Liputan6.com, Jakarta - Belanja kebutuhan rumah tangga setiap bulan bisa terasa seperti tantangan tersendiri. Tips belanja bulanan untuk IRT diperlukan agar anggaran tetap terkendali tanpa membuat kebutuhan keluarga terabaikan. Dengan perencanaan yang sederhana, kegiatan belanja dapat dilakukan lebih terarah dan tidak mudah tergoda membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan.
Bagi ibu rumah tangga, belanja bukan sekadar memasukkan bahan makanan ke keranjang. Ada kebutuhan untuk memperkirakan menu, mengecek persediaan di dapur, menghitung jumlah anggota keluarga, hingga mempertimbangkan bahan yang mudah rusak. Jika semua dilakukan tanpa persiapan, pengeluaran kecil yang berulang dapat membuat anggaran bulanan membengkak.
Academy of Nutrition and Dietetics melalui EatRight org juga menekankan pentingnya membuat menu, memeriksa bahan yang sudah tersedia, memperhatikan harga promosi, serta membuat daftar belanja. Kebiasaan tersebut bukan hanya membantu menghemat uang, tetapi juga dapat mengurangi makanan yang terbuang. Berikut ulasan Liputan6.com, Jumat (2/10/2026).
Advertisement
1. Tentukan Anggaran Belanja Sebelum Berangkat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5199398/original/082750900_1745581824-business-asian-women-records-income-expenses-home_7861-1769.jpg)
Langkah pertama dalam tips belanja bulanan untuk IRT adalah menentukan batas pengeluaran. Jangan menjadikan jumlah uang yang tersedia di dompet sebagai patokan setelah sampai di toko, tetapi tetapkan anggaran sejak dari rumah.
Pisahkan kebutuhan belanja berdasarkan kelompok, misalnya bahan makanan pokok, lauk-pauk, sayuran dan buah, bumbu dapur, kebutuhan kebersihan, serta kebutuhan rumah tangga lainnya. Cara ini membantu melihat bagian mana yang menyerap anggaran paling besar.
Anggaran juga sebaiknya dibuat realistis. Jangan menetapkan angka terlalu rendah hanya demi terlihat hemat jika akhirnya kebutuhan penting tidak terpenuhi. Sebaliknya, anggaran yang terlalu longgar dapat membuat ruang untuk membeli barang yang tidak direncanakan semakin besar.
2. Cek Isi Dapur Sebelum Membuat Daftar Belanja
Sebelum pergi ke pasar atau supermarket, luangkan waktu untuk memeriksa kulkas, freezer, lemari bahan makanan, dan tempat penyimpanan bumbu. Kebiasaan sederhana ini menjadi salah satu cara paling efektif untuk menghindari pembelian ganda.
EatRight.org menyarankan agar bahan makanan yang sudah tersedia diperiksa ketika menyusun menu. Persediaan yang masih ada dapat menjadi dasar untuk menentukan makanan yang akan dimasak berikutnya.
Misalnya, masih tersedia telur, wortel, kentang, dan beberapa potong ayam di freezer. Bahan tersebut dapat dimasukkan ke dalam rencana menu sebelum membeli lauk baru. Dengan begitu, bahan lama tidak terlupakan sampai akhirnya rusak.
Buat pula catatan bahan yang hampir habis. Daftar ini nantinya menjadi dasar ketika menyusun daftar belanja bulanan.
3. Susun Menu Sebelum Menyusun Daftar Belanja
Daftar belanja akan lebih mudah dibuat apabila menu sudah direncanakan. Tidak harus menentukan makanan untuk 30 hari secara sangat detail. IRT bisa membuat pola menu mingguan yang kemudian diulang atau dimodifikasi sesuai kebutuhan.
Dalam artikel tentang perencanaan menu, EatRight.org menyarankan mempertimbangkan jadwal anggota keluarga, bahan yang sudah tersedia, promosi toko, musim, serta cara memanfaatkan makanan sisa. Variasi tetap penting, tetapi menu tidak harus berbeda setiap hari.
Contohnya, satu jenis ayam dapat diolah menjadi beberapa hidangan. Sebagian dimasak menjadi ayam kecap, sebagian lainnya digunakan untuk sup atau tumisan. Sayuran juga bisa dipilih berdasarkan tingkat daya tahannya sehingga bahan yang lebih cepat layu digunakan terlebih dahulu.
Cara ini membuat daftar belanja lebih terukur karena setiap bahan memiliki rencana penggunaan.
Advertisement
4. Buat Daftar Belanja Berdasarkan Kategori
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352862/original/090002800_1611030657-beautiful-woman-with-shopping-list-buying-food-supermarket_342744-1125.jpg)
Jangan hanya menulis “belanja bulanan” di secarik kertas. Buat daftar yang lebih spesifik dan kelompokkan berdasarkan lokasi barang agar kegiatan berbelanja lebih cepat.
Real Simple menyarankan membuat daftar berdasarkan kategori seperti bahan yang tahan disimpan, bahan yang perlu didinginkan, dan bahan beku. Daftar juga dapat dibuat berdasarkan menu yang akan dimasak.
Misalnya:
-
Bahan pokok: beras, tepung, gula, minyak.
-
Protein: telur, ayam, ikan, tahu, tempe.
-
Sayur dan buah: wortel, kangkung, pisang, pepaya.
-
Bumbu: bawang, cabai, rempah, kecap.
-
Bahan tahan lama: mi, pasta, kacang-kacangan, makanan kaleng.
-
Kebutuhan rumah: sabun, deterjen, tisu, kantong sampah.
Daftar seperti ini membantu mengurangi kemungkinan barang penting terlupakan sekaligus membuat kegiatan belanja lebih terarah.
5. Bandingkan Harga, Bukan Hanya Harga Kemasan
Kemasan besar belum tentu selalu paling hemat. Begitu pula produk dengan label promo belum tentu menjadi pilihan paling murah jika dibandingkan berdasarkan jumlah atau berat.
EatRight.org menyarankan konsumen memperhatikan unit price atau harga per satuan berat maupun jumlah. Dengan cara tersebut, harga beberapa ukuran kemasan dapat dibandingkan secara lebih adil.
Misalnya, minyak goreng kemasan 2 liter terlihat lebih mahal dibandingkan kemasan 1 liter. Namun jika harga per liter ternyata lebih rendah dan seluruh isinya memang akan digunakan, kemasan besar dapat menjadi pilihan yang masuk akal.
Sebaliknya, jangan membeli kemasan besar hanya karena harga per satuannya lebih murah. Real Simple mengingatkan bahwa pembelian dalam jumlah besar dapat menjadi pemborosan jika bahan tidak sempat digunakan sebelum rusak.
6. Manfaatkan Promo untuk Barang yang Memang Dibutuhkan
Promo dapat membantu menekan pengeluaran, tetapi jangan menjadikan diskon sebagai alasan untuk membeli sesuatu yang tidak masuk daftar.
The Kitchn, berdasarkan tanggapan dari 26 pembeli bahan makanan, mencatat bahwa sejumlah pembeli memanfaatkan aplikasi toko dan kupon untuk melihat barang yang biasa mereka beli ketika sedang mendapat potongan harga. Strategi serupa dapat diterapkan dengan menyesuaikan menu berdasarkan bahan yang sedang ditawarkan.
Misalnya, jika ayam sedang mendapat harga khusus dan keluarga memang mengonsumsinya secara rutin, pembelian dapat dipertimbangkan. Namun, jika promo berlaku untuk makanan yang jarang dikonsumsi, penghematan sebenarnya belum tentu terjadi.
Southern Living juga menekankan bahwa sebuah promo baru benar-benar menguntungkan jika barang tersebut akan digunakan sebelum rusak. Dengan kata lain, harga murah tidak otomatis berarti hemat.
7. Pilih Bahan Makanan yang Fleksibel dan Mudah Diolah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3506308/original/085465500_1625833796-scott-warman-NpNvI4ilT4A-unsplash.jpg)
Salah satu tips belanja bulanan untuk IRT yang bisa diterapkan adalah memilih bahan yang dapat digunakan untuk beberapa jenis masakan. Bahan seperti telur, tahu, tempe, ayam, kentang, wortel, bawang, dan berbagai jenis kacang dapat digunakan dalam banyak menu.
EatRight.org juga menyebutkan sejumlah bahan bernutrisi dengan harga relatif terjangkau, termasuk kacang-kacangan, lentil, telur, selai kacang, tahu, ikan kaleng, oat, beras merah, barley, kentang, serta buah dan sayuran beku.
Pemilihan bahan fleksibel membuat persediaan dapur tidak cepat membosankan. Ketika rencana makan berubah, bahan yang sama masih dapat dialihkan ke menu lain.
IRT juga tidak harus selalu membeli produk yang sudah siap makan. Bahan utuh atau minim proses umumnya memberi lebih banyak fleksibilitas untuk diolah menjadi beberapa hidangan.
8. Jangan Berbelanja Saat Lapar
Kondisi tubuh ternyata dapat memengaruhi keputusan saat berbelanja. Real Simple merujuk penelitian yang menunjukkan bahwa berbelanja dalam keadaan lapar dapat membuat pilihan lebih dipengaruhi keinginan sementara dibandingkan pertimbangan pembelian yang lebih matang.
Karena itu, makan terlebih dahulu sebelum berangkat bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga daftar belanja tetap terkendali.
Hal ini juga berlaku ketika berbelanja bersama anak. Jika anak lapar, permintaan untuk membeli makanan ringan atau produk yang menarik perhatian dapat bertambah. Membawa camilan dari rumah dapat menjadi solusi praktis.
9. Atur Urutan Belanja dan Batasi Waktu di Toko
Terlalu lama berkeliling tanpa tujuan dapat meningkatkan kemungkinan memasukkan barang tambahan ke keranjang. The Kitchn mencatat bahwa beberapa pembeli memilih mengenali tata letak toko dan membuat rute berdasarkan daftar belanja agar tidak terlalu banyak berkeliling.
IRT dapat membuat pola sederhana, misalnya mulai dari sayur dan buah, dilanjutkan bahan kering, kebutuhan rumah tangga, kemudian produk dingin dan beku. Cara tersebut membuat aktivitas belanja lebih terstruktur.
Real Simple juga menyebutkan bahwa waktu belanja yang lebih sepi dapat membuat kegiatan lebih nyaman dan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk mengantre.
Jika memungkinkan, tentukan pula batas waktu belanja. Semakin lama berada di antara rak, semakin banyak kesempatan untuk melihat barang di luar daftar.
Advertisement
10. Perhatikan Penyimpanan dan Gunakan Stok Secara Bergiliran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4598161/original/051002500_1696403454-ello-AEU9UZstCfs-unsplash.jpg)
Belanja bulanan akan sia-sia jika sebagian bahan akhirnya terbuang. Karena itu, setelah sampai di rumah, segera atur bahan berdasarkan jenis dan tanggal pembelian.
Bahan yang lebih dulu dibeli sebaiknya digunakan lebih dahulu. Untuk bahan yang dibekukan, tuliskan tanggal penyimpanan pada kemasan agar lebih mudah menentukan mana yang harus digunakan terlebih dahulu.
EatRight.org juga menyarankan pemberian tanggal pada makanan yang dimasukkan ke freezer dan penggunaan bahan yang lebih lama terlebih dahulu. Sisa makanan dapat dibekukan apabila sesuai dengan kebutuhan dan keamanan penyimpanan.
Untuk bahan segar, jangan memaksakan semua kebutuhan dibeli sekaligus jika daya simpannya pendek. Belanja bulanan dapat dikombinasikan dengan pembelian kecil untuk sayur, buah, atau bahan segar tertentu. Dengan begitu, stok bulanan tetap tersedia sementara bahan yang mudah rusak dibeli sesuai kebutuhan.
11. Pertimbangkan Belanja Online Jika Membantu Mengendalikan Pengeluaran
Belanja daring atau layanan pesan-antar dapat menjadi pilihan apabila kegiatan berkeliling toko justru membuat pengeluaran bertambah. The Kitchn mencatat bahwa beberapa pembeli menggunakan layanan pengambilan pesanan atau pengiriman agar daftar dan total biaya dapat terlihat sebelum transaksi selesai.
Namun, biaya layanan dan pengiriman perlu diperhitungkan. Jika biaya tambahan lebih besar daripada penghematan yang diperoleh, cara ini mungkin tidak cocok untuk semua rumah tangga.
Gunakan layanan tersebut terutama ketika manfaatnya jelas, misalnya membantu menghindari pembelian impulsif atau menghemat waktu yang bisa digunakan untuk pekerjaan rumah lainnya.
12. Sisakan Sedikit Ruang untuk Kebutuhan Tak Terduga
Daftar belanja yang terlalu kaku juga dapat menyulitkan. Harga bahan tertentu dapat berubah, stok bisa habis, atau ada kebutuhan rumah tangga yang muncul secara tiba-tiba.
Karena itu, sisakan sebagian kecil anggaran untuk kebutuhan tidak terduga. Ruang ini bukan berarti anggaran bebas untuk berbelanja sesuka hati, melainkan cadangan agar rencana bulanan tetap fleksibel.
The Kitchn juga menemukan bahwa sebagian pembeli sengaja memberikan sedikit ruang untuk satu barang yang tidak direncanakan. Pendekatan tersebut dapat membuat kegiatan belanja terasa lebih fleksibel tanpa harus mengorbankan kendali anggaran.
Pada akhirnya, tips belanja bulanan untuk IRT bukan tentang membeli sesedikit mungkin. Tujuannya adalah memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memiliki tujuan yang jelas, bahan makanan benar-benar digunakan, dan kebutuhan keluarga tetap terpenuhi.
Pertanyaan Seputar Belanja Bulanan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5103462/original/081932100_1737457737-20250121-Jaga_Inflasi-ANG_1.jpg)
1. Apa yang harus dibeli saat belanja bulanan?
Prioritaskan bahan pokok, protein, sayuran, buah, bumbu, bahan makanan tahan lama, serta kebutuhan rumah tangga yang memang habis atau mendekati habis. Buat daftar berdasarkan persediaan di rumah dan menu yang akan dimasak.
2. Apakah belanja bulanan selalu lebih hemat daripada belanja mingguan?
Belum tentu. Belanja dalam jumlah besar dapat menghemat waktu dan biaya perjalanan, tetapi bahan segar yang cepat rusak mungkin lebih baik dibeli secara berkala. Kombinasi belanja bulanan untuk stok tahan lama dan belanja mingguan untuk bahan segar dapat disesuaikan dengan kebutuhan keluarga.
3. Apakah membeli barang dalam jumlah besar pasti lebih murah?
Tidak. Harga per satuan memang bisa lebih rendah, tetapi pembelian dalam jumlah besar baru menguntungkan jika barang tersebut benar-benar digunakan sebelum rusak atau kedaluwarsa.
4. Bagaimana cara agar tidak membeli barang di luar daftar?
Buat daftar yang jelas, makan sebelum berbelanja, tentukan anggaran, dan batasi waktu di toko. Daftar juga dapat dikelompokkan berdasarkan kategori agar proses belanja lebih cepat.
5. Bagaimana cara mengurangi makanan yang terbuang setelah belanja bulanan?
Periksa stok sebelum berbelanja, susun menu berdasarkan bahan yang tersedia, simpan makanan sesuai kebutuhan, beri tanggal pada bahan yang dibekukan, dan gunakan bahan yang lebih dulu dibeli sebelum membuka stok baru.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137785/original/055250800_1739961431-20250219-Penambahan_Jalur_Transjakarta-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3737806/original/026894900_1639896354-cek_fakta_NU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342712/original/038739300_1757399162-PHOTO-2025-09-08-18-15-00__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3549772/original/080109600_1629799620-20210824-BI-prediksikan-inflasi-agustus-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363695/original/051511300_1790913089-Gemini_Generated_Image_l6rzn5l6rzn5l6rz.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363650/original/026892600_1790909770-kangkung_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363630/original/046479500_1790908026-1.jpg)