JPO Depan RS Dharmais Bakal Dilengkapi Lift

Pembangunan jembatan penyeberangan di depan Rumah Sakit (RS) Kanker Dharmais dan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita rampung pada 2027.

Diterbitkan 06 November 2026, 23:53 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan perkembangan mengenai pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) ramah disabilitas dekat Rumah Sakit Dharmais dan Harapan Kita. Pramono menargetkan pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) ramah disabilitas di depan Rumah Sakit (RS) Kanker Dharmais dan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta Barat, rampung pada 2027.

“Jadi untuk JPO yang ramah disabilitas, sebenarnya bukan hanya nanti di RS Dharmais, tetapi segera saya minta untuk dikerjakan,” kata Pramono di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (6/11/26).

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Heru Suwondo mengatakan, JPO akan dilengkapi tiga lift di area rumah sakit, bagian tengah yang terhubung dengan halte, dan sisi seberang jalan untuk memudahkan penyandang disabilitas dan lansia.

"Terkait tadi JPO ramah disabilitas untuk yang di depan Dharmais, kebetulan yang mengerjakan nanti Transjakarta, Pak,” kata Heru.

Heru mengungkapkan di lokasi tersebut berkaitan erat dengan halte-halte TransJakarta. "Karena di situ ada halte TJ-nya baik sisi timur dan sisi barat. Nanti akan ada lift-nya di rumah sakit, dan di tengah yang menuju ke halte, dan juga yang ke sisi sebelahnya,” jelas Heru.

Heru mengatakan target dimulainya akan dilaksanakan pada tahun depan, sedangkan penyelesaiannya akan dirampungkan pada tahun 2027. Maka dari itu, Heru berharap pembangunan dapat selesai dengan cepat dan menjadi hadiah baru bagi Jakarta.

“Mudah-mudahan buat ulang tahun kita semua, ulang tahun Jakarta,” kata Pramono.

 

Kendala Pembangunan Jalan Layang Non Tol

Pramono juga menyinggung kendala utama yang menjadi hambatan dalam pembangunan Jalan Layang Non Tol (JLNT). Menurut Pramono, permasalahan secara umum bisa diselesaikan secara sederhana.

“Kalau saya harus mengatakan dengan jujur ya, kenapa hal sederhana, komunikasi dan percaya. Jika tidak ada komunikasi, tidak ada trust, sampai kapan pun tidak akan pernah selesai,” kata Pramono.

Pramono mengatakan, kasus yang sama juga sempat terjadi sebelumnya. Menurut Pramono, sempat ada jalan mangkrak yang berbeda ukuran tinggi selama bertahun-tahun.

“Bertahun-tahun enggak selesai. Begitu saya ke lapangan, saya minta untuk diselesaikan, ternyata selesai. Karena apa? Ya komunikasi tadi. Jadi salah satu hal yang menjadi handicap selama ini, ya saya sebut dengan ego yang terlalu berlebihan,” ujar Pramono.

Pramono menjelaskan ingin membuka ruang lebih untuk hal itu. “Nah saya kebetulan agak hobi menyelesaikan yang begitu-begitu. Komunikasi kita buka, kita dengarkan apa yang menjadi hal yang bisa dipertemukan perbedaan itu dan ketika saya turun tangan ini, mungkin 2 minggu yang lalu, saya sudah punya gambaran, oh ini bisa diselesaikan,” ungkap Pramono.

Pramono pun menugaskan pihak Asisten Pembangunan (Asbang) untuk memimpin secara mandiri tanpa melibatkan pihak OPD (Organisasi Perangkat Daerah).

“Maka dengan turunnya Pak Asisten Pembangunan atas nama gubernur, ruang diskusinya dibuka, dialognya dibuka, dan alhamdulillah ada titik temu dan ada kesepakatan,” jelas Pramono.

Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta sudah meminta waktu penyelesaian selama satu bulan, namun karena adanya penawaran, penargetan kini menjadi 3 bulan.

“Yang paling penting bermanfaat bagi masyarakat,” kata Pramono.

Sedangkan mengenai anggarannya, Pramono menjelaskan akan diselesaikan melalui metode Creative Financing. “Ya, karena ini sebenarnya udah tinggal finalisasi lah. Jadi memang ada beban yang bisa dihitung antara kontraktor atau yang membangun dengan kita (Pemprov),” tutur Pramono

Pramono menekankan pihak Asisten Pembangunan (Asbang) bisa lakukan perhitungan penyelesaian dalam waktu cepat. “Yang penting tidak menjadi beban APBD, tapi saya yakin akan selesai dalam tiga bulan,” tandas Pramono.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6