Kumpulan Hoaks terkait Singapura Beredar di Medsos, Cek Faktanya

Salah satu hoaks yang beredar yakni PM Singapura mengomentari Indonesia sebagai negara yang tidak akan maju karena gila agama.

Diterbitkan 27 Oktober 2026, 20:05 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Negara Singapura tidak luput menjadi target sasaran hoaks yang beredar di media sosial. Salah satu hoaks yang beredar yakni PM Singapura mengomentari Indonesia sebagai negara yang tidak akan maju karena gila agama.

Lantas apa saja hoaks terkait Singapura yang beredar di media sosial? Simak daftar dan faktanya berikut ini: 

1. Cek Fakta: Klarifikasi Menkes Budi Gunadi soal Pabrik Vaksin TBC M72 Berada di Singapura

Klaim tentang pabrik vaksin tuberkulosis M72 berada di Singapura beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 8 Mei 2025.

Akun Facebook tersebut mengunggah foto pertemuan antara pemilik Microsoft Bill Gates dengan Presiden Prabowo Subianto. Dalam gambar itu terdapat narasi bahwa vaksin TBC berada di Singapura.

"Bill Gates Pilih Indonesia untuk Uji Coba Vaksin TBC, Pabriknya Dibangun di Singapura," demikian narasi dalam gambar tersebut.

"Nanti kalau rakyat menolak ujicoba Vaksin TBC, maka oknum pejabat yang paling punya Negara akan koar², "kalau nggak mau jd ujicoba Vaksin TBC, jangan tinggal di negara ini...!"

Rakyat yg dikorbankan, tapi negara S'pore yg makmur. Apa mereka takut klu bangun pabrik di sini diganggu sama preman berkedok Ormas itu ya? 😁😎😏😐

Saran saya uji coba VAKSIN TBC berikan ke 58℅ Pemilih bapak Prabowo Terlebih dahulu. Jika dirasa sudah aman dan Zero Accident barulah bisa diberikan ke yang lain..." tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 17 kali direspons dan mendapat 16 komentar dari warganet.

Benarkah klaim tentang pabrik vaksin TBC M72 berada di Singapura? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

2. Cek Fakta: Tidak Benar Artikel PM Singapura Sebut Indonesia Tidak Akan Maju karena Gila Agama

Beredar di media sosial postingan artikel PM Singapura mengomentari Indonesia sebagai negara yang tidak akan maju karena gila agama. Postingan itu beredar sejak dua pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 1 September 2024.

Dalam postingannya terdapat artikel CNBC Indonesia berjudul "PM Singapura Sebut: Negara Gila Agama, Negara Yang Tidak Akan Maju ContohNya Indonesia"

Akun itu menambahkan narasi:

"MUI cuek. Egp umat yg gobl*k2 langganan BLT dan negara menjadi eksportir TKW terbesar. Kalau umat gak gobl*k, fatwa turun pamor, MIU dicuekin."

Lalu benarkah postingan artikel PM Singapura mengomentari Indonesia sebagai negara yang tidak akan maju karena gila agama? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

3. Cek Fakta: Tidak Benar Aplikasi PeduliLindungi Buatan Singapura

Informasi terkait aplikasi PeduliLindungi yang disebut buatan Singapura beredar di media sosial. Informasi tersebut disebarkan oleh salah satu akun Facebook pada 16 September 2021. Adanya informasi tersebut juga terdapat unggahan foto dari tangkapan layar dari cuitan dari sebuah akun Twitter dan narasi sebagai berikut:

"Ternyata aplikasi PEDULI LINDUNGI itu aplikasi bikinan SINGAPORE. Gila….

Seluruh data kita direkam Singapore, dan kedaulatan Data Indonesia sudah ada ditangan mereka, meski ini aplikasi Telkom. Mereka tau Alamat kita, tgl Lahir kita, email kita, kita makan apa, kita kemana aja… semua mereka tau. Kalau info ini salah mohon saya di informasikan apa yang salah. 🙏🙏🙏🙏🙏🙏"

"indonesia nga kurang2 orang hebat, kenapa applikasi PEDULI LINDUNGI buatan orang singapura. masalah melindungi data indonesia lemah, padahal programer2 indonesia ndak kalah dengan programer2 luar negeri, contoh yang terbukti KawalPemilu.org adalah situs yang digagas oleh Ainun Najib yang memuat tabulasi dari hasil rekapitulasi," tulis akun Facebook tersebut.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut sudah mendapatkan 14 komentar, 19 disukai, dan 1 kali dibagikan oleh warganet.

Lalu, benarkah aplikasi PeduliLindungi adalah buatan Singapura? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.