Liputan6.com, Jakarta - Budidaya aquaponik bisa menjadi solusi bagi Anda yang ingin menghasilkan pangan sendiri di rumah. Cara menanam kangkung dengan sistem aquaponik sederhana bersama ikan lele di rumah memungkinkan panen sayuran dan ikan sekaligus tanpa membutuhkan lahan luas.
Sistem aquaponik menggabungkan budidaya ikan dan tanaman melalui sirkulasi air. Limbah ikan diolah oleh bakteri menjadi nutrisi yang dapat diserap kangkung, sementara tanaman membantu menyerap nutrisi dari air sehingga penggunaannya lebih efisien.
Selain menghemat ruang, aquaponik juga dapat mengurangi penggunaan air dibandingkan metode pertanian konvensional. Kombinasi lele dan kangkung cocok untuk pemula karena keduanya relatif mudah dibudidayakan dan dapat menghasilkan panen dalam satu sistem terpadu. Berikut penjelasannya, Liputan6.com, Sabtu (10/10/2026).
Advertisement
1. Mengenal Sistem Aquaponik dan Keunggulannya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5448404/original/043591200_1766028688-Aquaponik.jpg)
Aquaponik merupakan metode budidaya yang menggabungkan pemeliharaan ikan dengan penanaman sayuran tanpa tanah dalam satu sistem sirkulasi air. Metode ini cocok diterapkan di rumah karena tidak membutuhkan lahan yang luas dan memungkinkan Anda memanen dua jenis hasil sekaligus.
Dalam sistem ini, kotoran ikan menghasilkan amonia yang kemudian diolah oleh bakteri baik menjadi nitrat, yaitu salah satu nutrisi yang dapat diserap tanaman. Akar kangkung membantu menyerap nutrisi tersebut sekaligus mendukung penyaringan air sebelum kembali ke wadah ikan.
Dengan pengelolaan yang tepat, aquaponik dapat membantu menghemat air karena air digunakan kembali dalam sistem. Meski begitu, sirkulasi, kualitas air, dan kebutuhan ikan tetap perlu dipantau agar keduanya dapat tumbuh dengan baik.
Advertisement
2. Menyiapkan Alat dan Bahan Aquaponik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331504/original/020710800_1787547299-Screenshot_2026-08-24_115410.jpg)
Sebelum mulai menanam kangkung bersama ikan lele, siapkan sejumlah perlengkapan utama untuk membangun sistem aquaponik sederhana.
- Anda membutuhkan wadah berupa bak atau ember berukuran memadai sebagai tempat pemeliharaan ikan.
- Siapkan pula wadah tanaman atau grow bed untuk menampung kangkung dan media tanam, seperti kerikil yang bersih atau hidroton.
- Pompa air diperlukan untuk mengalirkan air dari wadah ikan menuju area tanaman, sedangkan pipa atau selang berfungsi menghubungkan kedua wadah tersebut.
- Pastikan semua bahan aman digunakan untuk budidaya ikan dan tidak mengandung zat berbahaya. Ukuran wadah sebaiknya disesuaikan dengan luas tempat yang tersedia dan jumlah ikan yang akan dipelihara. Untuk pemula, sistem berskala kecil lebih mudah dirawat dan dipantau.
3. Memilih Benih Lele dan Bibit Kangkung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493242/original/064481300_1770198401-Ternak_lele_di_kolam_ember_dengan_benih_sehat__Gemini_AI_.jpg)
Pemilihan benih ikan dan bibit tanaman turut menentukan keberhasilan aquaponik rumahan. Pilih benih lele yang sehat, bergerak aktif, memiliki ukuran relatif seragam, serta tidak menunjukkan luka atau tanda penyakit. Ukuran wadah dan kemampuan penyaringan air perlu menjadi pertimbangan sebelum menentukan jumlah ikan yang dipelihara.
Hindari menebar ikan terlalu padat karena kondisi tersebut dapat meningkatkan penumpukan limbah dan menurunkan kualitas air. Untuk kangkung, Anda dapat menggunakan biji atau stek batang dari tanaman yang sehat. Jika memilih stek, gunakan batang yang segar dengan panjang sekitar 15–20 cm, lalu buang daun pada bagian bawahnya sebelum ditanam.
Pilih kangkung yang tidak menunjukkan tanda pembusukan atau serangan hama. Dengan bahan awal yang baik, proses adaptasi dan perawatan tanaman maupun ikan dapat lebih mudah dilakukan.
Advertisement
4. Merakit Sistem Aquaponik Sederhana di Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5544896/original/035383500_1775119626-Lele_dan_Sayuran_Sistem_Aquaponik_Sederhana.jpg)
Mulailah dengan meletakkan wadah ikan di permukaan yang stabil dan mampu menahan beban air. Selanjutnya, tempatkan wadah tanaman di posisi yang memungkinkan air dialirkan dari wadah ikan menggunakan pompa. Masukkan media tanam yang sudah dibersihkan ke dalam grow bed, kemudian pasang pipa atau selang untuk mengalirkan air menuju wadah tanaman.
Atur saluran keluar agar air dapat kembali ke wadah ikan dengan lancar, baik melalui gravitasi maupun sistem pengembalian yang sesuai dengan desain. Pastikan sambungan tidak bocor dan pompa bekerja dengan baik.
Sebelum digunakan, jalankan sistem untuk memeriksa kelancaran aliran air serta memastikan tidak ada bagian yang tersumbat. Letakkan perangkat di area yang mendapat cahaya cukup untuk kangkung, tetapi tidak membuat suhu air meningkat secara berlebihan.
5. Melakukan Cycling Sebelum Memasukkan Ikan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471414/original/063228200_1768286153-Gemini_Generated_Image_2oreho2oreho2ore__1_.png)
Sebelum memasukkan ikan lele, sistem aquaponik perlu melalui proses cycling untuk membangun koloni bakteri baik yang membantu mengolah limbah. Bakteri nitrifikasi mengubah amonia dari kotoran ikan menjadi nitrit, kemudian menjadi nitrat yang dapat dimanfaatkan tanaman. Proses ini umumnya membutuhkan waktu beberapa minggu, tetapi durasinya bergantung pada kondisi sistem dan perkembangan bakteri.
Selama tahap tersebut, pantau kadar amonia, nitrit, nitrat, dan pH menggunakan alat penguji air. Jangan terburu-buru menebar ikan hanya berdasarkan lamanya waktu karena sistem perlu menunjukkan tanda bahwa proses pengolahan limbah sudah berjalan.
Setelah parameter air sesuai dan stabil, ikan dapat dimasukkan secara bertahap. Tahap cycling yang memadai membantu mengurangi risiko penumpukan senyawa beracun yang dapat membahayakan ikan maupun mengganggu keseimbangan sistem.
Advertisement
6. Menanam Kangkung dan Merawat Ikan Lele
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471008/original/039035800_1768273862-Tanaman_Kangkung_dan_Ikan_Lele_untuk_Aquaponik_Galon_Bekas.jpg)
Kangkung dapat ditanam menggunakan biji yang disemai terlebih dahulu atau stek batang yang langsung ditempatkan pada media tanam. Pastikan akar atau bagian pangkal tanaman mendapat akses terhadap air bernutrisi, tetapi tetap memiliki kondisi yang mendukung pertumbuhan.
Setelah sistem siap dan kualitas air stabil, masukkan benih lele secara bertahap sesuai kapasitas wadah dan kemampuan filtrasi. Berikan pakan ikan secara teratur berdasarkan ukuran dan kebutuhan lele, serta hindari pemberian berlebihan karena sisa pakan dapat mencemari air.
Periksa pompa, pipa, dan aliran air setiap hari agar tidak tersumbat. Selain itu, pantau pH, amonia, dan nitrit secara berkala. Jika ikan terlihat lesu atau muncul perubahan kualitas air, segera periksa penyebabnya dan lakukan penyesuaian secara bertahap agar ikan serta kangkung tetap tumbuh sehat.
7. Memanen Kangkung dan Ikan Lele
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297152/original/033831100_1784081850-Gemini_Generated_Image_vmt6y6vmt6y6vmt6.jpg)
Kangkung biasanya dapat mulai dipanen sekitar 3–4 minggu setelah penanaman, tergantung varietas, kondisi lingkungan, dan perawatannya. Untuk memungkinkan tanaman tumbuh kembali, potong batang dengan alat bersih dan sisakan bagian pangkal serta titik tumbuhnya. Pastikan tanaman yang tersisa tetap memperoleh cahaya dan aliran air yang memadai.
Sementara itu, ikan lele umumnya membutuhkan waktu sekitar 2–3 bulan atau lebih untuk mencapai ukuran panen, bergantung pada ukuran benih awal, pakan, kepadatan, dan kualitas air. Periksa ukuran ikan sebelum menentukan waktu panen.
Saat memanen lele, lakukan penanganan dengan hati-hati agar ikan tidak mengalami stres berlebihan. Setelah panen, bersihkan bagian sistem yang diperlukan dan periksa kondisi tanaman serta ikan yang tersisa. Perawatan rutin setelah panen membantu menjaga sistem tetap produktif untuk siklus budidaya berikutnya.
Pertanyaan Seputar Cara Menanam Kangkung dengan Sistem Aquaponik Sederhana Bersama Ikan Lele di Rumah
Apa itu sistem aquaponik?
Aquaponik adalah sistem budidaya berkelanjutan yang mengkombinasikan akuakultur (budidaya ikan) dan hidroponik (budidaya tanaman tanpa tanah) dalam satu sistem sirkulasi air yang saling menguntungkan.
Apa saja manfaat utama dari aquaponik?
Manfaat utama aquaponik meliputi penghematan air hingga 90% dibandingkan pertanian konvensional, tidak memerlukan lahan luas, dan menghasilkan dua produk sekaligus (ikan dan sayuran).
Mengapa ikan lele dan kangkung cocok untuk sistem aquaponik?
Ikan lele dipilih karena daya tahan tinggi, pertumbuhan cepat, dan limbahnya menjadi nutrisi. Kangkung cocok karena pertumbuhannya cepat, mudah beradaptasi, kebutuhan nutrisi tidak kompleks, dan dapat dipanen berulang kali.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk proses "cycling" dalam aquaponik?
Proses "cycling" untuk membangun koloni bakteri nitrifikasi dalam sistem aquaponik biasanya memakan waktu antara 2 hingga 4 minggu.
Kapan kangkung dan ikan lele bisa dipanen dari sistem aquaponik?
Kangkung dapat dipanen sekitar 3-4 minggu setelah tanam dan bisa dipanen berulang kali. Ikan lele umumnya siap panen setelah 2-3 bulan pemeliharaan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367882/original/087695700_1791366119-Screenshot_2026-10-07_164139.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5272924/original/067898900_1751604930-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__20_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562930/original/087212000_1776842538-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-22T142049.188.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370482/original/053158400_1791627995-hl4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363650/original/026892600_1790909770-kangkung_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359273/original/065999100_1790494978-Gemini_Generated_Image_pfh4tgpfh4tgpfh4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359271/original/045703300_1790494978-Gemini_Generated_Image_pfh4tgpfh4tgpfh4.jpg)