KSPSI Ingatkan Massa Demo 28 Oktober Tak Anarkis dan Sebar Hoaks

KSPSI mengajak masyarakat mengutamakan dialog dan musyawarah serta tidak menyebarkan informasi yang dapat memperkeruh suasana.

Diterbitkan 27 Oktober 2026, 20:18 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • KSPSI mengimbau mahasiswa dan masyarakat tidak kekerasan dalam menyampaikan aspirasi.
  • Aksi harus tertib, aman, damai, bertanggung jawab, tidak anarkis, dan tidak merusak fasilitas.
  • Pemerintah akomodatif, KSPSI ajak dialog damai, aparat persuasif, hindari hoaks.

Liputan6.com, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPP KSPSI) mengimbau mahasiswa dan elemen masyarakat untuk tidak mengedepankan kekerasan dalam menyampaikan aspirasi pada 28 Oktober 2026.

Ketua Umum KSPSI Moh Jumhur Hidayat mengajak masyarakat menyampaikan aspirasi secara tertib, aman, dan damai.

"KSPSI mengingatkan agar aksi dilakukan secara bertanggung jawab, tidak terprovokasi, tidak melakukan tindakan anarkis, serta tidak merusak fasilitas publik maupun mengganggu kepentingan masyarakat luas," kata Jumhur, Selasa (27/10/2026).

KSPSI menilai pemerintah saat ini telah menunjukkan sikap akomodatif dan terbuka terhadap masukan masyarakat. Keterbukaan tersebut dinilai sebagai ruang positif yang perlu dijaga bersama.

Oleh karena itu, penyampaian aspirasi sebaiknya tetap mengedepankan cara-cara damai, musyawarah, dan dialog, bukan provokasi atau kekerasan.

KSPSI juga mengajak seluruh pihak, termasuk aparat keamanan, untuk mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam menjaga ketertiban.

"Masyarakat turut diimbau tidak menyebarkan hoaks atau informasi yang dapat memperkeruh suasana," imbuhnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    KSPI adalah singkatan dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia.
    KSPI
  • Berbagai aksi demonstrasi terjadi di Jakarta dan Yogyakarta pada pertengahan Juni 2026, melibatkan mahasiswa dan elemen masyarakat dengan tuntutan beragam serta lokasi yang berbeda.
    Berbagai aksi demonstrasi terjadi di Jakarta dan Yogyakarta pada pertengahan Juni 2026, melibatkan mahasiswa dan elemen masyarakat dengan tuntutan beragam serta lokasi yang berbeda.
    Demo
  • Demo 28 Oktober