Mensos Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Diduga Korban Perundungan

Kementerian Sosial (Kemensos) juga terus mendampingi siswa tersebut beserta orang tuanya.

Diterbitkan 30 Oktober 2026, 18:48 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Siswa korban perundungan di Sekolah Rakyat telah kembali bersekolah.
  • Kemensos mendampingi siswa dan orang tua, serta berkoordinasi dengan Unhan.
  • Insiden ini jadi evaluasi agar kegiatan pengabdian Unhan lebih baik ke depan.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan siswa Sekolah Rakyat yang diduga mengalami perundungan telah kembali mengikuti kegiatan belajar.

Kementerian Sosial (Kemensos) juga terus mendampingi siswa tersebut beserta orang tuanya. Pendampingan dilakukan sekaligus untuk mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang.

Gus Ipul menyampaikan hal itu setelah menghadiri Kongres Nasional (KONAS) XVI dan Forum Ilmiah Tahunan (FIT) XII Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) di Gedung Nusantara V, Kompleks MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (30/10/2026).

“Jadi kita terus dampingi orang tua dan siswanya. Alhamdulillah kita lihat anaknya sudah mau bersekolah lagi,” kata Gus Ipul.

Ia menjelaskan, siswa tersebut sempat mengalami syok dan membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi psikologisnya sebelum kembali ke sekolah.

Selama masa pemulihan, Kemensos memberikan kesempatan kepada siswa untuk beristirahat dan menenangkan diri.

“Nah sekarang alhamdulillah sudah ikut sekolah. Orang tuanya juga kita dampingi, kita ajak diskusi terus,” ujarnya.

 

Komunikasi Mensos dan Unhan

Gus Ipul mengatakan, Kemensos juga telah berkomunikasi dengan pimpinan Universitas Pertahanan (Unhan) untuk mencari penyelesaian terbaik atas persoalan tersebut.

Menurut dia, kejadian itu harus menjadi bahan evaluasi agar tidak kembali terulang. Meski demikian, ia menilai kegiatan pengabdian kadet Unhan di Sekolah Rakyat secara umum berjalan baik.

“Saya ingin tegaskan ini bahwa secara umum berjalan dengan baik dan saya berharap tahun depan kita bisa teruskan lagi kegiatan pengabdian dari Kadet Unhan ini di Sekolah Rakyat,” ungkapnya.

Gus Ipul menilai kehadiran kadet Unhan memberikan manfaat, terutama dalam memperkuat kedisiplinan siswa. Namun, setiap persoalan yang muncul tetap harus mendapat perhatian serius, sekecil apa pun.

“Jadi saya ingin ini benar-benar bisa menjadi pelajaran bersama kita. Kita ambil hikmahnya, dan kita lakukan mitigasi ke depan lebih kuat lagi, dan tidak terjadi lagi,” tegasnya.

Gus Ipul berharap evaluasi dan penguatan langkah pencegahan dapat membuat kegiatan pengabdian kadet Unhan di Sekolah Rakyat berjalan lebih baik serta mencegah terulangnya persoalan serupa.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6