Liputan6.com, Jakarta - Kegiatan berkebun di rumah dapat dimulai dari bahan sederhana hasil dapur. Salah satu pilihan menarik ialah cara menanam kangkung tanpa harus membeli benih baru. Sisa batang kangkung masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan tanam selama kondisinya segar, sehat dan memiliki ruas aktif. Metode ini cocok bagi pemula, sebab prosesnya mudah dipraktikkan pada lahan terbatas.
Bagi penghobi tanaman rumahan, cara menanam kangkung tanpa harus membeli benih baru menawarkan pengalaman berkebun hemat dan praktis. Tidak perlu menyediakan halaman luas untuk memulainya, sebab wadah kecil pun dapat menjadi tempat pertumbuhan kangkung. Pemilihan batang sehat, pencahayaan cukup, ketersediaan air dan kondisi media perlu diperhatikan sejak awal, agar proses pertumbuhan berjalan lebih baik.
Cara menanam kangkung tanpa harus membeli benih baru juga bisa menjadi kegiatan menarik bagi keluarga. Anak-anak dapat mengenal perubahan batang menjadi tanaman baru melalui proses sederhana di rumah. Setiap tahap bisa diamati mulai dari munculnya akar, pertumbuhan tunas, perkembangan daun, hingga waktu panen. Hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur sekaligus menjadi pengalaman berkebun praktis.
Advertisement
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (27/9/2026).
1. Pilih Sisa Batang Kangkung yang Masih Segar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5520213/original/045744000_1772609418-sayur_kangkung.jpg)
Langkah pertama adalah memilih sisa kangkung dari dapur yang masih layak ditanam kembali. Jangan langsung membuang bagian batang setelah mengambil daun untuk dimasak. Periksa terlebih dahulu kondisi batangnya.
Pilih batang yang masih terlihat segar, tidak berlendir, tidak berbau busuk, dan tidak mengalami kerusakan berat. Bagian batang dengan beberapa ruas atau titik tumbuh dapat dipertahankan karena tunas baru berpotensi muncul dari bagian tersebut.
Jika kangkung yang digunakan masih memiliki akar, peluang untuk melanjutkan pertumbuhan biasanya lebih baik. Akan tetapi, batang tanpa akar juga dapat dicoba selama kondisinya masih segar dan mempunyai ruas yang sehat.
2. Sisakan Batang dengan Beberapa Ruas
Setelah memilih kangkung, potong bagian batang secara hati-hati. Jangan mengambil hanya bagian batang yang terlalu pendek. Sisakan beberapa ruas agar tanaman mempunyai bagian tempat tunas baru dapat berkembang.
Panjang batang tidak perlu terlalu banyak. Bagian yang masih sehat dapat digunakan sebagai bahan tanam, sedangkan daun tua atau bagian yang sudah rusak bisa dipisahkan.
Gunakan pisau atau gunting yang bersih agar bagian potongan tidak mudah terkontaminasi kotoran. Hindari menggunakan batang yang sudah menghitam, berlendir, atau menunjukkan tanda pembusukan.
Advertisement
3. Rendam Batang Kangkung dalam Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359272/original/056014500_1790494978-Gemini_Generated_Image_nj9ei6nj9ei6nj9e.jpg)
Metode paling sederhana untuk memulai pertumbuhan adalah menggunakan air. Masukkan bagian bawah batang kangkung ke dalam wadah berisi air bersih.
Pastikan hanya bagian bawah batang yang terendam. Jangan merendam seluruh batang karena kondisi terlalu basah dapat membuat bagian tanaman lebih mudah membusuk.
Letakkan wadah di tempat yang mendapatkan cahaya terang. Hindari paparan matahari yang sangat terik pada tahap awal jika tanaman terlihat masih lemah. Air juga perlu diperiksa secara rutin agar tetap bersih.
Apabila air mulai keruh, berbau, atau terdapat lendir pada batang, segera buang air tersebut dan bersihkan wadah sebelum menggantinya dengan air baru.
4. Tunggu Munculnya Akar dan Tunas Baru
Setelah beberapa waktu, perhatikan bagian ruas batang. Dalam kondisi sesuai, tunas baru dapat mulai muncul dan akar dapat berkembang dari bagian bawah batang.
Tidak semua batang akan memberikan hasil sama. Ada batang yang cepat menghasilkan pertumbuhan baru, sedangkan batang lain mungkin tidak berkembang akibat kondisi bahan tanaman sudah kurang baik.
Pada tahap ini, hindari terlalu sering memindahkan tanaman. Letakkan wadah pada lokasi stabil agar tanaman memperoleh cahaya secara konsisten.
5. Pindahkan ke Media Tanam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359273/original/065999100_1790494978-Gemini_Generated_Image_pfh4tgpfh4tgpfh4.jpg)
Jika akar sudah mulai berkembang, kangkung dapat dipindahkan ke media tanam. Gunakan pot, polybag, ember bekas, atau wadah lain yang memiliki lubang drainase.
Media tanam dapat menggunakan campuran tanah dan kompos matang. Pastikan media cukup gembur sehingga akar memiliki ruang untuk berkembang dan air tidak menggenang terlalu lama.
Buat lubang kecil pada media, lalu masukkan bagian akar atau pangkal batang secara perlahan. Tutup bagian bawah tanaman menggunakan media secukupnya dan jangan menekan tanah terlalu keras.
6. Letakkan di Area yang Mendapat Cahaya Cukup
Kangkung membutuhkan cahaya untuk mendukung pertumbuhannya. Setelah dipindahkan ke media tanam, letakkan pot pada area yang mendapatkan cahaya matahari memadai.
Area halaman, teras, balkon, atau dekat jendela dapat digunakan selama kondisi pencahayaannya sesuai. Jika tanaman diletakkan di dalam rumah, pastikan lokasi tersebut tetap mendapatkan cahaya alami.
Perhatikan kondisi tanaman setiap hari. Batang yang terlihat terlalu panjang dan lemah dapat menjadi tanda bahwa tanaman membutuhkan pencahayaan lebih baik.
Advertisement
7. Jaga Kelembapan Media Tanam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359274/original/076328000_1790494978-Gemini_Generated_Image_248c2m248c2m248c.jpg)
Kangkung menyukai kondisi media yang cukup lembap, tetapi bukan berarti media harus selalu tergenang. Penyiraman sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tanah.
Jika permukaan media mulai terlihat kering, lakukan penyiraman secukupnya. Hindari memberikan air terlalu banyak apabila wadah memiliki drainase buruk.
Pada cuaca panas, kebutuhan air bisa lebih tinggi. Sebaliknya, ketika hujan turun cukup sering, penyiraman dapat dikurangi agar akar tidak berada dalam kondisi terlalu basah.
8. Berikan Nutrisi Secukupnya
Kangkung dapat tumbuh cukup cepat, sehingga ketersediaan nutrisi perlu diperhatikan, terutama jika tanaman ditanam dalam wadah kecil.
Kompos matang dapat digunakan untuk membantu menyediakan unsur hara bagi tanaman. Pemberian pupuk organik juga dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan petunjuk penggunaan produk.
Jangan memberikan pupuk secara berlebihan dengan harapan tanaman tumbuh lebih cepat. Dosis yang terlalu tinggi justru dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan kondisi media.
9. Pangkas dan Panen Kangkung Secara Bertahap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5470416/original/052730500_1768204892-Menanam_Kangkung_Air.jpeg)
Setelah tanaman tumbuh cukup besar, kangkung dapat dipanen secara bertahap. Jangan selalu mencabut seluruh tanaman sampai akarnya apabila ingin mencoba mendapatkan pertumbuhan berikutnya.
Potong bagian batang dengan menyisakan beberapa ruas di bagian bawah. Cara ini memungkinkan tanaman tetap memiliki bagian batang untuk menghasilkan tunas baru.
Gunakan alat potong yang bersih agar luka potongan tetap terjaga. Panen secara bertahap juga membuat tanaman terlihat lebih rapi dan memberikan kesempatan bagi tunas baru untuk berkembang.
10. Gunakan Sisa Batang untuk Penanaman Berikutnya
Setelah kangkung dipanen, jangan langsung membuang semua batang yang tersisa. Periksa kembali bagian batang yang masih sehat dan memiliki ruas.
Batang tersebut dapat dicoba ditumbuhkan kembali melalui metode perendaman air atau langsung ditanam pada media lembap. Pilih bagian yang tidak menunjukkan tanda pembusukan atau kerusakan.
Dengan cara ini, satu kali membeli kangkung dapat menghasilkan bahan tanaman baru untuk beberapa kali percobaan. Hasilnya memang tidak selalu sama pada setiap siklus, sehingga tetap perlu memilih batang yang kondisinya paling baik.
Advertisement
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari
Ada beberapa kesalahan umum yang dapat membuat kangkung dari sisa batang sulit tumbuh kembali.
- Batang berlendir, berbau, atau berwarna gelap sebaiknya tidak digunakan. Pilih bagian tanaman yang masih segar dan sehat.
- Jangan merendam seluruh batang dan daun dalam air. Fokuskan air pada bagian bawah batang agar bagian atas tetap mendapatkan udara.
- Air yang terlalu lama dibiarkan dapat menjadi keruh dan menimbulkan kondisi kurang baik bagi batang. Periksa air secara rutin dan ganti apabila kualitasnya mulai menurun.
- Kangkung membutuhkan cahaya untuk tumbuh. Lokasi terlalu gelap dapat membuat tanaman tumbuh lemah dan memanjang.
- Media yang selalu tergenang dapat mengganggu kondisi akar. Pastikan wadah mempunyai drainase yang baik.
Â
Pertanyaan Seputar Cara Menanam Kangkung
Apakah kangkung dari sisa batang bisa tumbuh lagi?
Bisa dicoba selama batang masih segar, sehat, dan memiliki ruas atau bagian tumbuh yang masih aktif. Hasil pertumbuhan dapat berbeda tergantung kondisi tanaman dan perawatannya.
Apakah kangkung harus memiliki akar agar bisa ditanam kembali?
Tidak selalu. Batang tanpa akar masih dapat dicoba melalui metode perendaman air selama kondisinya sehat dan memiliki ruas yang memungkinkan pertumbuhan tunas.
Berapa lama kangkung dari sisa batang mulai menunjukkan pertumbuhan?
Waktunya dapat berbeda tergantung kondisi batang, cahaya, air, dan lingkungan. Periksa secara rutin untuk melihat munculnya akar atau tunas baru.
Apakah kangkung bisa langsung ditanam di tanah?
Bisa, terutama jika bagian batang masih memiliki akar atau kondisi tanaman cukup kuat. Media sebaiknya gembur, lembap, dan mempunyai drainase baik.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7368499/original/067001900_1780149167-Jepretan_Layar_2026-05-27_pukul_20.44.42.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5306704/original/080618800_1754448434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__43_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348140/original/088888500_1789384002-SKW_0794.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359271/original/045703300_1790494978-Gemini_Generated_Image_pfh4tgpfh4tgpfh4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291980/original/080657000_1783581541-HL_kangkung.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289454/original/045027800_1783405246-3a4c9648-8b60-4fca-bed6-8b36e4874852.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8316532/original/053227700_1782184160-Menanam_Kangkung_Menggunakan_Air_Kolam_Ikan.jpeg)