15 Tanaman Hias Indoor untuk Interior Kekinian, Bikin Rumah Lebih Segar dan Estetik

Berikut 15 tanaman hias indoor untuk interior kekinian, mulai dari monstera hingga calathea, lengkap dengan tips memilih dan merawatnya agar rumah lebih estetik

Diterbitkan 30 Oktober 2026, 19:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tanaman hias indoor untuk interior kekinian menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin menghadirkan suasana alami di dalam rumah. Kehadiran tanaman tidak hanya mempercantik ruangan, tetapi juga memberikan sentuhan warna hijau yang membuat interior terasa lebih hidup, segar, dan nyaman.

Beragam jenis tanaman bisa ditempatkan di ruang tamu, kamar tidur, ruang kerja, hingga kamar mandi. Bentuk daun, ukuran, dan karakter pertumbuhannya pun dapat disesuaikan dengan konsep interior, mulai dari minimalis, Japandi, hingga modern tropis. Meski begitu, memilih tanaman hias indoor sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan tampilannya. Kebutuhan cahaya, kelembapan, ukuran ruangan, dan kemudahan perawatan juga perlu diperhatikan agar tanaman dapat tumbuh sehat sekaligus memperindah hunian.

Ada banyak tanaman yang bisa digunakan sebagai elemen dekorasi interior. Sebagian memiliki daun lebar yang cocok menjadi titik perhatian, sementara jenis lainnya tumbuh menjuntai sehingga menarik ditempatkan di rak atau pot gantung. Berikut beberapa pilihan tanaman hias indoor dari Liputan6.com yang bisa disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan ruangan, Jumat (30/10/2026).

1. Monstera, Memberikan Kesan Tropis Modern

Monstera menjadi salah satu tanaman favorit dalam desain interior modern. Ciri khasnya terletak pada daun berukuran besar dengan lubang dan belahan alami yang memberikan karakter visual menarik.

Tanaman ini cocok ditempatkan di sudut ruang tamu, dekat sofa, atau di samping furnitur kayu. Daunnya yang lebar membuat ruangan terasa lebih tropis tanpa perlu menambahkan banyak dekorasi.

Monstera menyukai cahaya terang tidak langsung. Letakkan di dekat jendela yang mendapatkan sinar matahari tersaring. Penyiraman dapat dilakukan ketika permukaan tanah mulai mengering. Hindari kondisi media tanam terlalu basah karena berisiko menyebabkan pembusukan akar.

Tanaman ini juga dapat tumbuh cukup besar sehingga membutuhkan ruang yang memadai. Perlu diperhatikan bahwa Monstera deliciosa berpotensi beracun bagi hewan peliharaan jika tertelan.

2. Lidah Mertua, Cocok untuk Interior Minimalis

Lidah mertua memiliki bentuk daun tegak, panjang, dan meruncing sehingga cocok untuk interior yang mengutamakan kesederhanaan. Pola garis pada daunnya juga memberikan aksen dekoratif tanpa membuat ruangan terlihat terlalu ramai.

Tanaman ini dapat ditempatkan di sudut ruang keluarga, dekat pintu masuk, atau di samping meja kerja. Bentuknya yang vertikal juga cocok untuk ruangan berukuran kecil karena tidak membutuhkan banyak ruang ke samping.

Keunggulan lainnya adalah perawatannya relatif mudah. Lidah mertua dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi pencahayaan, termasuk area dengan cahaya tidak terlalu terang. Namun, pertumbuhannya akan lebih baik jika mendapatkan cahaya terang tidak langsung.

Penyiraman sebaiknya dilakukan setelah tanah benar-benar mengering. Tanaman ini menyimpan air pada daunnya sehingga tidak membutuhkan penyiraman terlalu sering. Penyiraman berlebihan justru dapat menyebabkan akar membusuk.

3. Monstera Adansonii, Mempercantik Rak dan Sudut Ruangan

Berbeda dengan Monstera deliciosa yang memiliki daun besar, Monstera adansonii mempunyai daun lebih kecil dengan lubang-lubang alami. Bentuk tersebut membuatnya sering dijadikan dekorasi pada interior bergaya modern tropis.

Tanaman ini memiliki karakter merambat sehingga cocok ditempatkan di rak terbuka, pot gantung, atau penyangga tanaman. Batangnya dapat dibiarkan menjuntai untuk menciptakan kesan alami yang lebih dinamis.

Monstera adansonii menyukai cahaya terang tidak langsung dan media tanam yang memiliki drainase baik. Siram ketika lapisan atas tanah mulai mengering. Jika tumbuh terlalu panjang, batangnya dapat dipangkas untuk mempertahankan bentuk yang rapi.

4. Pothos, Pilihan Praktis untuk Dekorasi Vertikal

Pothos termasuk tanaman hias indoor yang mudah dirawat dan cocok untuk pemula. Daunnya berbentuk hati dengan variasi warna hijau, kuning, atau kombinasi keduanya.

Karakter batangnya yang menjuntai membuat pothos ideal untuk menghias rak dinding, lemari, maupun pot gantung. Tanaman ini juga dapat diarahkan tumbuh mengikuti penyangga vertikal sehingga lebih hemat tempat.

Pothos mampu bertahan dalam kondisi cahaya rendah, meskipun pertumbuhannya biasanya lebih lambat. Untuk mempertahankan warna daun yang menarik, tempatkan di area dengan cahaya terang tidak langsung.

Penyiraman cukup dilakukan ketika bagian atas media tanam mulai mengering. Jangan membiarkan pot terus-menerus tergenang air karena dapat memicu kerusakan akar.

5. ZZ Plant, Memberikan Sentuhan Elegan

ZZ plant memiliki daun mengilap berwarna hijau tua yang tumbuh berpasangan pada batang tegak. Penampilannya sederhana, tetapi memberikan kesan elegan ketika ditempatkan dalam pot keramik berwarna netral.

Tanaman ini cocok untuk ruang kerja, ruang keluarga, maupun sudut ruangan yang tidak mendapatkan banyak cahaya alami. ZZ plant juga dikenal toleran terhadap kondisi cahaya rendah dan penyiraman yang tidak terlalu sering.

Batangnya memiliki kemampuan menyimpan air sehingga media tanam perlu dibiarkan mengering sebelum disiram kembali. Penyiraman berlebihan merupakan salah satu kesalahan perawatan yang perlu dihindari.

Selain itu, seluruh bagian ZZ plant berpotensi beracun jika tertelan. Sebaiknya tempatkan jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

6. Fiddle Leaf Fig, Menjadi Focal Point Interior

Fiddle leaf fig dikenal dengan daun besar menyerupai bentuk biola. Ukuran dan bentuk daunnya membuat tanaman ini cocok dijadikan elemen utama dalam interior rumah.

Tanaman ini sering ditempatkan di sudut ruang tamu, dekat jendela besar, atau di area kosong yang membutuhkan aksen visual. Bentuknya yang menyerupai pohon kecil memberikan kesan mewah sekaligus alami.

Namun, fiddle leaf fig membutuhkan perhatian lebih dibandingkan beberapa tanaman indoor lainnya. Tanaman ini menyukai cahaya terang tidak langsung dan lingkungan dengan kondisi relatif stabil.

Hindari menempatkannya di area yang terkena angin kencang atau perubahan suhu ekstrem. Penyiraman dilakukan ketika lapisan atas tanah mulai mengering, dengan memastikan air dapat keluar melalui lubang drainase pot.

7. Rubber Plant, Memperkuat Kesan Modern Natural

Rubber plant atau tanaman karet kebo memiliki daun tebal, lebar, dan mengilap. Beberapa varietas mempunyai warna hijau tua, kemerahan, hingga kombinasi hijau dan krem.

Karakter daunnya yang tegas membuat tanaman ini cocok untuk interior modern natural, industrial, maupun Japandi. Letakkan dalam pot berwarna putih, abu-abu, atau cokelat tanah untuk memperkuat kesan minimalis.

Rubber plant menyukai cahaya terang tidak langsung. Tanaman ini dapat tumbuh cukup tinggi, tetapi ukurannya bisa dikendalikan melalui pemangkasan bagian pucuk.

Agar daunnya tetap terlihat menarik, bersihkan permukaannya menggunakan kain lembap secara berkala. Penyiraman dilakukan ketika media tanam mulai mengering.

8. Peace Lily, Memberikan Kesan Bersih dan Menenangkan

Peace lily merupakan tanaman hias yang dikenal karena daun hijau gelap dan bunga putihnya. Perpaduan warna tersebut memberikan kesan bersih dan menenangkan sehingga cocok untuk kamar tidur, ruang keluarga, maupun ruang kerja.

Bentuk bunganya yang menyerupai layar kecil membuat peace lily terlihat menarik meskipun tidak memiliki banyak variasi warna. Tanaman ini juga menyukai lingkungan hangat dan kelembapan yang cukup.

Peace lily dapat tumbuh di area dengan cahaya rendah hingga terang tidak langsung. Namun, paparan matahari langsung sebaiknya dihindari karena dapat merusak daun.

Media tanam perlu dijaga tetap lembap, tetapi tidak tergenang. Jika kekurangan air, daunnya biasanya akan terlihat layu. Perlu diingat, tanaman ini dapat menyebabkan iritasi atau gangguan jika tertelan oleh anak-anak maupun hewan peliharaan.

9. Chinese Evergreen, Menambahkan Warna pada Interior

Aglaonema atau Chinese evergreen memiliki variasi warna daun yang cukup beragam. Selain hijau, beberapa jenisnya menampilkan kombinasi warna merah muda, merah, putih, dan perak.

Keunikan tersebut membuatnya cocok untuk interior yang membutuhkan sentuhan warna tanpa harus menggunakan dekorasi berukuran besar. Tanaman ini dapat ditempatkan di meja konsol, sudut ruang tamu, atau dekat jendela.

Varietas dengan daun dominan hijau biasanya lebih toleran terhadap cahaya rendah. Sementara itu, varietas dengan corak warna lebih terang membutuhkan pencahayaan tidak langsung yang lebih baik agar pola daunnya tetap menarik.

Siram ketika permukaan tanah mulai mengering dan hindari paparan angin dingin secara langsung. Aglaonema juga perlu dijauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan karena berpotensi beracun jika tertelan.

10. Parlor Palm, Menghadirkan Nuansa Tropis yang Lembut

Parlor palm merupakan tanaman palem berukuran relatif kecil dengan daun menyirip yang tumbuh melengkung. Penampilannya memberikan kesan tropis, tetapi tidak terlalu dominan sehingga mudah dipadukan dengan berbagai konsep interior.

Tanaman ini cocok untuk ruang keluarga, kamar tidur, maupun area kerja. Daunnya yang ringan juga memberikan kesan lebih lembut dibandingkan tanaman berdaun lebar.

Salah satu keunggulan parlor palm adalah kemampuannya beradaptasi dengan cahaya terang tidak langsung hingga kondisi cahaya rendah. Tanaman ini menyukai media tanam yang memiliki drainase baik dan kelembapan tanah yang cukup.

Hindari penyiraman berlebihan. Pangkas hanya daun atau batang yang sudah mengering agar tanaman tetap terlihat rapi.

11. Bird's Nest Fern, Cocok untuk Interior yang Sejuk

Bird's nest fern atau paku sarang burung memiliki daun panjang yang tumbuh dari bagian tengah tanaman membentuk roset. Daunnya yang lebar dan bergelombang memberikan kesan rimbun tanpa membutuhkan banyak ruang horizontal.

Tanaman ini cocok ditempatkan di kamar mandi yang memiliki pencahayaan alami, area dekat jendela, atau sudut rumah dengan kelembapan cukup tinggi.

Bird's nest fern menyukai cahaya tidak langsung dan media tanam yang lembap. Namun, air sebaiknya tidak dibiarkan menggenang di bagian tengah roset karena dapat memicu pembusukan.

Agar bentuk daunnya tetap menarik, hindari paparan matahari langsung yang terlalu kuat. Kelembapan udara juga perlu dijaga supaya ujung daun tidak mudah mengering.

12. Spider Plant, Memberikan Kesan Ringan dan Dinamis

Spider plant memiliki daun panjang dan ramping dengan kombinasi warna hijau dan putih. Tanaman ini menghasilkan tunas kecil yang tumbuh menjuntai dari batang induknya sehingga menciptakan tampilan dekoratif yang menarik.

Karakter tersebut membuat spider plant cocok ditempatkan di rak terbuka, meja kerja, atau pot gantung. Bentuknya yang tidak terlalu besar juga sesuai untuk rumah dengan ruang terbatas.

Spider plant menyukai cahaya terang tidak langsung, tetapi cukup adaptif terhadap kondisi pencahayaan yang lebih rendah. Penyiraman dapat dilakukan ketika permukaan tanah mulai mengering.

Tanaman ini juga relatif mudah diperbanyak. Tunas kecil yang sudah memiliki akar dapat dipisahkan dari induknya dan ditanam dalam pot baru.

13. Peperomia, Solusi untuk Ruangan Berukuran Kecil

Peperomia merupakan kelompok tanaman hias dengan variasi bentuk, ukuran, dan warna daun yang menarik. Salah satu jenis yang cukup populer adalah watermelon peperomia karena pola daunnya menyerupai kulit buah semangka.

Ukurannya relatif kecil sehingga cocok ditempatkan di meja kerja, rak buku, meja samping tempat tidur, atau ambang jendela.

Tanaman ini menyukai cahaya terang tidak langsung dan media tanam yang tidak mudah menahan air. Penyiraman sebaiknya dilakukan ketika media tanam mulai mengering.

Peperomia juga memiliki pertumbuhan yang relatif lambat sehingga tidak membutuhkan terlalu banyak pemangkasan atau penggantian pot. Karakter tersebut menjadikannya pilihan praktis untuk mempercantik interior rumah minimalis.

14. Calathea, Menghadirkan Motif Daun yang Artistik

Calathea dikenal karena pola dan kombinasi warna daunnya yang menarik. Beberapa jenis memiliki garis-garis hijau dan putih, sedangkan lainnya menampilkan corak merah muda atau ungu pada bagian bawah daun.

Keunikan tersebut membuat calathea dapat berfungsi sebagai dekorasi alami yang menonjol di dalam ruangan. Tanaman ini cocok untuk ruang keluarga, kamar tidur, atau area dengan pencahayaan alami yang tersaring.

Calathea menyukai cahaya tidak langsung, suhu hangat, dan kelembapan udara yang cukup tinggi. Media tanam perlu dijaga tetap lembap, tetapi tidak sampai tergenang.

Tanaman ini cukup sensitif terhadap kondisi lingkungan yang terlalu kering. Jika kelembapan udara di dalam rumah rendah, penggunaan humidifier dapat membantu menjaga kondisi pertumbuhannya.

15. Hoya, Mempercantik Interior dengan Tanaman Merambat

Hoya atau wax plant merupakan tanaman merambat dengan daun tebal dan mengilap. Tanaman ini juga dapat menghasilkan kumpulan bunga kecil berbentuk bintang yang terlihat menarik.

Hoya cocok untuk interior modern karena batangnya dapat dibiarkan menjuntai dari pot gantung atau diarahkan mengikuti penyangga. Daunnya yang tebal memberikan tekstur berbeda dibandingkan tanaman rambat lainnya.

Tanaman ini menyukai cahaya terang tidak langsung. Penyiraman dapat dilakukan setelah sebagian media tanam mengering karena daun tebalnya mampu menyimpan air.

Jika mendapatkan kondisi pertumbuhan yang sesuai, hoya dapat berbunga dan memberikan tambahan daya tarik pada interior rumah. Meski demikian, tanaman ini membutuhkan kesabaran karena pembungaan tidak selalu terjadi dalam waktu singkat.

Tips Memilih Tanaman Hias Indoor agar Sesuai dengan Interior Rumah

Selain mempertimbangkan bentuk dan warna daun, pemilihan tanaman hias indoor perlu disesuaikan dengan kondisi ruangan. Hal ini penting agar tanaman tidak hanya terlihat cantik ketika pertama kali dibeli, tetapi juga dapat tumbuh sehat dalam jangka panjang.

Berikut beberapa hal yang bisa diperhatikan.

1. Sesuaikan dengan Kebutuhan Cahaya

Cahaya merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan merawat tanaman indoor. Setiap jenis tanaman mempunyai kebutuhan pencahayaan yang berbeda.

Ruangan dengan jendela menghadap utara atau area yang relatif teduh dapat menjadi tempat untuk tanaman seperti ZZ plant, lidah mertua, dan cast iron plant. Sementara itu, tanaman seperti monstera, rubber plant, dan calathea lebih sesuai ditempatkan di area dengan cahaya terang tidak langsung.

Jika ruangan mendapatkan sinar matahari langsung, gunakan tirai tipis untuk menyaring cahaya agar daun tidak mudah terbakar.

Perlu diketahui bahwa tanaman yang toleran terhadap cahaya rendah tetap membutuhkan cahaya untuk tumbuh. Kondisi terlalu gelap dapat memperlambat pertumbuhan dan membuat bentuk tanaman kurang optimal.

2. Pertimbangkan Ukuran Tanaman dan Ruangan

Ukuran tanaman perlu disesuaikan dengan luas area yang tersedia. Tanaman besar seperti fiddle leaf fig dan monstera cocok untuk ruang keluarga yang memiliki area kosong cukup luas.

Sebaliknya, peperomia, haworthia, dan spider plant lebih sesuai untuk meja kerja, rak, atau ambang jendela.

Untuk rumah berukuran kecil, manfaatkan ruang vertikal dengan menggunakan rak bertingkat dan pot gantung. Cara ini membantu menghadirkan lebih banyak tanaman tanpa membuat lantai terasa penuh.

3. Pilih Pot yang Mendukung Konsep Interior

Pot merupakan bagian dari dekorasi yang tidak kalah penting. Untuk interior minimalis dan Japandi, pot keramik berwarna putih, krem, abu-abu, atau cokelat alami dapat menjadi pilihan.

Sementara itu, pot berbahan semen, terakota, dan logam cocok untuk interior bergaya industrial atau modern natural.

Pastikan pot memiliki lubang drainase agar kelebihan air dapat keluar. Jika menggunakan pot dekoratif tanpa lubang, letakkan tanaman dalam pot tanam terpisah agar penyiraman lebih mudah dikendalikan.

4. Perhatikan Kelembapan dan Sirkulasi Udara

Beberapa tanaman tropis seperti calathea, alocasia, dan berbagai jenis pakis menyukai kelembapan udara yang cukup tinggi.

Jika ruangan terlalu kering, tanaman dapat menunjukkan gejala berupa ujung daun kecokelatan atau daun yang menggulung. Penggunaan humidifier dapat membantu menjaga kelembapan, terutama di ruangan berpendingin udara.

Selain itu, pastikan sirkulasi udara tetap baik. Hindari menempatkan tanaman terlalu dekat dengan ventilasi AC atau sumber panas yang dapat membuat daun cepat mengering.

5. Jangan Menyiram Tanaman Terlalu Sering

Kesalahan yang cukup umum dalam merawat tanaman indoor adalah menyiramnya berdasarkan jadwal tetap tanpa memeriksa kondisi tanah.

Padahal, kebutuhan air dipengaruhi oleh jenis tanaman, ukuran pot, media tanam, suhu, dan pencahayaan. Tanaman seperti ZZ plant dan lidah mertua membutuhkan penyiraman lebih jarang dibandingkan calathea atau peace lily.

Sebelum menyiram, periksa kelembapan media tanam menggunakan jari. Jika bagian atas tanah masih terasa basah, penyiraman sebaiknya ditunda.

Dengan memilih jenis yang sesuai dan memperhatikan kebutuhan perawatannya, tanaman hias indoor untuk interior kekinian dapat menjadi elemen dekorasi yang menarik sekaligus membuat suasana rumah terasa lebih alami.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman Hias Indoor

1. Apa saja tanaman hias indoor yang mudah dirawat?

Beberapa tanaman hias indoor yang relatif mudah dirawat antara lain lidah mertua, ZZ plant, pothos, spider plant, dan peperomia. Tanaman tersebut cukup adaptif terhadap kondisi ruangan dan tidak membutuhkan penyiraman terlalu sering.

2. Tanaman indoor apa yang cocok untuk ruangan minim cahaya?

ZZ plant, lidah mertua, cast iron plant, pothos, dan parlor palm termasuk pilihan yang toleran terhadap cahaya rendah. Meski demikian, tanaman tetap membutuhkan pencahayaan meskipun tidak harus terkena sinar matahari langsung.

3. Apakah tanaman hias indoor bisa diletakkan di kamar tidur?

Bisa. Beberapa tanaman seperti parlor palm, peperomia, spider plant, dan lidah mertua dapat ditempatkan di kamar tidur selama kebutuhan cahaya, air, dan sirkulasi udaranya terpenuhi.

4. Seberapa sering tanaman hias indoor harus disiram?

Frekuensi penyiraman bergantung pada jenis tanaman dan kondisi media tanam. Sebaiknya periksa kelembapan tanah sebelum menyiram. Tanaman yang menyimpan air seperti lidah mertua dan ZZ plant membutuhkan penyiraman lebih jarang dibandingkan tanaman yang menyukai media lembap seperti calathea.

5. Apakah semua tanaman hias indoor aman untuk hewan peliharaan?

Tidak. Beberapa tanaman seperti monstera, pothos, ZZ plant, peace lily, dan aglaonema dapat beracun jika tertelan. Jika memiliki kucing atau anjing di rumah, periksa tingkat toksisitas tanaman sebelum membelinya dan letakkan tanaman berisiko di tempat yang tidak dapat dijangkau hewan peliharaan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6