Ada Demo Mahasiswa Trisakti, Jalan Sekitar Istana Ini Ditutup

Dalam demo ini, mahasiswa Trisakti menyuarakan tiga tuntutan rakyat (Tritura).

Diterbitkan 29 Oktober 2026, 17:22 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Jalan Medan Merdeka Selatan ditutup akibat demo mahasiswa Trisakti.
  • Mahasiswa Trisakti menyuarakan Tritura dengan tiga tuntutan utama.
  • Tuntutan meliputi pemulihan nasional, pejabat kompeten, dan supremasi sipil.

Liputan6.com, Jakarta - Kedua sisi Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, ditutup menyusul demo mahasiswa Universitas Trisakti, Kamis (29/10/2026).

Pantauan Liputan6.com hingga pukul 17.15 WIB, penutupan dilakukan di sekitar Patung Kuda dan depan BSI Tower/Menara Danareksa, tepatnya di jalur menuju Istana Negara dan Jalan Jenderal Sudirman.

Kendaraan dari Jalan Medan Merdeka Selatan menuju Jalan Jenderal Sudirman dialihkan menggunakan pembatas besi atau water barrier yang dijaga petugas kepolisian.

Pengendara diarahkan berbelok melalui Jalan Kebon Sirih. Sebagian lajur sempat disisakan untuk kendaraan, tetapi akses utama menuju kawasan Istana Negara diblokade.

Dalam aksinya, mahasiswa Trisakti menyuarakan tiga tuntutan rakyat (Tritura). Mereka menuntut pemulihan di berbagai sektor nasional hingga penegakan supremasi sipil.

 

Tuntutan Mahasiswa

Menteri Luar Negeri Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma) Universitas Trisakti periode 2025/2026 Kabinet Karya Bersama, Arief Rizquna, menyampaikan tuntutan pertama, yakni pemulihan ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan nasional.

“Yang kedua, kami menyampaikan untuk para penguasa agar menghapus dan memberantas semua pejabat yang tidak inkompeten di bidangnya,” ujar Arief dalam orasinya.

Tuntutan ketiga, mahasiswa meminta supremasi sipil ditegakkan. Seluruh tuntutan tersebut juga dituliskan dan ditampilkan melalui spanduk serta atribut demonstrasi yang dibawa massa.

“Hari ini saya ingin menunjukkan kepada masyarakat sipil sekalian bahwa ada simbol kekecewaan, ada simbol kemirisan yang kami bawa dari Trisakti. Angkat semua, Bismillah Ini adalah kegelapan!” kata Arief.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6