Liputan6.com, Jakarta - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto berharap produksi gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) dari Lapangan Abadi Blok Masela dapat terealisasi pada 2029. Meski demikian, ia meminta agar penyelesaiannya tidak molor melewati tahun 2030.
INPEX Masela Ltd. tercatat telah menyelesaikan tahapan Front-End Engineering Design (FEED) pada Oktober 2026. Dengan selesainya tahap ini, penandatanganan Keputusan Investasi Akhir (Final Investment Decision/FID) diproyeksikan dapat dilakukan pada awal 2027.
“Pesan Bapak Presiden, produksi gas dari proyek Abadi ini diminta mulai beroperasi secepatnya. Kalau bisa tahun 2029 bagus, 2030 bagus, atau paling lambat jangan jauh dari akhir 2030,” kata Djoko di Ritz-Carlton, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Advertisement
Ia menjelaskan, kontribusi dari Lapangan Abadi Blok Masela sangat krusial dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Proyek LNG Abadi Masela ini menyerap total nilai investasi sekitar US$ 22 miliar.
Lapangan Abadi Masela ditargetkan memproduksi 1.380 MMscfd gas, yang dialokasikan untuk penjualan LNG sebesar 9,5 juta ton per tahun dan gas pipa domestik sebesar 100 MMscfd, serta kondensat sebanyak 35.000 barel per hari.
“Proyek LNG Abadi yang merupakan salah satu proyek strategis nasional ini menjadi proyek yang sangat ditunggu oleh semua pihak, baik pemerintah, masyarakat Indonesia pada umumnya, maupun masyarakat Maluku pada khususnya,” terangnya.
Ekspor LNG dan Pasokan Singapura
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383776/original/046206700_1793097920-email-attachment_2026_10_27_ariefhakim-at-klyid_bos-skk-migas-sebut-arab-mau-kirim-minyak-mentah-ke-ri-bebas-ongkir_1000487792.jpg)
Sebelumnya, Djoko Siswanto juga mengutarakan bahwa Indonesia tetap akan mengirim pasokan LNG ke Singapura, meskipun pemerintah memangkas alokasi ekspor gas pipa ke negara tetangga tersebut.
Djoko menyebutkan, LNG tersebut akan diekspor ke BP Singapore dan Shell Singapore. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia telah menandatangani persetujuan ekspor tersebut.
“Kemarin Bapak Menteri menandatangani ekspor LNG ke BP Singapura dan Shell Singapura. Walaupun kita mengurangi sedikit volume gas pipa, ekspor kita ke Singapura tetap berjalan konsisten,” jelasnya.
Advertisement
Penuhi Kebutuhan Domestik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383777/original/011184400_1793097935-email-attachment_2026_10_27_ariefhakim-at-klyid_bos-skk-migas-sebut-arab-mau-kirim-minyak-mentah-ke-ri-bebas-ongkir_1000487791.jpg)
Selain komitmen ekspor, Djoko menambahkan bahwa kontrak pengadaan gas alam untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri juga terus berjalan. PT PLN (Persero) dan PT PGN (Persero) Tbk akan memperoleh alokasi LNG.
Di sisi lain, PT Pupuk Indonesia (Persero) mendapat kepastian alokasi gas pipa yang juga telah disetujui oleh Bahlil.
“Alhamdulillah, Bapak Menteri telah menandatangani persetujuan alokasi gas domestik, baik berupa gas pipa untuk Pupuk Indonesia maupun LNG untuk PLN dan PGN,” tuturnya.
Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) tersebut dijadwalkan bakal resmi ditandatangani dalam ajang Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersil (Forek) Hulu Migas pada 28 Oktober 2026.
RI Pangkas Ekspor Gas Pipa
Sebagai informasi, Pemerintah Indonesia sebelumnya mengurangi sebagian ekspor gas pipa sebesar 31 juta kaki kubik standar per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd) ke Singapura. Angka ini setara 8% dari total volume ekspor sebesar 409,55 MMscfd, yang dilakukan demi memenuhi lonjakan kebutuhan domestik dan perawatan fasilitas.
Menteri ESDM sekaligus Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia memastikan penyesuaian ekspor tersebut tetap berada dalam batas minimum kesepakatan kontrak.
“Pengurangan 31 MMscfd tersebut masih berada dalam batas kontrak minimum kita, yaitu sekitar 91 sampai 92%,” ungkap Bahlil dalam konferensi pers ketahanan energi di Kementerian ESDM, Senin (26/10/2026).
Bahlil menerangkan bahwa total pasokan ekspor gas pipa Indonesia ke Singapura mencapai 409,55 MMscfd yang bersumber dari dua wilayah operasional, yakni Laut Natuna dan Sumatra.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5150531/original/011713400_1741077091-Kuda1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370019/original/097624000_1791544375-asap.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5041778/original/033342300_1733738907-Sampul1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383535/original/061676900_1793090887-bpjs_kesehatan_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5393789/original/018389200_1761613015-proyek_gas_abadi_Blok_Masela..jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383776/original/046206700_1793097920-email-attachment_2026_10_27_ariefhakim-at-klyid_bos-skk-migas-sebut-arab-mau-kirim-minyak-mentah-ke-ri-bebas-ongkir_1000487792.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1553962/original/019771000_1540541277-singa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5452614/original/031841000_1766410968-WhatsApp_Image_2025-12-22_at_19.29.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377940/original/062777200_1792483302-WhatsApp_Image_2026-10-20_at_15.01.03.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349082/original/028328900_1789471221-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_11.08.43_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346120/original/025129300_1789110460-email-attachment_2026_09_11_ariefhakim-at-klyid_bahlil-lahadalia-pastikan-harga-bbm-subsidi-tidak-naik-meski-minyak-dunia-bergejolak_1000438085.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334912/original/039737600_1787904899-WhatsApp_Image_2026-08-28_at_09.49.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2222986/original/020734000_1526974688-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318516/original/009709600_1786100594-IMG_20260807_133125.jpg)