastik atau tanah liat bisa dipakai, selama diameter dan kedalamannya memenuhi ukuran tersebut. Pot yang terlalu kecil membuat tanah cepat kering dan akar kekurangan ruang.

Isi Pot dengan Media Tanam

Campurkan tanah dengan kompos, lalu masukkan ke pot sampai sekitar 10 sentimeter di bawah bibir pot. Tekan permukaan media tanam secara ringan. Sisakan ruang di bagian atas agar air siraman tidak meluap dan media tanam tidak ikut terbawa keluar dari pot saat disiram. Pastikan tidak ada gumpalan tanah yang menghalangi pertumbuhan akar kelak.

Tanam Biji Jagung

Benamkan empat sampai enam biji jagung dalam satu pot dan tutup dengan lapisan tanah tipis. Biji umumnya mulai berkecambah pada hari kelima sampai ketujuh. Jika semua biji tumbuh, cabut bibit yang berlebih dan sisakan sekitar empat tanaman karena ruang dan makanan di pot terbatas. Beri jarak antarbiji agar kecambah tidak saling berhimpitan.

Siram dan Pindahkan ke Tempat Cerah

Siram media tanam secara perlahan agar posisi biji tidak bergeser. Hentikan penyiraman setelah air keluar dari lubang di dasar pot. Letakkan pot di tempat yang terkena sinar matahari langsung minimal enam jam setiap hari, lalu lanjutkan perawatan harian sesuai tips yang sudah dijelaskan di atas. Cek tanah keesokan harinya untuk memastikan kelembapannya terjaga.

Tanya Jawab Seputar Tips Merawat Jagung dalam Pot

Apakah jagung bisa ditanam di dalam pot?

Bisa. Jagung manis dapat tumbuh di pot berukuran besar dengan sinar matahari cukup. Namun, penyerbukan menjadi bagian yang paling sulit pada jagung di wadah. Karena itu, penanam perlu memberi perhatian lebih pada penyerbukan, penyiraman, dan pemupukan.

Berapa ukuran pot yang cocok untuk jagung?

Pot berdiameter 40 sampai 50 sentimeter dengan kedalaman minimal 35 sentimeter cocok untuk jagung. Wadah sekitar 19 liter, atau lima galon, menjadi batas ukuran terkecil. Pot yang lebih besar menyediakan ruang akar dan tanah yang lebih banyak.

Berapa lama jagung dalam pot bisa dipanen?

Jagung manis umumnya siap dipanen 50 sampai 75 hari setelah tanam, tergantung varietas dan kondisi tanaman. Tanaman mulai berbunga sekitar umur 42 hari. Setelah tahap berbunga dan penyerbukan berlangsung, tongkol terbentuk dan dapat dipantau perkembangannya setiap minggu.

Bisakah jagung ditanam di dalam ruangan?

Bisa, tetapi sulit dilakukan. Cahaya matahari di dalam ruangan sering tidak cukup, sehingga tanaman perlu lampu tumbuh. Pilih varietas kerdil, tanam biji langsung di wadah, dan beri air lebih sedikit daripada jagung di luar ruangan agar akar tidak membusuk.

Mengapa jagung dalam pot tidak berbuah?

Penyebab yang sering muncul adalah penyerbukan yang tidak berjalan. Jagung bergantung pada angin untuk memindahkan serbuk sari, sedangkan jumlah tanaman di pot sedikit. Goyangkan pot saat bunga jantan mengeluarkan serbuk sari atau lakukan penyerbukan manual agar serbuk sari sampai ke rambut tongkol.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6