Liputan6.com, Jakarta Cara merawat tanaman kangkung cukup mudah diterapkan di rumah. Perawatan pada dasarnya bertumpu pada tiga hal utama, yakni ketersediaan air, sinar matahari, dan nutrisi yang cukup.
Kangkung termasuk tanaman yang tumbuh cepat sehingga tidak membutuhkan perawatan yang terlalu rumit. Dengan perawatan yang tepat, tanaman ini dapat berkembang subur dan menghasilkan sayuran segar yang bisa dipanen dalam hitungan minggu.
Dilansir dari Department of Primary Industries New South Wales (NSW DPI), kangkung menyukai kondisi lembap dan dapat tumbuh subur di sepanjang tepian aliran air maupun area berlumpur.
Advertisement
Sebagai sayuran hijau yang populer dan kaya gizi di meja makan masyarakat Indonesia, tanaman berbatang berongga ini menyerap air dengan cepat sehingga penyiraman menjadi perawatan utamanya.
Cara Merawat Tanaman Kangkung agar Tumbuh Subur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363651/original/031725300_1790909770-rawat_kangkung.jpg)
Perawatan harian menjadi kunci utama agar daun kangkung lebat dan batangnya renyah. Berikut langkah-langkah dasar cara merawat tanaman kangkung yang bisa diterapkan di pot, polybag, maupun bedengan.
-
Jaga kelembapan media tanam: Siram kangkung setiap hari, bahkan dua kali sehari saat cuaca panas, dan pastikan media tanam tidak pernah kering. Sebagai tanaman rawa, kangkung menyukai tanah yang selalu basah tetapi tidak sampai tergenang membusuk.
-
Pastikan sinar matahari cukup: Tempatkan tanaman di lokasi yang menerima sinar matahari langsung minimal 4-6 jam per hari agar batang tidak tumbuh kurus dan memanjang.
-
Berikan pupuk kaya nitrogen: Taburkan pupuk kandang atau kompos yang sudah matang untuk mendorong pertumbuhan daun. Anda juga bisa memanfaatkan kotoran ternak yang telah difermentasi sebagai sumber hara alami.
-
Lakukan penyiangan gulma: Cabut rumput liar di sekitar tanaman secara berkala karena gulma bersaing menyerap air serta nutrisi, sekaligus dapat menjadi sarang hama.
-
Kendalikan hama sejak dini: Periksa daun secara rutin dari kutu daun, ulat, dan siput; bila perlu semprotkan pestisida nabati seperti larutan bawang putih atau minyak nimba.
Mengutip Biology Insights, kangkung merupakan tanaman tropis yang menyukai suhu hangat sekitar 25–30 derajat Celsius dengan tingkat keasaman tanah (pH) ideal 5,5–7,0.
Suhu di bawah 10 derajat Celsius dapat merusak pertumbuhannya, sehingga tanaman ini paling cocok dibudidayakan di iklim panas seperti di Indonesia. Untuk hasil maksimal, kangkung juga bisa dirawat di polybag agar tumbuh lebat dan dipanen berkali-kali.
Advertisement
Cara Merawat Kangkung Hidroponik di Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556097/original/001048500_1776231675-kangkung.jpg)
Banyak orang kini memilih sistem hidroponik karena lebih bersih dan hemat lahan. Dalam sistem ini, cara merawat tanaman kangkung menitikberatkan pada pengelolaan larutan nutrisi serta kualitas air.
-
Atur konsentrasi nutrisi AB Mix: Gunakan nutrisi AB Mix khusus sayuran daun dengan konsentrasi sekitar 1.000-1.200 ppm agar kebutuhan hara tanaman tercukupi.
-
Jaga pH larutan: Pertahankan pH larutan nutrisi pada kisaran 5,5-6,5 supaya akar dapat menyerap unsur hara secara optimal.
-
Ganti air secara berkala: Bila menanam di air, ganti dan segarkan air setiap 5-7 hari untuk mencegah pembusukan akar serta pertumbuhan lumut.
-
Cukupi pencahayaan: Pastikan tanaman mendapat sinar matahari 4-6 jam sehari; jika ditanam di dalam ruangan, gunakan lampu tanam (grow light).
-
Periksa akar dan larutan: Kontrol kondisi akar serta ketinggian air secara rutin agar tanaman tidak kekurangan oksigen maupun nutrisi.
Mengutip Greeny Gardener, daun kangkung yang mulai menguning umumnya dapat menjadi tanda kekurangan nitrogen atau akar terlalu lama terendam dalam air dengan kadar oksigen rendah.
Solusinya adalah menambah pupuk kaya nitrogen serta menjaga air tetap mengalir atau menggantinya secara rutin. Selain teknik ini, Anda bisa menelusuri cara menanam kangkung hidroponik untuk pemula, metode hidroponik sederhana dari barang bekas, hingga pemanfaatan air kolam ikan yang kaya nutrisi alami.
Cara Memangkas dan Memanen Kangkung agar Tumbuh Kembali
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332652/original/030119500_1787714392-3684230165392125864.jpeg)
Teknik panen yang benar sangat menentukan apakah tanaman bisa dipetik berulang. Bagian akhir dari cara merawat tanaman kangkung adalah memangkas dan memanennya secara tepat agar tunas baru terus bermunculan.
-
Pangkas pucuk untuk merangsang tunas: Saat tanaman mencapai tinggi sekitar 30-40 cm, jepit atau pangkas pucuknya agar tumbuh tunas samping yang membuat kangkung semakin rimbun.
-
Tentukan waktu panen: Kangkung umumnya siap dipanen 25-45 hari setelah tanam, ditandai batang yang kokoh dan daun lebat.
-
Terapkan metode potong-tumbuh: Potong batang beberapa sentimeter di atas pangkal dan sisakan minimal dua ruas daun agar tunas baru cepat tumbuh untuk panen berikutnya.
-
Panen pada pagi hari: Lakukan pemanenan saat udara masih sejuk menggunakan gunting atau pisau bersih untuk mencegah daun cepat layu.
-
Simpan dengan benar: Karena mudah layu, simpan kangkung di tempat sejuk dan lembap, lalu segera olah supaya kesegarannya terjaga.
Kangkung darat dapat mulai dipanen pada bagian pucuk dan daunnya sekitar 50–70 hari setelah tanam, meski varietas kangkung air dapat dipanen lebih cepat. Metode potong-tumbuh memungkinkan satu kali tanam menghasilkan beberapa kali panen, mirip cara menanam kangkung dari sisa batang yang bisa tumbuh lagi. Anda pun bisa meniru trik menanam kangkung di pot yang panen cepat dalam tiga minggu.
Baca juga: Cara menanam kangkung agar panen 21 hari dengan media sederhana
Advertisement
Hal Penting yang Perlu Diperhatikan dalam Merawat Tanaman Kangkung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5464476/original/031198200_1767690883-kangkung3.jpg)
Mengutip TC Permaculture, kangkung termasuk tanaman yang tumbuh sangat cepat, terutama ketika memperoleh kondisi lingkungan yang sesuai.
Karakter pertumbuhan yang cepat membuat perawatan kangkung relatif ringan, tetapi penyebarannya tetap perlu dikendalikan agar tidak tumbuh liar. Mengutip AgResearch Magazine dari USDA, ahli biologi Robert Kipker dari Florida Department of Environmental Protection menyebut kangkung air sebagai tanaman yang sangat invasif dan agresif.
Kangkung air dapat menyebar melalui potongan batang yang mampu membentuk akar baru. Mengutip USDA APHIS, Ipomoea aquatica memiliki kemampuan berkembang biak secara vegetatif melalui fragmen batang yang dapat terbawa air dan kemudian tumbuh menjadi tanaman baru. Karena itu, pertumbuhannya perlu tetap dikendalikan, terutama saat ditanam di lingkungan yang mudah terhubung dengan saluran atau badan air.
Perhatian berikutnya adalah kualitas air dan media tanam. Penelitian menunjukkan kangkung merupakan penyerap logam berat yang efisien, seperti kadmium, timbal, dan merkuri, sehingga sebaiknya tidak ditanam pada air atau tanah yang tercemar.
Demi keamanan pangan, kangkung juga dianjurkan dimasak dengan cara direbus atau ditumis sebelum dikonsumsi. Menariknya, kandungan gizi kangkung dikaitkan dengan penurunan risiko stroke serta menjaga kesehatan jantung.
Terakhir, panenlah kangkung secara rutin selagi muda agar batang dan daunnya tetap renyah, sebab sayuran ini sangat mudah layu dan tidak tahan lama disimpan. Kangkung hasil kebun sendiri lebih terjamin kesegarannya dan kaya vitamin serta nutrisi yang baik bagi tubuh.Â
Baca juga: 10 cara mengatasi hama putih di daun tanpa pestisida keras
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman Kangkung
Berapa lama kangkung bisa dipanen?
Kangkung tergolong sayuran cepat panen dan umumnya sudah bisa dipetik sekitar 25-45 hari setelah tanam, tergantung metode serta varietasnya. Dengan teknik potong yang menyisakan pangkal batang, satu tanaman bisa dipanen berulang kali tanpa perlu menanam ulang.
Apakah tanaman kangkung harus disiram setiap hari?
Ya, sebagai tanaman semi-akuatik, kangkung membutuhkan media yang selalu lembap sehingga sebaiknya disiram setiap hari. Saat cuaca panas, penyiraman bisa dilakukan dua kali sehari, tetapi hindari genangan berlebihan yang membuat akar membusuk.
Kenapa daun kangkung menguning?
Daun kangkung yang menguning biasanya disebabkan kekurangan nitrogen atau akar yang terlalu lama terendam air minim oksigen. Menambahkan pupuk kaya nitrogen serta memperbaiki drainase atau sirkulasi air umumnya cukup untuk mengatasi masalah ini.
Dengan perawatan yang konsisten, kangkung hasil kebun sendiri dapat dipanen berulang kali dan langsung diolah menjadi hidangan lezat. Anda bisa mencoba beragam resep kangkung berkuah yang menyehatkan, menyimak tips memasak kangkung agar tetap hijau, sekaligus mempelajari cara mengolahnya supaya kandungan nutrisinya tetap terjaga.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137785/original/055250800_1739961431-20250219-Penambahan_Jalur_Transjakarta-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3737806/original/026894900_1639896354-cek_fakta_NU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342712/original/038739300_1757399162-PHOTO-2025-09-08-18-15-00__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363650/original/026892600_1790909770-kangkung_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359271/original/045703300_1790494978-Gemini_Generated_Image_pfh4tgpfh4tgpfh4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5412570/original/074580000_1763096774-Gemini_Generated_Image_5hiayb5hiayb5hia.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556097/original/001048500_1776231675-kangkung.jpg)