Liputan6.com, Jakarta - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kopi di Lampung Barat mulai memperluas jangkauan pasar dengan menjual produk bernilai tambah. Tak lagi sekadar mengekspor biji kopi mentah (green beans), mereka kini mulai merambah pasar kopi sangrai (roasted coffee) yang menawarkan margin bisnis lebih menjanjikan.
Salah satu UMKM yang menempuh langkah hilirisasi tersebut adalah Mr Zian Coffee di Pekon Kejadian, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat. Usaha milik Wahyu Anggono ini sebelumnya lebih banyak mengandalkan penjualan biji kopi ke pasar mancanegara.
Wahyu mengungkapkan, kopi robusta asal Lampung Barat memiliki basis penggemar setia di sejumlah negara, mulai dari Italia, China, hingga Mesir. Berbekal peluang tersebut, Mr Zian Coffee mulai mengembangkan ragam produk kopi olahan sejak 2012.
Advertisement
Varian yang dikembangkan tidak hanya terbatas pada jenis robusta, tetapi juga arabika, kopi petik merah, kopi luwak, hingga kopi sangrai.
"Kami juga mengembangkan roasted coffee (kopi sangrai)," ujar Wahyu, Kamis (29/10/2026).
Meski membuka peluang pertumbuhan baru, membidik pasar ekspor untuk produk kopi olahan bukan tanpa hambatan. Menurut Wahyu, pembeli internasional menerapkan standar dan spesifikasi produk yang sangat ketat.
Konsistensi profil rasa (flavor profile) menjadi tantangan tersendiri. Produsen dituntut menjaga mutu produk secara berkelanjutan demi membangun kepercayaan pembeli dalam jangka panjang.
"Dengan menjaga konsistensi itu, kami selaku UMKM berani melangkah ke pasar ekspor, memperketat mutu pengolahan, dan memenuhi kebutuhan konsumen," tegasnya.
Â
Tantangan Standar Ekspor Kopi Olahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385797/original/036796100_1793269473-email-attachment_2026_10_29_ardiansyah-putra_umkm-lampung-tembus-pasar-italia-hingga-china-kopi-sangrai-jadi-andalan-baru_1001804817.jpg)
Pengembangan kopi sangrai menjadi bagian dari upaya mengerek nilai tambah komoditas unggulan Lampung. Melalui pengolahan hilir, produk dapat dipasarkan menggunakan identitas merek (branding) tersendiri, tidak lagi sebatas menjual bahan baku komoditas mentah.
Kendati demikian, strategi hilirisasi perlu disokong kesiapan dari hulu hingga hilir. Dinas Perkebunan Provinsi Lampung menyoroti krusialnya program intensifikasi dan peremajaan (replanting) tanaman guna menjamin pasokan bahan baku yang stabil dan berkualitas.
Di sisi hilir, UMKM perlu memperkuat teknik pemanggangan (roasting), kualitas kemasan, identitas merek, dokumentasi rantai produksi, hingga perluasan jaringan pembeli.
Kepala Karantina Lampung Donni Muksidayan menyampaikan, koordinasi sejak awal sangat membantu pelaku usaha mempersiapkan pemenuhan dokumen ekspor secara cermat, mengingat regulasi tiap negara tujuan berbeda-beda.
"Kami berkomitmen memberikan pendampingan teknis kepada pelaku usaha, memastikan pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari, serta memfasilitasi layanan dan dokumen karantina sesuai ketentuan," terang Donni.
Â
Advertisement
Lonjakan Ekspor Kopi RI ke Italia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385798/original/009576600_1793269489-email-attachment_2026_10_29_ardiansyah-putra_umkm-lampung-tembus-pasar-italia-hingga-china-kopi-sangrai-jadi-andalan-baru_1001804810.jpg)
Peluang pasar bagi kopi olahan turut terkonfirmasi dari pesatnya pertumbuhan perdagangan kopi Indonesia dengan Italia.
Data Atase Perdagangan Indonesia di Roma mencatatkan nilai ekspor kopi Indonesia ke Italia melonjak hingga 91 persen, dari USD 29,96 juta pada 2024 menjadi USD 57,22 juta pada 2025.
Meski begitu, Donni memberikan catatan bahwa seluruh ekspor ke Italia pada periode tersebut masih didominasi oleh kopi tidak disangrai dan tidak didekafeinasi (kode HS 090111).
"Artinya, pertumbuhan ekspor sebesar 91 persen itu merupakan kenaikan nilai ekspor kopi Indonesia secara keseluruhan ke Italia, bukan khusus kopi asal Lampung maupun kopi sangrai," papar Donni.
Kendati pasar Italia masih didominasi biji mentah, tren ini menjadi indikator positif bagi UMKM untuk mulai memperkenalkan kopi olahan lokal ke pasar Eropa.
Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Badan Karantina Indonesia Bidang Kerja Sama Luar Negeri dan Perluasan Akses Pasar, Ahsanul Minan, menambahkan bahwa kepatuhan standar karantina menjadi kunci dalam menjaga kelancaran perdagangan internasional.
"Pelaku usaha perlu memperoleh informasi yang jelas, memahami prosedur, dan mendapatkan pendampingan yang sesuai agar proses ekspor dapat dipersiapkan dengan baik serta risiko hambatan perdagangan dapat diminimalkan," jelas Minan.
Khusus untuk pasar Uni Eropa, UMKM juga diimbau mencermati regulasi ketat terkait keamanan pangan, ambang batas residu, hingga ketertelusuran (traceability) rantai pasok agar mampu bersaing secara berkelanjutan di panggung global.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321860/original/097207600_1786506941-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T105431.565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370073/original/043104200_1791549729-IMG-20261009-WA0111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385238/original/034787500_1793247276-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385796/original/094279600_1793269455-email-attachment_2026_10_29_ardiansyah-putra_umkm-lampung-tembus-pasar-italia-hingga-china-kopi-sangrai-jadi-andalan-baru_1001804811.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3315335/original/028554300_1607065150-a3547631-f90b-4c9e-aaf6-c2c571817439.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384016/original/001150700_1793147137-Penguatan-Pendampingan-UMKM-Cilacap-790x550.webp)