BRI Salurkan KUR Rp144,59 Triliun ke 2,76 Juta Debitur, Sektor Produksi Mendominasi

KUR BRI mencapai Rp144,59 triliun untuk 2,76 juta debitur hingga Agustus 2026. Sektor produksi mendominasi, pertanian jadi penyumbang terbesar.

Diterbitkan 28 Oktober 2026, 12:06 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BRI menyalurkan KUR Rp144,59 T ke 2,76 juta debitur hingga Agustus 2026.
  • 68,38% KUR disalurkan ke sektor produksi, didominasi pertanian, perkuat ekonomi.
  • BRI konsisten perkuat UMKM dan ekonomi nasional melalui KUR sejak 2015.

Liputan6.com, Jakarta - Akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus diperluas PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selama Januari hingga Agustus 2026, penyaluran KUR BRI mencapai Rp144,59 triliun dan menjangkau 2,76 juta debitur.

Sektor produksi menyerap Rp98,86 triliun atau 68,38 persen dari keseluruhan penyaluran tersebut. Porsi ini memperlihatkan fokus BRI dalam mendukung pembiayaan kegiatan usaha produktif.

Adapun sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menjadi penyumbang terbesar, dengan porsi 42,79 persen dari total KUR BRI yang disalurkan sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Besarnya pembiayaan pada sektor tersebut sekaligus mencerminkan komitmen perseroan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Perkuat Usaha Produktif dan Rantai Pasok di Daerah

Besarnya penyaluran KUR ke sektor produksi juga menunjukkan peran strategis BRI dalam memperkuat struktur ekonomi kerakyatan, khususnya pada sektor-sektor yang memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Melalui pembiayaan kepada pelaku usaha di sektor pertanian dan berbagai sektor produktif lainnya, BRI berupaya mendorong peningkatan kapasitas usaha sekaligus memperkuat rantai pasok dan aktivitas ekonomi di tingkat daerah.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengungkapkan bahwa capaian tersebut menunjukkan konsistensi BRI dalam mengarahkan pembiayaan kepada sektor-sektor produktif yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Penyaluran KUR menjadi bagian dari komitmen BRI dalam memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan tepat sasaran bagi UMKM. Dominasi sektor produksi juga menunjukkan peran KUR dalam mendorong peningkatan produktivitas, menciptakan nilai tambah, dan memperkuat perekonomian di berbagai daerah,” ujar Akhmad.

Dalam penyalurannya, BRI senantiasa mengedepankan ketepatan sasaran, prinsip kehati-hatian, dan kualitas pembiayaan. Jaringan layanan yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia turut memperkuat kemampuan Perseroan dalam memahami kebutuhan dan karakteristik usaha masyarakat.

“KUR BRI bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput. BRI akan terus menjaga kualitas penyaluran KUR agar memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan usaha dan membuka kesempatan bagi semakin banyak UMKM untuk tumbuh dan naik kelas,” lanjut Akhmad.

 

Penyaluran KUR Kumulatif Capai Rp1.580 Triliun

Sepanjang periode 2015 hingga Agustus 2026, BRI secara kumulatif telah menyalurkan KUR sebesar Rp1.580 triliun kepada 49,2 juta penerima di seluruh Indonesia. Capaian tersebut merefleksikan konsistensi BRI dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkuat peran UMKM sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional.

Sejalan dengan komitmen memperluas akses pembiayaan produktif, BRI juga terus mendukung berbagai program prioritas pemerintah, termasuk dalam memperkuat akses pembiayaan pada sektor perumahan.

Hingga akhir Agustus 2026, BRI telah menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp11,9 triliun, yang terdiri atas KPP Demand sebesar Rp9,62 triliun dan KPP Supply sebesar Rp2,29 triliun.

“Dengan mengintegrasikan akses pembiayaan dan pemberdayaan usaha, BRI berkomitmen untuk mendorong UMKM agar semakin produktif, memiliki daya saing yang lebih kuat, serta mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Akhmad.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6