Solidaritas untuk CNN, Jaringan TV AS Kompak Boikot Liputan Agenda Trump

CNN bersama dua media lainnya resmi dilarang masuk ke Gedung Putih oleh Trump.

Diterbitkan 22 September 2026, 09:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Sejumlah jaringan televisi (TV) besar di Amerika Serikat (AS) berhenti mengirim kru kamera untuk meliput sejumlah agenda Presiden Donald Trump di Gedung Putih. Langkah itu diambil setelah CNN tidak diperbolehkan menjalankan giliran liputannya sebagai bagian dari pool pers Gedung Putih.

Pool pers adalah sistem peliputan bergilir yang digunakan karena tidak semua wartawan dan kru televisi dapat berada dekat dengan presiden pada saat yang sama. Sejumlah kecil wartawan dan satu kru televisi mendapat giliran meliput secara langsung, kemudian hasil liputannya dibagikan kepada media lain.

CNN seharusnya menjalankan salah satu tugas tersebut, tetapi Gedung Putih mencegahnya menjalankan giliran itu. Sebagai bentuk solidaritas, empat jaringan televisi lain yang tergabung dalam pool—ABC, CBS, NBC, dan Fox News—ikut menghentikan pengiriman kru.

Dengan CNN, total ada lima jaringan televisi dalam pool tersebut.

Keputusan itu membuat siaran gambar dari kru televisi pool, yang biasanya dibagikan kepada berbagai jaringan dan media, tidak tersedia untuk sebagian besar agenda Trump.

Bryan Boughton, Kepala Biro Fox News di Washington DC sekaligus ketua pool televisi, menyampaikan keputusan tersebut melalui email kepada anggota pool pada Senin (21/9).

"Keputusan ini menyusul sikap Gedung Putih yang menghalangi CNN menjalankan tugas pool sesuai jadwal," kata Boughton dalam email yang diperoleh USA TODAY. "Tidak akan ada pool pengganti."

Gedung Putih tetap menyiarkan sendiri berbagai agenda Trump melalui layanan streaming. Namun, jaringan televisi selama ini mengandalkan kru pool untuk mendapatkan gambar dan suara yang kemudian digunakan dalam pemberitaan mereka.

Dampak penghentian liputan itu langsung terlihat. Saat Trump berbicara dalam acara peresmian helipad baru Gedung Putih pada Senin, suaranya tidak terdengar dalam siaran langsung Gedung Putih karena tidak ada perangkat mikrofon yang biasanya dibawa kru pool untuk menangkap suara presiden dari dekat.

Tidak adanya kru pool juga berdampak pada perjalanan Trump ke New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB pada Senin. Tidak ada kru televisi yang dijadwalkan ikut dalam perjalanan tersebut.

Perselisihan mengenai tugas CNN dalam pool terjadi di tengah kebijakan Gedung Putih yang lebih luas terhadap tiga media.

Pada akhir pekan, wartawan dari CNN, MS NOW, dan Politico ditolak masuk ke Gedung Putih setelah larangan terhadap ketiga media tersebut mulai diberlakukan.

Trump menuduh ketiga media tersebut secara terus-menerus menyebarkan "berita palsu" (fake news), kebohongan, dan fiksi yang menyudutkan serta merugikan pemerintahannya.

 

 

Solidaritas Media Menguat, Gedung Putih Bela Larangan

Menanggapi keputusan jaringan-jaringan televisi untuk menghentikan liputan pool, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan media tidak berhak menuntut tempat di Ruang Oval Presiden. Menurut pejabat tersebut, wartawan tetap dapat melakukan peliputan dari area tepat di luar Gedung Putih.

Solidaritas juga datang dari media yang menempatkan fotografer dalam pool Gedung Putih. Reuters, Getty Images, The New York Times, dan The Washington Post sepakat untuk tidak menerbitkan atau mendistribusikan foto apa pun yang diambil pada 21 September hingga tengah malam pada hari berikutnya.

Di luar aksi solidaritas dalam sistem pool, CNN, MS NOW, dan Politico pada Senin bersama-sama mengajukan gugatan federal terhadap Trump. Ketiga media itu berusaha mendapatkan kembali akses ke Gedung Putih setelah wartawan mereka ditolak masuk pada akhir pekan.

Gugatan tersebut menyatakan bahwa larangan Trump terhadap ketiga media itu merampas hak para wartawan atas kebebasan pers yang dijamin Amandemen Pertama Konstitusi AS, serta hak mereka atas proses hukum yang semestinya berdasarkan Amandemen Ke-14.

Wakil Presiden JD Vance membantah bahwa kebijakan Trump merupakan larangan terhadap media. Ia menyampaikan pernyataan itu kepada wartawan sebelum bertolak ke Greensboro, North Carolina, meski Trump sendiri sebelumnya menyebut langkah tersebut sebagai “larangan terhadap pers bebas”.

"Dia tidak melarang media. Yang dia katakan adalah kami tidak akan memberikan akses khusus ke Gedung Putih jika Anda menjalankan sesuatu yang pada dasarnya merupakan propaganda," kata Vance.

Vance kemudian mengeklaim bahwa 92 persen pemberitaan CNN, MS NOW, dan Politico mengenai Trump bernada negatif.

"Itu tidak mewakili rakyat AS. Itu tidak mewakili opini publik," tegas Vance. "Jadi, jika Anda melakukan sesuatu yang pada dasarnya merupakan propaganda sayap kiri, mengapa pemerintahan Partai Republik harus memberikan Anda akses khusus?"

Trump membela larangannya melalui unggahan di Truth Social pada Senin.

"Gedung Putih tidak sedang melancarkan serangan terhadap Pers Bebas, sesuatu yang saya junjung tinggi. Gedung Putih sedang melancarkan serangan terhadap BERITA PALSU, sesuatu yang telah berkembang seperti kanker di AS yang kita cintai," tulis Trump.