Pemecatan Michael Carrick Bisa Jadi Jalan Terbaik untuk Manchester United

Michael Carrick dalam posisi sulit setelah Manchester United terpuruk di awal musim baik itu di Liga Inggris maupun Liga Champions.

OlehThomas
Diterbitkan 30 Oktober 2026, 20:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Legenda Manchester United, Gary Neville, menilai pemecatan Michael Carrick bisa menjadi keputusan terbaik bagi semua pihak di tengah keterpurukan Setan Merah pada musim 2026/2027. Neville menilai, terkadang seorang pelatih perlu dibebastugaskan demi kebaikannya sendiri.

Masa depan Carrick di kursi pelatih Manchester United memang tengah menjadi sorotan. Rentetan hasil buruk membuat posisi mantan gelandang Timnas Inggris tersebut semakin tertekan, terutama setelah kekalahan telak 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford pada Minggu (25/10/2026).

Hasil tersebut memperpanjang catatan buruk Manchester United yang sudah melewati delapan pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi. Situasi ini juga membuat manajemen klub menghadapi tekanan besar untuk segera mengambil keputusan terkait masa depan Carrick.

Namun, hingga Kamis (29/10/2026), manajemen Manchester United masih mempertahankan pelatih berusia 45 tahun tersebut. Carrick pun dipersiapkan untuk memimpin tim saat menghadapi Chelsea dalam lanjutan Liga Inggris, Sabtu (31/10/2026).

Neville menduga keputusan mempertahankan Carrick diambil setelah jajaran petinggi klub mengalami kebingungan dalam menentukan langkah selanjutnya.

"Saya rasa dalam 24 jam setelah pertandingan melawan Bournemouth, mereka benar-benar memperdebatkan masa depan Carrick bolak-balik," ujar Neville dalam siniar Stick to Football.

Mantan kapten Manchester United itu menduga manajemen klub akhirnya memilih mempertahankan Carrick karena belum memiliki rencana matang maupun alternatif pengganti yang benar-benar meyakinkan.

Menurut Neville, situasi tersebut memperlihatkan persoalan pengambilan keputusan di tubuh klub. Ia pun menilai pemecatan terkadang justru bisa menjadi jalan keluar bagi seorang pelatih yang sedang mengalami masa sulit.

"Terkadang seorang manajer perlu dipecat demi kebaikannya sendiri. Saya membutuhkan pemecatan saat berada di Valencia. Saya justru senang ketika mereka mengakhiri penderitaan saya," kata Neville.

Pernyataan tersebut merujuk pada pengalaman Neville ketika menangani Valencia pada musim 2015/2016. Pengalaman itu membuatnya memahami bahwa keputusan berpisah dengan klub tidak selalu menjadi sesuatu yang buruk bagi seorang pelatih.

Manchester United Terpuruk, Posisi Carrick Makin Tertekan

Performa Manchester United pada awal musim 2026/2027 menjadi salah satu persoalan terbesar yang harus segera diselesaikan klub.

Kekalahan 0-3 dari Bournemouth membuat Setan Merah hanya mengoleksi tujuh poin dari delapan pertandingan Liga Inggris. Catatan tersebut menjadi awal musim terburuk mereka dalam kompetisi liga selama 40 tahun terakhir.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Secara keseluruhan, Manchester United baru mencatatkan dua kemenangan dari 12 pertandingan di semua kompetisi musim ini. Rentetan hasil negatif tersebut membuat klub berada hanya satu poin di atas zona degradasi Liga Inggris. Situasi ini kontras dengan pencapaian Carrick pada musim sebelumnya. Setelah menggantikan Ruben Amorim, ia berhasil membawa Manchester United finis di posisi ketiga Liga Inggris 2025/2026 sekaligus mengamankan tiket ke Liga Champions. Berkat pencapaian tersebut, Carrick mendapatkan kontrak berdurasi dua tahun pada Mei 2026. Namun, penurunan performa yang drastis pada musim ini membuat kepercayaan terhadap kepemimpinannya mulai dipertanyakan. Meski demikian, Carrick masih mendapatkan dukungan dari sebagian suporter. Setelah kekalahan dari Bournemouth, ia menerima tepuk tangan ketika berjalan meninggalkan lapangan, sementara para pemain justru mendapat sambutan berupa sorakan kekecewaan dari penonton.

Halaman
Show All