Cara Menanam Kangkung dari Batang Bekas Panen, Tak Perlu Beli Benih Baru

Cara menanam kangkung dari batang bekas panen dengan mudah di rumah, tanpa perlu membeli benih baru.

Diterbitkan 30 September 2026, 20:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kangkung menjadi salah satu sayuran yang mudah ditanam di rumah, termasuk bagi pemula yang memiliki lahan terbatas. Menariknya, batang kangkung bekas panen tidak harus langsung dibuang karena bagian tersebut masih dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan tunas baru.

Cara menanam kangkung dari batang bekas panen juga cukup sederhana dan tidak membutuhkan banyak peralatan. Dengan pemilihan batang yang masih sehat, media tanam yang sesuai, serta perawatan rutin, sisa kangkung dari dapur bisa kembali menghasilkan daun untuk dipanen. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Rabu (30/9/2026). 

Pilih Batang Kangkung yang Masih Segar

Tidak semua batang bekas panen cocok ditanam kembali. Pilih batang yang masih segar, tidak berlendir, tidak busuk, dan memiliki beberapa ruas atau titik tumbuh.

Batang yang masih hijau dan kokoh biasanya lebih mudah mengeluarkan tunas baru. Hindari batang yang sudah menghitam, terlalu layu, atau menunjukkan tanda pembusukan.

Potong Batang dengan Ukuran yang Tepat

Setelah memilih batang, potong bagian tersebut dengan menyisakan beberapa ruas. Usahakan terdapat titik tumbuh pada batang karena dari bagian inilah tunas baru dapat muncul.

Jika batang terlalu panjang, tidak perlu ditanam seluruhnya. Potongan yang memiliki beberapa ruas sudah cukup untuk dicoba ditumbuhkan kembali.

Siapkan Media Tanam

Kangkung dapat ditanam kembali menggunakan tanah yang gembur dan memiliki drainase baik. Gunakan pot, polybag, atau wadah bekas yang memiliki lubang di bagian bawah agar air tidak menggenang.

Campurkan tanah dengan kompos atau pupuk organik secukupnya untuk membantu menyediakan nutrisi bagi pertumbuhan tanaman.

Tancapkan Batang ke Media Tanam

Buat lubang kecil pada media tanam, kemudian masukkan bagian bawah batang kangkung ke dalam tanah. Jangan menanamnya terlalu dalam agar batang tidak mudah membusuk.

Pastikan beberapa ruas dan bagian atas batang tetap berada di atas permukaan tanah. Setelah itu, tekan tanah di sekeliling batang secara perlahan agar tanaman berdiri kokoh.

Siram Secukupnya, Jangan Sampai Becek

Setelah batang ditanam, siram media secara perlahan hingga cukup lembap. Pada tahap awal, kelembapan membantu batang beradaptasi dan merangsang pertumbuhan akar.

Namun, hindari menyiram secara berlebihan. Media yang terus-menerus terlalu basah justru dapat membuat batang membusuk sebelum menghasilkan tunas.

Letakkan di Tempat yang Mendapat Cahaya

Kangkung membutuhkan cahaya untuk tumbuh dengan baik. Letakkan pot di area yang mendapat sinar matahari, tetapi tetap perhatikan kondisi tanaman terutama saat cuaca sangat panas.

Jika ditanam di area rumah seperti teras, pilih lokasi yang mendapatkan cukup cahaya dan memiliki sirkulasi udara baik.

Amati Tunas Baru yang Mulai Tumbuh

Setelah beberapa waktu, perhatikan bagian ruas batang. Jika proses pertumbuhan berjalan baik, tunas baru dapat muncul dari titik tumbuh pada batang.

Tetap jaga media agar lembap dan bersihkan gulma atau daun yang mulai membusuk. Jika ada batang yang terlihat busuk, segera pisahkan agar tidak mengganggu tanaman lain.

Beri Nutrisi Secukupnya

Ketika tunas sudah tumbuh dan tanaman mulai menghasilkan beberapa daun baru, kebutuhan nutrisinya juga perlu diperhatikan. Pupuk organik atau kompos dapat diberikan secukupnya.

Tidak perlu memberikan pupuk terlalu banyak. Perawatan sederhana dengan media yang subur, penyiraman cukup, cahaya memadai, dan pemupukan seperlunya sudah dapat membantu pertumbuhan kangkung.

Panen saat Daun Sudah Cukup Lebat

Kangkung dapat dipanen ketika batang dan daunnya sudah cukup besar untuk dikonsumsi. Gunakan gunting atau pisau yang bersih saat memotong.

Sisakan bagian pangkal dan beberapa ruas tanaman agar masih terdapat titik tumbuh. Dengan cara ini, tanaman berpotensi menghasilkan tunas baru dan dapat dimanfaatkan kembali.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan saat mencoba menanam kangkung dari batang bekas panen.

Pertama, jangan menggunakan batang yang sudah busuk atau berlendir. Kedua, hindari media tanam yang terlalu padat dan sulit mengalirkan air. Ketiga, jangan terlalu sering menyiram hingga tanah selalu tergenang.

Selain itu, jangan meletakkan tanaman di tempat yang benar-benar minim cahaya karena pertumbuhan kangkung dapat menjadi kurang optimal.

Pertanyaan dan Jawaban seputar Cara Menanam Kangkung dari Batang Bekas Panen

Apakah batang kangkung bekas panen bisa ditanam kembali?

Bisa dicoba, terutama jika batang masih segar, sehat, dan memiliki ruas atau titik tumbuh. Kondisi batang dan perawatan setelah ditanam akan memengaruhi keberhasilannya.

Apakah kangkung harus ditanam menggunakan benih?

Tidak selalu. Kangkung juga dapat diperbanyak dari bagian batang yang masih memiliki titik tumbuh, sehingga sisa batang dari panen dapat dimanfaatkan kembali.

Apakah batang kangkung bisa ditanam di pot?

Bisa. Gunakan pot atau wadah yang memiliki lubang drainase dan isi dengan media tanam yang gembur serta cukup subur.

Berapa kali kangkung perlu disiram?

Frekuensi penyiraman perlu disesuaikan dengan kondisi media dan cuaca. Pastikan tanah tetap lembap, tetapi jangan sampai terus-menerus tergenang.

Bagaimana agar kangkung dari batang bekas panen cepat tumbuh?

Gunakan batang yang masih sehat, tanam pada media yang gembur, berikan cukup cahaya, jaga kelembapan, dan berikan nutrisi secukupnya. Hindari kondisi terlalu basah karena dapat memicu pembusukan batang.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6