Liputan6.com, Jakarta Daun pandan menjadi salah satu tanaman dapur yang wajib ada karena aromanya khas dan perawatannya mudah. Cara menanam daun pandan agar tumbuh banyak sebenarnya cukup sederhana, asalkan media tanam, air, dan cahayanya diperhatikan dengan baik.
Kuncinya terletak pada pemilihan bibit sehat serta rutin memisahkan anakan yang muncul di sekeliling rumpun. Memahami cara menanam daun pandan agar tumbuh banyak membuat satu pokok bisa beranak-pinak menjadi belasan tanaman baru dalam hitungan bulan.
Berdasarkan Healthline, daun pandan tumbuh dalam rumpun berbentuk kipas dengan panjang helai sekitar 30-51 cm bergantung varietasnya, dan sudah lama dimanfaatkan sebagai penyedap alami di masakan Asia Selatan maupun Asia Tenggara.
Advertisement
Menyiapkan Bibit dan Media Tanam Pandan yang Subur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383877/original/083061100_1793107358-Gemini_Generated_Image_ealejuealejueale.jpg)
Langkah awal yang paling menentukan dalam cara menanam daun pandan agar tumbuh banyak adalah menyiapkan bibit berkualitas sekaligus media tanam yang gembur. Pandan menyukai tanah subur yang berdrainase baik supaya akarnya leluasa berkembang dan tidak mudah membusuk.
Mengacu pada panduan Greg, pandan tumbuh paling optimal pada media kaya bahan organik dengan pH tanah sekitar 6,0 hingga 7,0 serta suhu hangat antara 20-35 derajat Celsius. Memilih jenis pandan yang tepat juga penting. Institut Botani Karlsruhe Institute of Technology (KIT), dikutip dari laman kebun botani mereka, menyatakan, "Hanya satu spesies, yaitu pandan sejati (Pandanus amaryllifolius), yang dianugerahi aroma menyerupai vanila yang membuat tanaman ini populer di Asia Tenggara."
-
Pilih bibit dari anakan sehat: Ambil anakan atau tunas samping dari induk yang kuat, berdaun hijau cerah, tidak layu, bebas bercak cokelat, dan tidak terserang hama. Bibit yang sudah memiliki akar gantung akan lebih cepat beradaptasi dan tumbuh.
-
Racik media tanam yang porous: Campurkan tanah, kompos matang, dan sekam bakar atau pasir dengan perbandingan seimbang agar gembur. Banyak pekebun memakai komposisi sekam bakar, kompos, dan tanah 1:2:1 seperti yang umum dipakai saat menanam daun pandan dalam pot.
-
Pilih jenis tanah yang tepat: Tekstur tanah lempung berpasir yang mampu menahan lembap tanpa menggenang sangat dianjurkan supaya aroma tetap tajam. Pertimbangan soal jenis tanah yang cocok untuk pandan membantu mencegah busuk akar.
-
Gunakan pot atau polybag berukuran besar: Wadah berdiameter minimal sekitar 30 cm memberi ruang bagi akar yang aktif melebar. Pot yang lebih besar memungkinkan pandan tumbuh lebih besar, dan cara ini mirip ketika menanam daun pandan di polybag.
-
Siapkan drainase dan tanam bibit: Pastikan dasar wadah memiliki lubang cukup, lalu beri pecahan bata atau genting pada sepertiga bagian bawah. Tanam bibit hingga pangkal daun terbawah, padatkan media sedikit, lalu siram. Jika memakai stek, pelajari pula cara menanam daun pandan tanpa akar agar hemat bibit.
Advertisement
Perawatan Harian agar Daun Pandan Cepat Rimbun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383878/original/092434500_1793107358-Gemini_Generated_Image_981ulk981ulk981u.jpg)
Setelah bibit tertanam, perawatan rutin menjadi inti dari cara menanam daun pandan agar tumbuh banyak dan rimbun. Penyiraman, pencahayaan, dan pemupukan yang konsisten akan mendorong pandan memunculkan daun baru dengan lebih cepat.
Dilansir dari PictureThis, pandan membutuhkan kelembapan yang cukup serta penyiraman teratur, sementara sinar matahari langsung dapat menghanguskan daunnya sehingga cahaya terang tidak langsung lebih disukai. Kabar baiknya, pandan termasuk tanaman yang bersahabat bagi pemula. Michelin Guide, dikutip dari situs resminya, menyatakan, "Anda tidak perlu menjadi ahli berkebun untuk memiliki kebun yang penuh dengan pandan."
-
Siram secara teratur tanpa menggenang: Jaga media tetap lembap dengan menyiram saat lapisan atas tanah mulai kering, dan arahkan air ke pangkal tanaman, bukan ke daun. Hindari genangan karena akar pandan mudah busuk bila terlalu basah.
-
Atur pencahayaan yang sesuai: Tempatkan pandan di lokasi yang mendapat sinar matahari pagi namun terlindung dari terik siang. Pada pot kecil di area sangat panas, beri sedikit naungan agar daun tidak menguning, serupa trik menjaga pandan tetap rimbun di pot kecil.
-
Berikan pupuk secara berkala: Pandan menyukai asupan nutrisi rutin untuk menumbuhkan daun lebat. Gunakan pupuk seimbang seperti NPK 10-10-10 tiap beberapa minggu, atau pupuk organik seperti kompos, pupuk kandang matang, dan air cucian beras. Anda juga bisa memakai beragam bahan alami untuk menyuburkan tanaman dari sisa dapur.
-
Jaga kelembapan udara di sekitar tanaman: Ujung daun yang mengering dan berwarna cokelat biasanya tanda kelembapan terlalu rendah. Semprotkan air halus pada daun secara berkala, terutama saat cuaca panas dan kering.
-
Pangkas dan panen daun dengan benar: Buang daun tua atau yang menguning supaya tunas baru bisa naik dan rumpun tidak terlalu semak. Daun pandan sebaiknya dipanen saat tanaman sudah memiliki delapan hingga sepuluh daun sehat dan setinggi sekitar 30 cm, dengan memetik daun terluar yang lebih tua karena kandungan senyawa aroma 2-asetil-1-pirolin paling tinggi.
Memperbanyak Anakan Pandan agar Jumlahnya Berlipat
Inti dari cara menanam daun pandan agar tumbuh banyak terletak pada kemampuan memperbanyak anakan yang bermunculan di pangkal rumpun. Setiap anakan atau tunas samping berpotensi menjadi satu tanaman pandan baru yang mandiri.
Mengutip jurnal Foods yang diterbitkan MDPI, pandan adalah satu-satunya spesies Pandanus berdaun wangi dan tersebar luas di Asia Tenggara, serta diperbanyak secara vegetatif melalui tunas atau stek karena nyaris tidak pernah berbunga. Karakter inilah yang membuat satu induk bisa menghasilkan banyak tanaman gratis.
-
Kenali anakan yang siap dipisah: Pilih anakan yang sudah setinggi sekitar 15 cm, memiliki tiga sampai empat helai daun, dan menampakkan akar gantung di pangkalnya. Anakan dengan akar yang sudah kuat jauh lebih mudah hidup setelah dipindah.
-
Pisahkan anakan dengan hati-hati: Cabut anakan menggunakan tangan agar akar gantung tidak putus, atau potong dengan pisau tajam yang bersih bila menyatu kuat dengan induk. Lakukan saat musim tumbuh agar pemulihannya cepat.
-
Perbanyak melalui media air: Rendam bagian pangkal berakar ke dalam wadah berisi air bersih dan ganti airnya setiap dua sampai tiga hari. Akar baru umumnya muncul dalam dua hingga tiga minggu, mirip teknik menanam daun pandan di media air yang cocok untuk pemula.
-
Tanam langsung di media tanah: Untuk anakan yang akar gantungnya sudah kuat, tancapkan langsung ke media lembap sedalam pangkal daun terbawah. Jaga media tetap lembap tanpa becek selama masa adaptasi, seperti pada trik menanam pandan di polybag.
-
Aklimatisasi dan repotting berkala: Letakkan anakan baru di tempat teduh selama beberapa hari sebelum dikenalkan ke sinar matahari penuh, dan beri setiap tanaman potnya sendiri. Repotting saat ukuran sudah berlipat atau setiap enam hingga delapan bulan menjaga akar tetap leluasa dan produktif.
Advertisement
Masalah Umum saat Menanam Pandan dan Cara Mengatasinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383880/original/063869500_1793107437-Gemini_Generated_Image_5ge1wr5ge1wr5ge1.jpg)
Meski tergolong bandel, pandan tetap bisa menunjukkan gejala stres apabila perawatannya keliru. Mengenali masalah sejak dini membantu tanaman kembali rimbun, sehat, dan produktif.
Sebagaimana disampaikan Royal Horticultural Society (RHS), tanaman herba sebaiknya ditanam pada media yang subur dan berdrainase baik namun tetap mampu menahan kelembapan, sebab banyak persoalan pandan sebenarnya berakar dari media tanam yang keliru.
-
Daun menguning: Biasanya disebabkan penyiraman berlebihan, kekurangan nutrisi, atau cahaya yang kurang. Perbaiki drainase, kurangi frekuensi siram, dan beri pupuk seimbang; pahami pula pola daun menguning dan layu untuk menemukan pemicunya.
-
Ujung daun cokelat dan kering: Umumnya pertanda kelembapan udara terlalu rendah atau tanah sempat kekeringan. Tingkatkan kelembapan dengan menyemprot daun dan jaga media tetap lembap.
-
Busuk akar: Terjadi akibat air menggenang pada media yang padat. Gunakan media porous, pastikan lubang drainase lancar, dan hentikan penyiraman sampai media agak mengering.
-
Pertumbuhan kerdil: Sering dipicu cahaya yang kurang atau media tanam yang terlalu padat dan miskin hara. Pindahkan ke lokasi lebih terang dan segarkan media tanam.
-
Serangan hama: Kutu daun, tungau, dan kutu putih termasuk gangguan yang paling sering menyerang pandan. Atasi dengan minyak nimba (neem oil), semprotan air bertekanan, dan isolasi tanaman; simak juga cara mengatasi hama putih dan membasmi tungau pada tanaman hias.
-
Pandan enggan beranak: Rumpun yang terlalu padat, pot sempit, atau kurang nutrisi membuat anakan lambat muncul. Repot ke wadah lebih besar, beri pupuk, dan buang daun tua agar tunas baru terpacu tumbuh.
-
Peka terhadap dingin dan ulat: Pandan mudah rusak pada suhu dingin sehingga perlu dilindungi saat cuaca ekstrem, dan daunnya kadang digigit ulat. Terapkan cara membasmi ulat daun dengan bahan sederhana agar daun tetap mulus.
Tak hanya mudah diperbanyak, pandan juga sarat manfaat sehingga sepadan dengan perawatannya. Saveur, dikutip dari laman kuliner mereka, menyatakan, "Di Malaysia, Thailand, Vietnam, Indonesia, dan sekitarnya, pandan adalah penyedap yang sama lazimnya seperti vanila di dunia Barat." Selain untuk masakan, rebusan daunnya kerap dipakai untuk membantu menurunkan asam urat dan darah tinggi serta menurunkan gula darah.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Daun Pandan
Bagaimana cara agar daun pandan cepat tumbuh banyak?
Kuncinya adalah media tanam gembur yang subur, penyiraman teratur tanpa menggenang, pemupukan berkala, serta rutin memisahkan anakan yang muncul di pangkal rumpun. Setiap anakan berakar yang dipindah ke pot sendiri akan menjadi tanaman baru sehingga jumlah pandan cepat berlipat.
Kenapa daun pandan tidak subur dan mudah menguning?
Penyebab paling umum adalah penyiraman berlebihan yang memicu busuk akar, kekurangan unsur hara, pot yang terlalu sempit, atau cahaya yang kurang. Perbaiki drainase media, beri pupuk seimbang, pindahkan ke wadah lebih besar, dan tempatkan di lokasi yang mendapat matahari pagi.
Apakah pandan lebih baik ditanam di tanah atau di air?
Keduanya bisa dilakukan. Menanam di air cocok untuk menumbuhkan akar bibit baru dan praktis bagi pemula, sedangkan menanam di tanah atau pot lebih ideal untuk jangka panjang karena memberi ruang akar dan nutrisi yang lebih stabil sehingga daun tumbuh lebih lebat.
Dengan menggabungkan pemilihan bibit sehat, media tanam yang tepat, perawatan konsisten, dan pemisahan anakan secara berkala, rumpun pandan di rumah bisa terus beranak-pinak sepanjang tahun. Selain memasok daun segar untuk dapur, kehadiran pandan juga menambah hijau pekarangan sekaligus memberi beragam manfaat daun pandan untuk kesehatan, bahkan bisa dimanfaatkan untuk mengusir lalat secara alami di rumah.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5150531/original/011713400_1741077091-Kuda1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370019/original/097624000_1791544375-asap.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5041778/original/033342300_1733738907-Sampul1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383535/original/061676900_1793090887-bpjs_kesehatan_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383876/original/074045500_1793107358-Gemini_Generated_Image_qahzznqahzznqahz.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383607/original/085666400_1793092529-ignartonosbg-leaves-7756885.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383408/original/090273000_1793085655-Gemini_Generated_Image_mnbxqhmnbxqhmnbx__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361078/original/065952500_1790675457-01M3P4DFSQ4D94DPTXNW1D7CB2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1702591/original/011174500_1504761407-20170907-Balon-Udara-Di-Turki-AFP7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383701/original/001776000_1793095515-anti_tapias_cov.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383543/original/021017500_1793091328-ea576aef-4eb2-403e-b8ad-8b82699a2f94.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383725/original/054656900_1793096457-Ide_kanopi_rumah_mungil_yang_tidak_membuat_tampilan_fasad_terasa_penuh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383596/original/003442900_1793092399-Mie_Hangat_di_Pagi_Hujan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359589/original/049606800_1790565087-Untitled2.jpg)