Liputan6.com, Wina - Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa terus memicu dampak serius. Sejumlah negara di Eropa Tengah dan Timur mencatat rekor suhu baru, sementara kebakaran hutan dan kekeringan masih melanda berbagai wilayah di benua tersebut.
Dikutip dari The Guardian, Sabtu (8/8/2026) Slovakia, Austria, dan Hungaria termasuk negara yang mencatat suhu tertinggi baru. Pada Kamis, badan hidrometeorologi Slovakia melaporkan suhu di Dolné Plachtince mencapai 42 derajat Celsius atau 108 derajat Fahrenheit.
Cuaca panas dan kekeringan juga berdampak terhadap sistem kelistrikan Polandia. Otoritas setempat terpaksa menghentikan sementara operasi pembangkit listrik tenaga batu bara Kozienice dan Połaniec setelah debit air Sungai Vistula turun ke tingkat kritis.
Advertisement
Rendahnya permukaan air sungai membuat pasokan air untuk sistem pendingin pembangkit terbatas. Penghentian tersebut mengurangi sekitar 1,3 gigawatt kapasitas dari sistem kelistrikan Polandia.
Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk meminta para pemberi kerja memastikan kondisi pekerja tetap aman dengan menyediakan pendingin udara dan air minum dingin.
Di Jerman, aktivis lingkungan yang menyerukan penghentian penggunaan bahan bakar fosil menggelar demonstrasi di luar kantor kanselir. Mereka memprotes minimnya langkah pemerintah untuk melindungi masyarakat dari dampak panas ekstrem.
Perkiraan terbaru Robert Koch Institute menunjukkan sekitar 11.900 orang di seluruh Jerman meninggal akibat panas selama musim panas ini.
"Gelombang panas ekstrem ini dan dampaknya merupakan akibat dari kebijakan bahan bakar fosil yang sepenuhnya tidak bertanggung jawab dan sangat berbahaya," kata Annkatrin Schwirten dari Fridays for Future Berlin.
"Kita tidak boleh terbiasa dengan ribuan kematian akibat panas setiap musim panas," ujarnya.
Â
PLTN Sempat Dimatikan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4129397/original/068952900_1660904118-Dampak_Kekeringan_di_Pemandian_Air_Panas_yang_Terkenal_di_Austria-AFP__2_.jpg)
Sementara itu, Perdana Menteri Hungaria Péter Magyar mengatakan melalui X pada Kamis bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir yang sempat dimatikan sementara akan kembali beroperasi.
"Kabar baik: kita sudah sembilan sentimeter di atas titik terendah Sungai Donau pada Minggu, dan hujan diperkirakan turun di daerah tangkapan air Austria," tulis Magyar.
Ia juga mengatakan salah satu turbin di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Paks telah kembali beroperasi. Meski demikian, Magyar menyebut kebutuhan untuk mengurangi konsumsi listrik secara sukarela tetap tinggi karena suhu panas masih berlangsung.
Gelombang panas yang ekstrem dan kekeringan yang terus berlanjut semakin diperparah oleh krisis iklim yang kian memburuk. Para ahli memperingatkan kondisi tersebut memberikan tekanan besar terhadap masyarakat, infrastruktur penting, serta satwa liar di berbagai wilayah Eropa.
Paweł Pomian dari EKO-UNIA, organisasi lingkungan Polandia, mengatakan pembangkit listrik yang turut mendorong perubahan iklim kini semakin merasakan dampaknya.
Menurutnya, kondisi ekstrem yang terjadi musim panas ini akibat pembakaran bahan bakar fosil harus menjadi "peringatan keras" bukan hanya bagi Polandia, tetapi juga seluruh Eropa.
"Semakin cepat kita mengembangkan energi angin dan surya—teknologi yang membutuhkan air paling sedikit untuk menghasilkan listrik—semakin baik kita dapat melindungi ketahanan energi sekaligus sungai-sungai kita," kata Pomian.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4129378/original/066657800_1660903542-Dampak_Kekeringan_di_Pemandian_Air_Panas_yang_Terkenal_di_Austria-AFP__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3039961/original/009438800_1580724289-20200203-BMKG-merilis-peringatan-waspada-potensi-hujan-lebat-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317989/original/046139200_1786083478-000_C3QU39L-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317724/original/009166300_1786067380-Untitled.jpg)