Cara Membuat Perangkap Lalat dari Botol Plastik dan Gula, Lengkap dengan Tips Peletakan

Cara membuat perangkap lalat dari botol plastik dan gula bisa dicoba siapa saja. Lihat takaran umpan, cara memasang, dan tempat terbaik meletakkannya.

Diterbitkan 02 Oktober 2026, 10:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Lalat yang beterbangan di dapur dan meja makan bukan hanya mengganggu, tetapi juga berpotensi membawa kuman. Salah satu solusi murah yang bisa dicoba adalah cara membuat perangkap lalat dari botol plastik dan gula yang bahannya mudah ditemukan di rumah.

Melansir dari jurnal Insects berjudul A Review of Alternative Controls for House Flies (2021) karya Nancy C. Hinkle dan Jerome A. Hogsette, lalat rumah dapat membawa ratusan jenis mikroorganisme penyebab penyakit. Kedua peneliti itu juga menyebut sanitasi sebagai komponen terpenting dalam pengendalian lalat.

Karena itu, perangkap sederhana sebaiknya dipakai untuk melengkapi kebersihan lingkungan, bukan menggantikannya. Berikut adalah cara membuat perangkap lalat dari botol plastik dan gula dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (2/10/2026).

Cara Kerja Perangkap Botol Plastik dan Gula

Lalat rumah (Musca domestica) hinggap di tempat sampah, selokan, hingga sisa makanan, lalu berpindah ke piring dan makanan di meja. Hinkle dan Hogsette (2021) menjelaskan bahwa lalat tidak hanya berjalan di atas makanan, tetapi juga dapat mengeluarkan kotoran dan cairan dari tubuhnya di sana. Akibatnya, peluang makanan tercemar kuman menjadi cukup besar.

Di Indonesia, repositori Poltekkes Kemenkes Yogyakarta memuat penelitian Dena Astrinadia (2025) berjudul Gambaran Kepadatan dan Upaya Pengendalian Lalat di Pasar Sleman Kabupaten Sleman. Penelitian itu menyebut lalat sebagai vektor mekanik yang dapat menyebarkan penyakit seperti diare dan tifoid. Kepadatan lalat tertinggi ditemukan di los daging, yakni 4,2 ekor per grill pada pukul 09.00 WIB dan masih tergolong sedang. Peneliti menyarankan penggunaan yellow trap sebagai pengendalian mekanik.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa lalat bukan sekadar serangga pengganggu. Mengendalikannya, baik di rumah maupun di tempat umum, ikut membantu menjaga kesehatan keluarga.

Mengapa Lalat Perlu Dikendalikan

Perangkap ini memanfaatkan kebiasaan lalat yang tertarik pada aroma manis. Lalat masuk ke dalam botol melalui corong yang dibuat dari leher botol, tetapi kesulitan menemukan jalan keluar sehingga akhirnya terjebak di dalam cairan umpan.

Melansir dari University of Arizona Cooperative Extension, Yavapai County, dalam Nuisance Fly Management (2020), perangkap lalat umumnya memakai umpan berbasis protein dan atau gula. Perangkap semacam itu dapat melengkapi pengendalian lain seperti sanitasi dan pencegahan masuknya lalat, serta sebaiknya diletakkan dekat tempat lalat paling banyak berkumpul.

Perlu dipahami, perangkap tidak akan menghilangkan seluruh lalat. Perangkap berfungsi mengurangi jumlahnya, sementara sumber masalah tetap harus dibersihkan.

Alat dan Bahan yang Perlu Disiapkan

Bahan yang dibutuhkan sangat sederhana dan kemungkinan besar sudah tersedia di rumah. Siapkan hal-hal berikut sebelum mulai.

  • 1 botol plastik bekas berukuran 1,5 liter (botol air mineral atau minuman ringan).
  • Gunting atau pemotong kertas (cutter) yang tajam.
  • 4 sendok makan gula pasir atau gula merah yang diserut.
  • 1 gelas air hangat (sekitar 250 mililiter).
  • 1 sampai 2 sendok makan cuka dapur.
  • Potongan kecil buah yang sangat matang, misalnya pisang atau pepaya (opsional).
  • Selotip kuat atau stapler untuk merekatkan bagian botol.
  • Sarung tangan dan kantong plastik untuk membuang perangkap yang sudah penuh.

1. Siapkan Botol Plastik Bekas yang Bersih

Pilih botol yang bentuknya lurus dan tidak penyok agar mudah dipotong. Bilas botol hingga tidak ada sisa minuman, karena sisa cairan yang tidak jelas komposisinya dapat mengganggu umpan yang dibuat.

Lepaskan tutup dan label botol bila perlu, lalu keringkan bagian luarnya. Botol yang bening lebih disarankan karena cahaya dapat masuk dan membuat lalat lebih mudah tertarik mendekat.

2. Potong Botol Menjadi Dua Bagian

Gunakan gunting atau cutter untuk memotong botol pada bagian sekitar sepertiga dari atas, tepat setelah bagian yang menyempit. Lakukan dengan hati-hati dan arahkan mata pisau menjauhi tangan serta tubuh.

Hasilnya adalah dua bagian, yaitu bagian atas berbentuk corong dengan leher botol dan bagian bawah yang berfungsi sebagai wadah umpan. Haluskan tepi potongan menggunakan gunting agar tidak tajam saat disentuh.

3. Buat Umpan dari Gula dan Air Hangat

Masukkan empat sendok makan gula ke dalam bagian bawah botol, lalu tuang satu gelas air hangat. Aduk menggunakan sendok sampai gula larut sempurna dan cairan terlihat bening.

Biarkan cairan menjadi dingin sebelum perangkap dipasang. Air yang masih panas dapat melunakkan plastik, sedangkan umpan yang terlalu pekat justru lebih lengket dan kurang mudah menguap aromanya. Takaran di atas dapat disesuaikan, tetapi usahakan tinggi cairan hanya sekitar sepertiga dari bagian bawah botol agar lalat tidak langsung menyentuh corong.

4. Tambahkan Cuka atau Potongan Buah Matang

Teteskan satu sampai dua sendok makan cuka ke dalam larutan gula. Aroma asam yang menyerupai makanan mulai berfermentasi membuat umpan lebih menarik bagi lalat.

Sebagai pilihan tambahan, masukkan potongan kecil buah yang sangat matang. Buah yang mulai lembek mengeluarkan aroma manis yang kuat. Namun, jangan terlalu banyak karena umpan yang cepat membusuk akan berbau tidak sedap dan harus lebih sering diganti.

5. Pasang Bagian Atas Botol Secara Terbalik

Balik bagian atas botol sehingga leher botol menghadap ke bawah, lalu masukkan ke dalam bagian bawah botol seperti corong. Pastikan ujung leher botol tidak menyentuh permukaan cairan. Jarak sekitar dua sentimeter sudah cukup.

Rekatkan sambungan kedua bagian dengan selotip atau stapler agar tidak bergeser. Rapatkan celah di sekeliling sambungan supaya lalat hanya bisa masuk melalui lubang corong.

6. Letakkan Perangkap di Tempat yang Tepat

Letakkan perangkap di area yang sering dihinggapi lalat, misalnya dekat tempat sampah, jendela, atau sudut dapur. Pilih tempat yang hangat dan terkena cahaya, tetapi tidak langsung bersebelahan dengan makanan.

Melansir dari Pest Control Technology (PCT Online) dalam tulisan Conquering the Challenges of Flies, perangkap berumpan yang diletakkan di area luar ruangan perlu ditempatkan dengan cermat. Penempatan yang keliru dapat menarik lebih banyak lalat ke sekitar bangunan daripada biasanya. Karena itu, jauhkan perangkap dari pintu masuk utama dan area makan, serta letakkan di tempat yang tidak terjangkau anak-anak dan hewan peliharaan.

Hindari pula meletakkan perangkap di tempat yang sulit dijangkau karena Anda perlu memeriksanya setiap hari. Bila di rumah ada anak kecil atau hewan peliharaan, pilih posisi yang tinggi atau di balik pagar kecil agar botol tidak tersenggol dan isinya tidak tumpah.

7. Merawat dan Mengganti Umpan

Periksa perangkap setiap hari. Bila cairan mulai keruh, berbau menyengat, atau sudah penuh lalat, segera ganti isinya. Pada umumnya umpan cukup diganti setiap tiga sampai lima hari, tergantung jumlah lalat dan suhu ruangan.

Catat tanggal pemasangan dengan spidol di badan botol supaya jadwal penggantian tidak terlewat. Cuci botol bila akan digunakan kembali, atau buat perangkap baru dari botol lain. Perangkap yang dibiarkan terlalu lama justru bisa menjadi tempat tumbuh kuman dan menimbulkan bau.

 

8. Cara Membuang Lalat yang Terperangkap dengan Aman

Kenakan sarung tangan sebelum membongkar perangkap. Tutup lubang corong dengan selotip atau masukkan seluruh botol ke dalam kantong plastik, lalu ikat rapat sebelum dibuang ke tempat sampah yang tertutup.

Jangan menuang isi perangkap ke saluran air di dalam rumah. Setelah selesai, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama kurang lebih 20 detik agar kuman tidak berpindah ke makanan atau peralatan dapur.

Kesalahan yang Membuat Perangkap Kurang Efektif

Kesalahan pertama adalah menaruh perangkap di tempat yang jarang dilewati lalat. Perangkap paling baik diletakkan dekat tempat lalat sering berkumpul, bukan di ruangan yang bersih dan tertutup.

Kesalahan kedua adalah membiarkan sumber makanan lalat tetap terbuka. Bila sampah dan sisa makanan tidak ditutup, umpan di botol harus bersaing dengan aroma yang jauh lebih kuat. Kesalahan ketiga adalah lupa mengganti umpan sehingga aromanya hilang atau malah berbau busuk.

Selain itu, jangan membuat lubang corong terlalu lebar. Lubang yang besar memudahkan lalat keluar kembali. Diameter leher botol bawaan umumnya sudah cukup.

Langkah Pencegahan agar Lalat Tidak Datang Lagi

Hinkle dan Hogsette (2021) menegaskan bahwa sanitasi, yaitu menghilangkan bau yang menarik lalat, adalah komponen terpenting. Lalat juga sulit dicegah masuk bila tidak ada penghalang, sehingga mereka menyarankan upaya pencegahan seperti kasa jendela dan pintu.

Di rumah, langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain membuang sampah setiap hari, memakai tempat sampah bertutup, menutup makanan di meja dengan tudung saji, dan segera membersihkan tumpahan makanan atau minuman. Lantai dapur dan saluran pembuangan juga perlu dibersihkan secara rutin.

Dengan kebiasaan tersebut, perangkap botol plastik dan gula akan bekerja lebih optimal sebagai pelengkap. Bila lalat masih sangat banyak, periksa kemungkinan adanya sumber berkembang biak di sekitar rumah, seperti sampah menumpuk atau kotoran hewan yang dibiarkan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Membuat Perangkap Lalat

1. Apakah perangkap lalat dari botol plastik dan gula benar-benar efektif?

Perangkap ini dapat menangkap sebagian lalat, terutama bila diletakkan dekat tempat lalat berkumpul. Namun, fungsinya sebatas pelengkap kebersihan lingkungan.

2. Berapa lama umpan sebaiknya diganti?

Umumnya setiap tiga sampai lima hari. Ganti lebih cepat bila cairan keruh, berbau tidak sedap, atau botol sudah penuh.

3. Bolehkah memakai gula merah atau madu sebagai pengganti gula pasir?

Boleh. Gula merah yang diserut dan dilarutkan dalam air hangat juga mengeluarkan aroma manis yang disukai lalat.

4. Mengapa perlu menambahkan cuka?

Aroma asam menyerupai makanan yang mulai berfermentasi sehingga umpan terasa lebih menarik bagi lalat. Namun, cuka bersifat opsional.

5. Perlukah menambahkan sabun cuci piring?

Tidak wajib. Setetes sabun dapat menurunkan tegangan permukaan cairan sehingga lalat lebih mudah tenggelam, tetapi umpan sudah cukup berfungsi tanpa sabun.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6