Cara Membasmi Tungau pada Tanaman Hias Tanpa Pestisida

Cara membasmi tungau pada tanaman hias tanpa pestisida bisa dilakukan dengan air dan perawatan rutin. Simak langkah aman mengurangi tungau tanpa merusak tanaman

Diterbitkan 20 Agustus 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tungau menjadi salah satu hama yang cukup merepotkan pada tanaman hias. Salah satu yang sering ditemukan adalah tungau laba-laba (spider mites) yang berukuran sangat kecil sehingga sulit dilihat dengan mata telanjang.

Hama ini mengisap cairan dari jaringan tanaman. Jika populasinya semakin banyak, daun tanaman dapat dipenuhi bintik-bintik kuning atau keperakan, terlihat kusam, mengering, bahkan muncul jaring-jaring halus.

Kabar baiknya, serangan tungau yang masih ringan dapat ditangani dengan sejumlah cara tanpa mengandalkan pestisida kimia sintetis. Berikut Liputan6.com ulas beberapa langkah cara membasmi tungau pada tanaman hias tanpa pestisida yang bisa dicoba di rumah.

1. Segera Pisahkan Tanaman yang Terserang

Langkah pertama adalah menjauhkan tanaman yang menunjukkan tanda serangan tungau dari tanaman lain.

Tungau dapat berpindah dari satu tanaman ke tanaman lain, sehingga tanaman yang terinfeksi sebaiknya ditempatkan di area terpisah untuk sementara.

Periksa pula tanaman yang berada di sekitarnya, terutama bagian bawah daun. Jika ditemukan bintik-bintik atau jaring halus, tanaman tersebut juga perlu mendapatkan perhatian.

2. Bilas Tanaman dengan Air

Salah satu cara paling sederhana untuk mengurangi populasi tungau adalah membilas tanaman menggunakan air.

Gunakan semprotan air dengan tekanan sedang dan arahkan terutama ke bagian bawah daun. Bagian tersebut sering menjadi tempat tungau berada.

Air dapat membantu merontokkan tungau secara fisik sekaligus membersihkan jaring-jaring halus yang dibuatnya.

Untuk tanaman yang cukup kuat, langkah ini dapat dilakukan secara berkala. Namun, hindari tekanan air yang terlalu keras karena dapat merusak daun atau batang tanaman.

3. Lap Daun Secara Perlahan

Tanaman hias dengan daun lebar dapat dibersihkan menggunakan kain lembut yang dibasahi air.

Lap bagian atas dan, yang tidak kalah penting, bagian bawah daun secara perlahan. Cara ini membantu menghilangkan tungau dan kotoran yang menempel.

Jika ada daun yang sudah rusak berat, menguning, mengering, atau dipenuhi jaring, pertimbangkan untuk memangkasnya menggunakan alat yang bersih.

4. Bersihkan Daun dan Area di Sekitar Pot

Jangan hanya berfokus pada tanaman. Daun yang sudah gugur dan bagian tanaman yang dipangkas sebaiknya segera dikumpulkan dan dibuang.

Bersihkan pula pot dan tatakan pot dari sisa daun atau kotoran. Langkah ini membantu menjaga area tanaman tetap bersih dan memudahkan pemantauan jika serangan tungau muncul kembali.

5. Atur Kelembapan Lingkungan

Tungau laba-laba umumnya lebih menyukai kondisi yang panas dan kering. Karena itu, menjaga kelembapan lingkungan tanaman dapat menjadi bagian dari upaya pengendalian.

Namun, meningkatkan kelembapan bukan berarti membuat media tanam selalu basah. Kondisi media yang terlalu lembap justru dapat memicu masalah lain, seperti pembusukan akar dan penyakit tertentu.

Untuk tanaman yang sesuai, kelembapan lingkungan dapat ditingkatkan dengan menempatkan tanaman dalam lingkungan yang tidak terlalu kering atau menggunakan humidifier.

6. Jangan Asal Menggunakan Sabun Cuci Piring

Sabun memang sering disebut sebagai salah satu cara rumahan untuk mengatasi hama tanaman. Namun, sabun cuci piring tidak sama dengan sabun insektisida.

Sabun cuci piring atau deterjen dapat mengandung bahan yang terlalu keras bagi beberapa jenis tanaman dan berisiko menyebabkan daun terbakar atau mengalami fitotoksisitas.

Jika ingin menggunakan produk berbahan sabun untuk mengendalikan hama, lebih aman memilih produk yang memang dibuat untuk tanaman dan mengikuti petunjuk pada label.

7. Hati-Hati dengan Alkohol, Cuka, dan Minyak

Berbagai resep rumahan seperti alkohol, cuka, minyak goreng, atau minyak esensial terkadang direkomendasikan untuk mengatasi tungau. Namun, konsentrasi yang tidak tepat dapat merusak daun tanaman.

Karena itu, jangan langsung menyemprotkan bahan tersebut ke seluruh tanaman tanpa pengujian.

Jika ingin mencoba suatu larutan, lakukan uji pada sebagian kecil daun terlebih dahulu dan amati reaksinya. Jika muncul bercak, perubahan warna, daun mengering, atau tanda kerusakan lainnya, hentikan penggunaannya.

8. Periksa Tanaman Secara Berkala

Menghilangkan tungau dalam satu kali pembersihan belum tentu menyelesaikan masalah. Populasi dapat muncul kembali sehingga tanaman perlu diperiksa secara rutin.

Perhatikan beberapa tanda berikut:

  • Daun memiliki bintik-bintik kuning atau keperakan.
  • Daun terlihat kusam dan kehilangan warna sehat.
  • Daun mulai mengering atau menggulung.
  • Terdapat jaring sangat halus di antara daun atau batang.
  • Terdapat titik-titik kecil yang bergerak pada bagian bawah daun.

Pemeriksaan rutin membuat serangan lebih mudah diketahui sebelum populasinya berkembang semakin banyak.

9. Jangan Membuat Tanaman Terlalu Lembap

Meningkatkan kelembapan lingkungan bisa membantu dalam pengelolaan tungau laba-laba, tetapi bukan berarti harus sering menyemprotkan air ke daun sepanjang hari.

Pada tanaman tertentu, daun yang terus-menerus basah justru dapat meningkatkan risiko penyakit. Karena itu, sesuaikan cara meningkatkan kelembapan dengan kebutuhan masing-masing tanaman.

10. Lakukan Pengendalian Secara Berulang

Kunci menangani tungau tanpa pestisida adalah konsistensi. Setelah tanaman dibilas dan dibersihkan, jangan langsung menganggap masalah selesai.

Periksa kembali tanaman secara berkala dan ulangi pembersihan ketika ditemukan tungau atau tanda serangan baru. Tanaman yang sebelumnya terserang juga sebaiknya tetap dipisahkan sampai kondisinya benar-benar terkendali.

Cara Paling Sederhana untuk Pemula

Jika ingin menghindari berbagai racikan bahan rumahan, mulai saja dengan metode fisik:

Pisahkan tanaman → bilas bagian bawah daun → lap daun → pangkas bagian yang rusak berat → bersihkan area sekitar pot → periksa kembali secara rutin.

Cara tersebut tidak menggunakan pestisida dan dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi populasi tungau, terutama ketika serangannya belum terlalu berat.

Yang perlu diingat, "alami" tidak selalu berarti aman untuk semua tanaman. Alkohol, cuka, sabun, minyak, maupun bahan rumahan lainnya tetap dapat merusak daun jika digunakan dengan konsentrasi yang tidak sesuai. Karena itu, metode fisik dengan air dan pembersihan manual merupakan pilihan yang lebih sederhana untuk tahap awal.

Pertanyaan Seputar Tungau pada Tanaman Hias

1. Apakah tungau pada tanaman hias bisa hilang sendiri?

Tungau umumnya tidak disarankan dibiarkan tanpa penanganan karena populasinya dapat berkembang dan menyebar ke tanaman lain. Semakin cepat serangan dikenali, semakin mudah dikendalikan.

2. Apakah tungau tanaman bisa berpindah ke manusia?

Tungau laba-laba yang menyerang tanaman umumnya hidup pada tanaman dan tidak menjadikan manusia sebagai inang. Meski demikian, sebaiknya tetap mencuci tangan setelah menangani tanaman yang terserang.

3. Apakah semua tanaman hias rentan terkena tungau?

Tidak semua tanaman memiliki tingkat kerentanan yang sama. Tanaman yang berada dalam kondisi panas, kering, atau mengalami stres dapat lebih mudah mengalami masalah tungau laba-laba. Kondisi tanaman dan lingkungan perlu diperhatikan untuk membantu mencegah serangan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6