Cara Membasmi Cacing Tanah di Pot sampai Tuntas, Tanaman Tetap Sehat

Cara membasmi cacing tanah di pot sampai tuntas: rendam pot, ganti media tanam, jebak cacing, dan cegah agar tidak kembali.

Diterbitkan 30 Oktober 2026, 19:40 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara membasmi cacing tanah di pot sampai tuntas paling mudah dimulai dengan merendam pot di air agar cacing naik ke permukaan. Setelah itu, cacing diambil satu per satu lalu dipindahkan ke kebun atau halaman.

Supaya tidak ada yang tertinggal, ganti media tanam dengan tanah baru dan cuci pot sampai bersih. Langkah pencegahan seperti tatakan pot dan jadwal siram yang tepat melengkapi cara membasmi cacing tanah di pot sampai tuntas.

Dilansir dari Laidback Gardener, cacing tanah sebenarnya bermanfaat, tetapi di dalam pot makanan utamanya, yaitu bahan organik dalam tanah, jumlahnya tidak banyak, apalagi kebanyakan media tanam pot didominasi gambut atau sabut kelapa yang lambat terurai . Dalam kondisi seperti itu, cacing mulai memakan akar muda tanaman, sehingga pertumbuhannya bisa terhambat bahkan tanaman bisa mati. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Jumat (30/10/2026). 

1. Cara Merendam Pot dengan Air

Bagi pencinta tanaman hias di rumah, metode rendam adalah langkah pertama yang paling lembut dalam cara membasmi cacing tanah di pot sampai tuntas. Cacing memang suka tanah lembap, tetapi tidak tahan bila tanah benar-benar tergenang, jadi mereka akan merayap naik ke permukaan untuk mencari udara.

Mengacu pada panduan Plant Quill, kondisi tergenang mendorong cacing tanah naik ke permukaan dalam waktu 15 sampai 30 menit, sehingga bisa diambil dan dipindahkan. Sumber yang sama juga menyarankan agar pot segera diangkat dari air begitu cacing muncul, lalu dibiarkan meniris sepenuhnya sebelum dikembalikan ke tempatnya.

Siapkan wadah yang lebih besar: Gunakan ember, baskom, atau bak yang lebih lebar dan lebih dalam dari pot. Isi air sampai permukaan tanah di pot bisa terendam seluruhnya.

Gunakan air sejuk: Pilih air bersuhu ruang atau sedikit lebih sejuk dari air keran. Air yang terlalu dingin atau terlalu panas bisa membuat akar tanaman stres.

Tambahkan sedikit sabun cuci piring: Cukup beberapa tetes sabun yang lembut. Cacing tanah tidak menyukai air maupun sabun, sehingga mereka akan naik ke permukaan untuk melarikan diri.

Rendam pot perlahan: Masukkan pot dengan hati-hati agar batang dan daun tidak patah. Tunggu sambil mengamati permukaan tanah.

Ambil cacing yang muncul: Gunakan sarung tangan, pinset panjang, atau saringan kecil. Kumpulkan cacing di wadah terpisah.

Tiriskan pot sampai tuntas: Angkat pot dan biarkan air keluar lewat lubang drainase. Jangan langsung menyiram lagi sampai tanah agak kering.

Ulangi bila perlu: Jika masih ada cacing yang terlihat beberapa hari kemudian, ulangi perendaman. Cacing yang bersembunyi di dasar pot kadang butuh lebih dari satu kali percobaan.

2. Cara Mengganti Media Tanam dan Repotting

Kalau perendaman belum berhasil, repotting adalah tahap paling menentukan dalam cara membasmi cacing tanah di pot sampai tuntas. Dengan mengganti tanah lama, cacing, telurnya, sekaligus sumber makanannya ikut keluar dari pot. Momen ini juga pas untuk memberi tanaman "rumah baru" yang lebih segar.

Merujuk Hunker, tanaman sebaiknya dipindahkan ke media tanam yang bersih dan steril. Pot lama tetap bisa dipakai lagi setelah dicuci menyeluruh dengan larutan pemutih yang diencerkan 10 persen.

Keluarkan tanaman dari pot: Miringkan pot lalu tarik tanaman perlahan dari pangkal batang. Ketuk sisi pot bila tanah terasa menempel.

Rontokkan tanah dari akar: Goyangkan sisa tanah dari bola akar agar cacing di dalam tanah mudah terlihat dan diambil.

Bilas akar dengan air bersih: Bilas akar untuk menghilangkan telur atau cacing yang mungkin menempel, supaya tidak terbawa ke pot baru.

Periksa kondisi akar: Potong akar yang busuk, hitam, atau lembek dengan gunting bersih. Akar sehat biasanya berwarna putih atau cokelat muda dan terasa padat.

Rendam pot di larutan pemutih: Campurkan 1 bagian pemutih dengan 10 bagian air, rendam pot minimal satu jam, lalu bilas dengan air dan biarkan kering.

Buang tanah lama dengan benar: Berdasarkan panduan A Garden Diary, hindari menyebarkan cacing ke tanaman lain dengan menutup rapat dan membuang tanah yang sudah terinfestasi.

Gunakan media tanam baru dari kemasan tertutup: Pakai media baru dari kantong tertutup yang disimpan jauh dari tanah luar agar peluang masuknya cacing baru berkurang.

 

3. Cara Menjebak dan Mengambil Cacing Secara Manual

Tanaman besar seperti monstera atau pohon buah dalam pot jelas sulit direndam di ember. Untuk kasus seperti ini, cara membasmi cacing tanah di pot sampai tuntas bisa dilakukan dengan jebakan sederhana dan pengambilan manual yang sabar. Metode ini ramah lingkungan dan tidak memakai bahan kimia sama sekali.

Sebagaimana dikutip dari Gardening Mentor, jika tanaman yang ditanam di pot berukuran besar, merendamnya di air mungkin tidak memungkinkan. Situs tersebut menyebut cacing menyukai kardus bergelombang, dan metode ini aman bagi cacing, sekaligus tidak berisiko membuat tanaman kelebihan air atau terpapar bahan kimia.

Siapkan kardus bergelombang: Potong kardus bekas seukuran permukaan pot. Kardus jenis berlapis seperti sandwich paling disukai cacing.

Basahi kardus: Celupkan kardus ke air sampai lembap merata, lalu letakkan di atas permukaan tanah pot.

Diamkan semalaman: Cacing biasanya paling aktif di malam hari dan akan berkumpul di bawah kardus yang lembap.

Angkat kardus di pagi hari: Ambil cacing yang menempel di bawah kardus atau di permukaan tanah. Ulangi beberapa malam sampai tidak ada cacing yang terkumpul lagi.

Ambil cacing yang terlihat dengan pinset: Gunakan pinset untuk mengambil cacing yang terlihat di permukaan tanah dan daun dengan hati-hati.

Intip lubang drainase: Cacing tanah cenderung menggali ke dasar pot, jadi mereka bisa ditemukan dengan sedikit menggali atau mengintip lewat lubang drainase.

Biarkan tanah mengering: Cacing bisa dihilangkan dengan membiarkan media tanam kering sepenuhnya sebelum disiram lagi. Cara ini cocok untuk tanaman yang tahan kering.

Pindahkan cacing ke kebun: Lepaskan cacing tanah di kebun sayur atau bedengan bunga, tempat mereka bermanfaat bagi tanah, tetapi jauh dari tanaman pot lainnya.

Di kebun terbuka, cacing justru jadi sahabat tanaman karena aktivitasnya membantu menggemburkan tanah serta memperbaiki aerasi dan drainase. Karena itu, memindahkan cacing ke halaman jauh lebih bijak daripada membunuhnya.

4. Cara Mencegah Cacing Tanah Kembali ke Pot

Setelah pot bersih, pekerjaan belum benar-benar selesai. Cara membasmi cacing tanah di pot sampai tuntas juga mencakup kebiasaan kecil yang membuat cacing tidak kembali, terutama bila pot sering diletakkan di teras, taman, atau langsung di atas tanah.

Seperti yang diberitakan Simplify Gardening, salah satu langkah pencegahan adalah membuat penghalang di dasar pot agar hama seperti cacing tidak masuk ke tanaman. Situs itu juga menyarankan agar tanaman hias yang sempat dibawa ke luar dipisahkan dulu dari tanaman lain selama sekitar satu atau dua minggu.

Pasang kasa di lubang drainase: Sebelum mengisi media tanam, letakkan kasa atau jaring halus di dasar pot. Air tetap bisa keluar, tetapi cacing sulit masuk.

Beri kaki atau tatakan pada pot: Jangan meletakkan pot langsung di atas tanah. Dudukan pot, batu bata, atau rak membuat jalur masuk cacing terputus.

 Rendam tanaman sebelum dibawa masuk rumah: Sebelum membawa tanaman kembali ke dalam rumah, celupkan pot ke ember berisi air sabun dan rendam seluruhnya sekitar 20 menit.

Atur jadwal penyiraman: Cacing menyukai tanah yang selalu basah. Siram tanaman sesuai kebutuhannya dan pastikan air tidak menggenang di tatakan.

Pilih media tanam steril: Gunakan media tanam kemasan yang masih tersegel. Hindari mengambil tanah kebun langsung untuk mengisi pot di dalam rumah.

Hati-hati dengan pupuk kandang: Pupuk organik seperti kotoran ternak bisa menarik cacing karena kaya bahan organik. Gunakan secukupnya, atau pilih pupuk yang sudah matang dan steril.

Taburkan tanah diatom: Salah satu cara efektif mencegah cacing di tanah adalah menaburkan tanah diatom di bagian bawah tanaman. Gunakan seperlunya karena bahan ini bekerja dengan membuat hewan bertubuh lunak kehilangan cairan.

Ganti cacing hidup dengan kascing: Ingin tanah tetap subur tanpa cacing? Tambahkan pupuk kascing (kotoran cacing) ke media tanam. Manfaat nutrisinya tetap didapat tanpa cacing hidup di dalam pot.

Tanda Pot Dihuni Cacing Tanah dan Alasan Perlu Dipindahkan

Banyak pemilik tanaman tidak sadar ada cacing di pot sampai tanaman mulai terlihat lesu. Mengenali tanda-tandanya sejak awal membantu tanaman cepat pulih, apalagi tren berkebun di rumah dan koleksi tanaman hias indoor makin digemari anak muda. Sebelum bertindak, pastikan juga makhluk yang terlihat memang cacing, karena ada panduan untuk membedakan anakan ular dan cacing agar tidak salah penanganan.

Sebagaimana dilaporkan SFGate Home Guides, cacing tanah di dalam pot bisa merusak sistem akar, terutama pada tanaman muda. Selain itu, cacing terkadang memakan jaringan akar hidup maupun mati, yang bisa memengaruhi pertumbuhan tanaman ketika lubang galiannya mengganggu proses tumbuh akar.

Gundukan kecil di bawah pot: Kotoran cacing atau kascing sering terlihat di bawah pot, di dekat lubang drainase, atau cacingnya sendiri muncul ke permukaan setelah penyiraman yang banyak.

Cacing muncul setelah disiram: Saat tanah tergenang, cacing naik ke permukaan untuk bernapas. Ini tanda paling mudah dikenali.

Tanaman kerdil dan sulit tumbuh: Daun baru lambat muncul atau ukurannya mengecil meski perawatan sudah rutin. Akar muda yang terganggu bisa jadi penyebabnya.

Media tanam berubah lembek: Cacing mencerna partikel organik dalam media tanam hingga teksturnya menjadi halus seperti lumpur. Akibatnya, air jadi lambat meresap dan tanah terlalu padat.

Cacing kabur ke lantai: Cacing di pot kecil bisa membuat terowongan yang mengganggu kontak akar dengan tanah dan kabur dari pot hingga muncul di lantai atau perabot.

Tanaman yang suka tanah lembap lebih rawan: Cacing biasanya hanya ditemukan di tanah tanaman yang menyukai kondisi lembap, karena mereka tidak bisa bertahan di tanah yang kering sepenuhnya di antara waktu penyiraman.

Bau tidak sedap dari media tanam: Di wadah kecil, cacing cepat kehabisan makanan, lalu mati dan membusuk dengan cara yang bisa merusak akar. Bau busuk dari pot bisa jadi tanda awal.

Pot besar di luar ruangan lebih toleran: Tidak semua cacing harus diusir. Di kebun pot besar di luar ruangan atau bedengan dalam ruangan, cacing bisa bermanfaat.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cacing Tanah di Pot

Apakah cacing tanah di pot selalu berbahaya bagi tanaman?

Tidak selalu. Di pot besar atau kebun terbuka, cacing membantu menggemburkan tanah. Masalah biasanya muncul di pot kecil dan sedang, karena makanannya terbatas sehingga cacing bisa mengganggu akar muda.

Apakah perlu memakai pestisida untuk membasmi cacing tanah di pot?

Umumnya tidak perlu. Merendam pot, mengganti media tanam, dan memakai jebakan kardus basah sudah cukup efektif. Cara ini juga lebih aman untuk tanaman, hewan peliharaan, dan keseimbangan alami tanah di sekitar rumah.

Ke mana sebaiknya cacing tanah dipindahkan setelah diambil dari pot?

Pindahkan cacing ke kebun, halaman, bedengan bunga, atau komposter. Pilih lokasi yang lembap dan teduh, serta jauh dari pot tanaman lain agar cacing tidak kembali masuk.

Pada dasarnya, cacing tanah bukan musuh, mereka hanya berada di tempat yang kurang tepat. Dengan perendaman, repotting, jebakan sederhana, dan kebiasaan merawat yang konsisten, pot kembali bersih dan tanaman bisa tumbuh lebih segar. Rutinitas kecil seperti ini juga bisa jadi momen me time yang menenangkan di sela kesibukan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6