Liputan6.com, Jakarta - Memilih tanaman dalam rumah yang membuat ruangan terasa lebih segar bisa menjadi cara sederhana untuk menghadirkan nuansa hijau tanpa harus memiliki halaman luas. Beberapa tanaman indoor dapat ditempatkan di sudut ruang tamu, meja kerja, rak, hingga dekat jendela sehingga ruangan terasa lebih hidup.
Selain mempercantik interior rumah, keberadaan tanaman juga dapat membuat suasana rumah terasa lebih dekat dengan alam. Warna hijau, bentuk daun yang beragam, serta kebiasaan merawat tanaman dapat menjadi bagian dari rutinitas yang menyenangkan.
Namun, tanaman indoor sebaiknya tidak dipilih hanya berdasarkan penampilan. Perhatikan juga kebutuhan cahaya, kelembapan, ukuran tanaman, hingga frekuensi penyiraman agar tanaman dapat tumbuh sehat sekaligus mudah dirawat. Berikut ulasan Liputaan6.com, Sabtu (3/10/2026).
Advertisement
1. Lidah Mertua, Praktis untuk Sudut Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5459440/original/089344600_1767161397-Tanaman_Terbaik_untuk_Ruang_Tamu_dan_Bikin_Rumah_Terlihat_Lebih_Segar_dan_Hidup_Lidah_Mertua.jpg)
Lidah mertua atau snake plant termasuk pilihan populer bagi pemula karena perawatannya relatif sederhana. Daunnya tumbuh tegak sehingga tidak membutuhkan banyak ruang ke samping. Karakter ini membuatnya cocok ditempatkan di rumah berukuran mungil.
Tanaman ini dapat diletakkan di sudut ruang tamu, dekat pintu masuk, samping sofa, maupun kamar tidur yang memperoleh cahaya tidak langsung. Lidah mertua juga relatif toleran terhadap kondisi kurang ideal dan tidak membutuhkan penyiraman terlalu sering.
Jika ingin tampilan interior lebih rapi, pilih pot ramping dengan tinggi yang proporsional terhadap tanaman. Daunnya yang memanjang dapat sekaligus menjadi elemen vertikal yang membuat sudut ruangan terlihat lebih menarik.
2. Sirih Gading, Cantik Menjuntai dari Rak
Sirih gading atau pothos cocok untuk menghadirkan kesan hijau tanpa memenuhi lantai. Batangnya yang merambat dapat diarahkan mengikuti penyangga atau dibiarkan menjuntai dari rak buku, lemari, dan pot gantung.
Tanaman ini menyukai cahaya terang tidak langsung, tetapi dapat beradaptasi dengan kondisi cahaya yang lebih rendah. Meski begitu, rendah cahaya bukan berarti tanpa cahaya sama sekali. Tetap berikan pencahayaan alami atau pencahayaan buatan yang sesuai.
Pertumbuhannya yang cepat juga membuat sirih gading mudah dibentuk. Jika sulurnya mulai terlalu panjang, lakukan pemangkasan dan manfaatkan potongan batang untuk memperbanyak tanaman.
3. ZZ Plant, Pilihan untuk Pemilik Rumah yang Sibuk
Bagi yang tidak memiliki banyak waktu untuk merawat tanaman, ZZ plant atau Zamioculcas zamiifolia bisa dipertimbangkan. Daunnya mengilap dengan warna hijau pekat sehingga memberikan kesan bersih dan elegan.
Tanaman ini cukup toleran terhadap cahaya rendah dan tidak menyukai media tanam yang terus-menerus basah. Karena itu, biarkan media tanam mengering sebelum melakukan penyiraman berikutnya.
Letakkan ZZ plant di meja konsol, meja samping, rak atau pot lantai. Bentuknya yang tegak membuat tanaman ini mudah dipadukan dengan interior minimalis maupun modern.
Advertisement
4. Peace Lily, Hadirkan Hijau dan Bunga Putih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360724/original/060800800_1790663058-outi-marjaana-5eu96L3hob4-unsplash__2_.jpg)
Peace lily mempunyai daun hijau gelap yang berpadu dengan bunga putih sehingga dapat membuat sudut rumah terasa lebih segar sekaligus elegan. Tanaman ini menyukai cahaya terang tidak langsung dan masih dapat beradaptasi dengan kondisi cahaya lebih rendah.
Berbeda dengan beberapa tanaman yang tahan kering, peace lily membutuhkan penyiraman yang lebih teratur. Periksa kondisi media tanam secara berkala dan hindari membuatnya terlalu basah.
Peace lily juga kerap disebut dalam pembahasan tanaman yang berhubungan dengan kualitas udara dan kelembapan ruangan. Namun, tanaman ini tidak sebaiknya dianggap sebagai pengganti ventilasi atau penyaring udara. Selain itu, jauhkan dari jangkauan hewan peliharaan dan anak kecil karena bagian tanaman dapat berbahaya jika tertelan.
5. Spider Plant, Ringan untuk Rumah Mungil
Spider plant memiliki daun panjang yang melengkung dan anakan kecil yang tumbuh dari tanaman induknya. Bentuk tersebut membuatnya terlihat menarik ketika ditanam dalam pot gantung.
Tanaman ini menyukai cahaya terang tidak langsung dan termasuk tanaman yang relatif mudah dirawat. Karakternya yang adaptif membuat spider plant cocok bagi pemula yang baru mulai menghijaukan rumah.
Pot gantung dapat menjadi pilihan menarik karena daun dan anakan spider plant akan menjuntai ke bawah. Dengan cara ini, penghuni rumah bisa menambahkan elemen hijau tanpa mengurangi ruang berjalan di lantai.
6. Areca Palm, Membawa Nuansa Tropis ke Dalam Rumah
Areca palm atau palem kuning dapat menjadi pilihan jika ingin menghadirkan suasana tropis. Daunnya yang menyerupai bulu bergerak ringan ketika terkena aliran udara sehingga memberikan kesan dinamis pada ruangan.
Tanaman ini menyukai cahaya terang tidak langsung dan membutuhkan penyiraman secara teratur. Namun, media tanam tetap perlu memiliki drainase baik agar air tidak menggenang.
Areca palm juga sering dibahas karena kemampuannya menambah kelembapan udara melalui pelepasan uap air. Hal tersebut dapat membuat ruangan terasa lebih nyaman, terutama ketika udara di dalam rumah cenderung kering.
Untuk rumah kecil, sebaiknya pilih tanaman muda dengan ukuran pot yang sesuai. Jangan langsung memilih tanaman berukuran sangat besar karena dapat membuat ruangan terasa penuh.
7. Monstera, Daun Besar sebagai Dekorasi Alami
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290395/original/002916700_1783478991-Untitled6.jpg)
Monstera cocok bagi penghuni rumah yang ingin menjadikan tanaman sebagai salah satu titik perhatian dalam ruangan. Daunnya yang besar dengan bentuk khas dapat memberikan karakter pada interior yang sederhana.
Tempatkan monstera di area yang memperoleh cahaya terang tidak langsung. Karena ukurannya dapat berkembang cukup besar, berikan ruang agar daun tidak terus-menerus berbenturan dengan furnitur atau dinding.
Dalam jumlah yang tepat, satu tanaman monstera berukuran sedang sudah cukup untuk membuat sudut ruangan terlihat lebih hidup. Tidak perlu memenuhi rumah dengan banyak pot agar mendapatkan nuansa hijau.
8. Sri Rejeki, Cocok untuk Area dengan Cahaya Terbatas
Sri rejeki atau Aglaonema dikenal karena variasi warna dan pola pada daunnya. Ada varietas dengan dominasi hijau, putih, hingga kombinasi warna lain yang dapat disesuaikan dengan gaya interior.
Tanaman ini dapat menjadi pilihan untuk area yang tidak memperoleh sinar matahari langsung. Meski demikian, kebutuhan cahaya tetap perlu diperhatikan karena setiap varietas dapat memiliki toleransi yang berbeda.
Letakkan sri rejeki di meja, rak atau sudut ruangan yang tidak terlalu jauh dari sumber cahaya. Dengan bentuk daun yang rimbun, tanaman ini dapat memberikan aksen alami tanpa membutuhkan area yang luas.
9. Rubber Plant, Daun Lebar untuk Titik Fokus
Rubber plant atau Ficus elastica memiliki daun lebar dan mengilap yang mampu memberikan kesan dramatis pada interior. Tanaman ini cocok ditempatkan sebagai tanaman utama di ruang tamu atau sudut dekat jendela.
Berikan cahaya terang tidak langsung agar pertumbuhannya optimal. Pot juga sebaiknya diputar sesekali supaya tanaman memperoleh pencahayaan dari arah berbeda dan pertumbuhannya lebih merata.
Perlu diperhatikan bahwa rubber plant dapat tumbuh cukup besar. Pada rumah atau apartemen mungil, pemangkasan sesekali dapat dilakukan agar ukurannya tetap sesuai dengan ruang yang tersedia.
Advertisement
10. Lidah Buaya, Cocok untuk Jendela yang Terang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3291079/original/090496100_1604902593-photo-1570295835271-04c05b4ed943__2_.jpg)
Lidah buaya dapat menjadi pilihan tanaman indoor, terutama pada area rumah yang mendapatkan cukup cahaya. Sebagai tanaman sukulen, lidah buaya menyimpan air sehingga tidak membutuhkan penyiraman terlalu sering.
Letakkan di dekat jendela dengan pencahayaan yang sesuai. Gunakan pot dengan lubang drainase agar kelebihan air dapat keluar dan akar tidak terus berada dalam media yang terlalu basah.
Bentuk daunnya yang tebal dan berduri juga memberikan tampilan khas. Pot kecil lidah buaya dapat ditempatkan di dapur, meja dekat jendela atau ambang jendela yang cukup terang.
11. Boston Fern, Rimbun dan Menambah Kesan Sejuk
Boston fern atau pakis Boston mempunyai daun yang rimbun dan melengkung sehingga dapat membuat ruangan terlihat lebih hijau. Tanaman ini juga sering disebut dalam pembahasan tanaman yang membantu meningkatkan kelembapan udara.
Namun, pakis Boston membutuhkan perhatian lebih dibandingkan tanaman yang tahan kering. Media tanam sebaiknya dijaga tetap memiliki kelembapan yang cukup tanpa membuatnya tergenang.
Tanaman ini dapat ditempatkan di kamar mandi yang memiliki pencahayaan memadai, dekat jendela, atau dalam pot gantung. Bentuk daunnya yang menjuntai akan terlihat menarik ketika ditempatkan sedikit lebih tinggi dari pandangan mata.
12. English Ivy, Menambah Tekstur pada Dinding dan Rak
English ivy mempunyai batang yang merambat sehingga bisa digunakan untuk memberikan variasi bentuk pada ruangan. Tanaman ini dapat diarahkan pada penyangga atau dibiarkan menjuntai dari rak.
Dalam beberapa sumber, English ivy juga dibahas karena potensinya membantu mengurangi partikel tertentu di udara. Namun, manfaat tanaman terhadap kualitas udara rumah tidak sebaiknya dilebih-lebihkan. Ventilasi, kebersihan ruangan dan pengurangan sumber polutan tetap merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas udara.
Jika memiliki hewan peliharaan, periksa terlebih dahulu keamanan tanaman sebelum membawanya ke dalam rumah karena English ivy dapat berbahaya jika tertelan.
13. Dracaena, Pilihan untuk Sudut yang Lebih Tegas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308356/original/002487100_1785138704-7.jpg)
Dracaena memiliki bentuk yang cukup khas dengan batang dan daun yang tumbuh memanjang. Karakternya cocok untuk mengisi sudut ruangan yang kosong tanpa membuat dekorasi terlihat terlalu ramai.
Beberapa jenis dracaena pernah menjadi bagian dari penelitian NASA mengenai tanaman dan polutan udara dalam ruangan. Karena itu, tanaman ini kerap muncul dalam daftar tanaman indoor yang dikaitkan dengan kualitas udara.
Meski demikian, keberadaan tanaman tidak berarti rumah bisa terbebas dari polusi dalam ruangan. Tetap buka jendela ketika kondisi memungkinkan, bersihkan permukaan secara berkala dan pastikan sumber polutan seperti asap serta bahan kimia rumah tangga dikelola dengan baik.
Cara Membuat Tanaman Indoor Benar-Benar Membuat Ruangan Terasa Segar
Memilih tanaman dalam rumah yang membuat ruangan terasa lebih segar bukan hanya soal jumlah tanaman. Penempatannya juga perlu disesuaikan dengan kondisi rumah.
Pertama, perhatikan arah datangnya cahaya. Amati ruangan selama beberapa jam untuk mengetahui area yang mendapat cahaya terang, cahaya tidak langsung, atau justru relatif gelap. Setelah itu, pilih tanaman berdasarkan kebutuhan cahaya tersebut.
Kedua, jangan terlalu sering menyiram. Kesalahan yang umum terjadi pada tanaman indoor adalah menganggap daun yang layu selalu berarti kekurangan air. Periksa media tanam terlebih dahulu. Setiap tanaman memiliki kebutuhan air yang berbeda.
Ketiga, gunakan pot berlubang. Drainase yang baik membantu mengurangi risiko media terlalu basah dan membuat akar lebih sehat.
Keempat, bersihkan daun secara berkala. Debu yang menumpuk membuat tanaman terlihat kusam dan dapat menghambat permukaan daun menerima cahaya secara optimal.
Terakhir, jangan menjadikan tanaman sebagai satu-satunya cara untuk memperbaiki kualitas udara. Tanaman memang dapat menjadi pelengkap dekorasi dan memberikan manfaat tertentu, tetapi ventilasi yang baik, kebersihan rumah, penggantian filter udara jika tersedia, serta pengurangan sumber polutan tetap penting.
Dengan demikian, rumah tidak perlu dipenuhi puluhan pot. Beberapa tanaman yang ditempatkan secara tepat justru dapat menciptakan keseimbangan antara fungsi, estetika dan ruang gerak.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Tanaman Indoor
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314109/original/066959400_1785734105-6ee3154f-1804-4539-9e2f-543a3ccc9986.jpeg)
1. Apa tanaman indoor yang paling mudah dirawat?
Lidah mertua, ZZ plant, spider plant, sirih gading dan cast iron plant termasuk pilihan yang relatif mudah dirawat. Namun, kemudahan perawatan tetap bergantung pada kondisi cahaya, penyiraman dan lingkungan rumah.
2. Apakah tanaman indoor benar-benar bisa membersihkan udara?
Beberapa penelitian laboratorium menunjukkan tanaman tertentu dapat berinteraksi dengan sejumlah polutan udara. Namun, dalam kondisi rumah sehari-hari, tanaman tidak dapat menggantikan ventilasi, filtrasi udara atau upaya mengurangi sumber polutan.
3. Berapa banyak tanaman yang sebaiknya diletakkan di dalam rumah?
Tidak ada jumlah tunggal yang cocok untuk semua rumah. Mulailah dengan beberapa tanaman dan sesuaikan dengan luas ruangan, pencahayaan serta kemampuan merawatnya. Terlalu banyak pot justru dapat membuat ruangan terasa penuh.
4. Apakah tanaman indoor harus diletakkan dekat jendela?
Tidak selalu. Kebutuhan cahaya setiap tanaman berbeda. Tanaman seperti lidah buaya membutuhkan pencahayaan lebih terang, sedangkan ZZ plant dan beberapa jenis tanaman lain lebih toleran terhadap cahaya rendah. Area yang minim cahaya tetap membutuhkan sumber cahaya yang memadai agar tanaman dapat tumbuh.
5. Apa yang membuat ruangan terasa lebih segar selain tanaman?
Sirkulasi udara yang baik, membersihkan debu secara rutin, mengurangi sumber asap dan bahan kimia berlebihan, serta menjaga rumah tetap rapi dapat membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman. Tanaman kemudian menjadi pelengkap yang menghadirkan warna hijau dan nuansa alami.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845750/original/003475400_1562319949-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4694399/original/071316700_1703154571-Stasiun_Senen_mulai_dipadati_pemudik_Nataru-ANGGA_10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344493/original/042033300_1788947267-HOAX__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325714/original/050754000_1786927542-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-17T074440.081.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305311/original/080164100_1784791347-berangin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360403/original/069623000_1790645999-bf6f3605-10bf-4fb8-bf0e-d415543fdeed.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363940/original/060976800_1790926125-nhn-mVYSY8x3kWQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307619/original/023578900_1785051209-3.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362878/original/078434900_1790833867-7c53edd1-2e0e-4f66-998d-02b02324cc66.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361826/original/040198100_1790748670-b28fedc1-c8e5-4376-8076-080136212a4d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361565/original/022894000_1790738256-HL_Pakis_Boston.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360724/original/060800800_1790663058-outi-marjaana-5eu96L3hob4-unsplash__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1217592/original/088119700_1461826201-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357076/original/070601800_1790232900-HL.jpg)