Kemensos Gelar Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026, Gus Ipul Soroti Peran Penting Media

BRI Peduli melibatkan 500 relawan dan menyediakan RVM untuk mendukung pengelolaan sampah selama MotoGP Mandalika 2026.

Diterbitkan 18 Oktober 2026, 18:08 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan apresiasi kepada insan media yang konsisten mengangkat berbagai cerita dari Sekolah Rakyat di penjuru Indonesia. Apresiasi tersebut diwujudkan melalui Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, kontribusi jurnalis memiliki arti penting dalam mengawal sekaligus menyampaikan berbagai program sosial pemerintah kepada masyarakat, termasuk Sekolah Rakyat.

Menurut Gus Ipul, pemerintah dan pers memiliki peran berbeda, tetapi keduanya sama-sama memikul tanggung jawab dalam menjaga martabat manusia. Pemerintah bekerja melalui kebijakan, sedangkan jurnalis menghadirkan fakta kepada publik.

"Pemerintah bekerja melalui kebijakan, sementara wartawan bekerja melalui fakta. Wartawan bukan sekadar menyampaikan berita, melainkan mata yang membantu melihat mereka yang terabaikan, telinga yang mendengar mereka yang tak terdengar, dan suara bagi mereka yang selama ini tak bersuara," ujarnya dalam acara Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat di SRT 1 Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (17/10) malam.

Mengangkat tema Sekolah Rakyat Memuliakan “The Invisible People”, lomba karya jurnalistik tersebut menjadi ruang bagi jurnalis untuk menyampaikan cerita dari Sekolah Rakyat melalui karya tulis, berita foto, dan video.

Acara tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Sekretaris Jenderal Kemensos M. Hasan Chabibie, jajaran Kementerian Sosial, siswa Sekolah Rakyat, serta insan pers.

Sekolah Rakyat Tampung Lebih dari 44 Ribu Siswa

Gus Ipul menjelaskan, kontribusi jurnalis menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Program yang digagas langsung Presiden Prabowo Subianto tersebut diarahkan untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan sekaligus pemberdayaan orang tua siswa.

Pemberitaan media membuat perjalanan para siswa, orang tua, tenaga pendidik, guru, kepala sekolah, hingga pemerintah dalam menjalankan pendidikan dan upaya pengentasan kemiskinan dapat diketahui publik serta memperoleh dukungan masyarakat secara lebih luas.

Sekolah Rakyat sendiri merupakan program strategis yang berlandaskan amanat Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

Hingga 2026, terdapat 182 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia yang menampung lebih dari 44 ribu siswa dari keluarga kurang mampu.

"Kita patut bersyukur salah satu gagasan besar Presiden, yaitu Sekolah Rakyat, mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan,” katanya.

Menurut Gus Ipul, keberhasilan Sekolah Rakyat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Dukungan, masukan, pengawasan, dan kepedulian berbagai elemen masyarakat tetap dibutuhkan agar program tersebut dapat mencapai tujuannya.

Media massa pun memiliki posisi penting untuk menyebarluaskan upaya pemerintah dalam menjalankan amanat UUD 1945 terkait pemenuhan hak-hak fakir miskin dan anak-anak terlantar oleh negara.

Cak Imin: Setiap Rupiah APBN Harus Dorong Pemberdayaan

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar turut memberikan apresiasi terhadap Sekolah Rakyat.

Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi model pendidikan berasrama yang mapan. Anak mendapatkan pendidikan, sementara orang tua turut diberdayakan.

Program tersebut dinilai menjadi bentuk nyata kepedulian negara terhadap masyarakat miskin atau the invisible people, kelompok yang sebelumnya kerap tidak terjangkau kebijakan.

"Setiap rupiah APBN kita harus mendorong pemberdayaan. Melalui politik anggaran pemberdayaan dan kolaborasi dengan media, kita optimistis dapat melahirkan manusia Indonesia yang kuat, berdaya, dan mandiri," ujarnya.

Daftar Nominasi Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026

Sebelum gelaran malam Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2926, tim juri telah melakukan penilaian terhadap karya para jurnalis yang mengikuti perlombaan pada Juni 2026.

Dari proses tersebut, terpilih 10 nominasi karya tulis, 5 nominasi karya foto, dan 5 nominasi karya video, sebagai berikut:

A. Kategori Jurnalistik Media Cetak dan Online

  1. Mohammad Iqbal Shukri (Tribun Jateng)
  2. Dini Suciatiningrum (IDN Times)
  3. Erwin Prasetio (Sinar Perbatasan)
  4. Puji Purwanto (Suara Merdeka Purbalingga)
  5. Acep Nazmudin (Kompas.com)
  6. Vina Oktavia (Kompas.id)
  7. Stefy Thenu (Viva Jogja)
  8. Vina Oktavia (Kompas.id)
  9. Sigiranus Marutho Bere (Kompas.com)
  10. Septian Bima Bagaskara (Detik Jabar)

B. Kategori Jurnalistik Foto

  1. Wahyu Budiyanto (BlokBojonegoro.com)
  2. Muhammad Iqbal (LKBN ANTARA)
  3. Muhammad Bagus Khoirunas (LKBN ANTARA)
  4. Andry Denisah (ANTARA Sultra)
  5. Priyombodo (Kompas.id)

C. Kategori Jurnalistik Video

  1. Amita Putri Caesaria (ANTARA TV)
  2. Dwi Nur Oktaviani (DAAI TV)
  3. Radifan Setiawan (Tribunnews)
  4. Crypto Hermawan (TVRI Jakarta)
  5. Sherly Zulkarnaen (TVRI Sumbar)

Daftar Pemenang Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026

Setelah melakukan penilaian terhadap para nominator, tim juri menetapkan pemenang Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 sebagai berikut:

A. Kategori Jurnalistik Media Cetak dan Online

Juara 1 : Mohammad Iqbal Shukri (Tribun Jateng) dengan judul karya Menjemput Masa Depan yang Hampir Hilang

Juara 2 : Sigiranus Marutho Bere (Kompas.com) dengan judul karya Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem dari Tanah Karang

Juara 3 : Dini Suciatiningrum (IDN Times) dengan judul karya Memuliakan yang Tak Terlihat, Kisah Haru Nenah di Sekolah Rakyat

Harapan 1 : Stefy Thenu Jurnalis (Viva Jogja) dengan judul karya Ikhtiar Memupus Kebodohan, Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Harapan 2 : Vina Oktavia (Kompas.id) dengan judul karya Sekolah Rakyat dan Mimpi Anak-anak dari Keluarga Kurang Mampu ”Naik Kelas”

Harapan 3 : Erwin Prasetio (Sinar Perbatasan) dengan judul Sekolah Rakyat Memuliakan, Menyalakan Kembali Mimpi Anak-Anak Perbatasan

B. Kategori Jurnalistik Foto

Juara 1 : Wahyu Budiyanto (BlokBojonegoro.com) dengan judul karya Cetak Generasi Hebat Lewat Penguatan Karakter dan Digitalisasi di SRMA 36 Bojonegoro

Juara 2: Andry Denisah (ANTARA Sultra) dengan judul karya Kemensos Luluskan Siswa Sekolah Rakyat di Tahun Pertama

Juara 3 : Muhammad Iqbal (ANTARA Foto) dengan judul karya Hari Pertama Masuk Sekolah Rakyat

C. Kategori Jurnalistik Video

Juara 1 : Crypto Hermawan (TVRI Jakarta) dengan judul karya Pijar Masa Depan Sekolah

Juara 2 : Amita Putri (ANTARA TV) dengan judul karya Menyalakan Asa (Seri Sekolah Rakyat Bagian 1, 2, & 3)

Juara 3 : Dwi Nur Oktaviani (DAAI TV) dengan judul karya Pendidikan Untuk Agis

Penghargaan Lifetime Achievement untuk M. Bagus Khoirunnas

Selain penghargaan untuk tiga kategori karya jurnalistik, Menteri Sosial Saifullah Yusuf secara khusus memberikan penghargaan Lifetime Achievement kepada M. Bagus Khoirunnas.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi, konsistensi, dan kontribusi luar biasa yang telah diberikan dalam dunia jurnalistik.

M. Bagus Khoirunnas merupakan pewarta foto ANTARA yang hilang kontak ketika meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda, Banten, pada Senin (7/9/2026).

Selain penghargaan tersebut, Gus Ipul juga memberikan penghargaan kepada Forum Wartawan Sosial (Forwasos).

Malam Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 pun tidak hanya menjadi panggung apresiasi bagi insan media. Para siswa Sekolah Rakyat turut mendapat ruang untuk menunjukkan bakat dan prestasinya.

Di hadapan ribuan pasang mata, para siswa tampil percaya diri melalui sejumlah pertunjukan, mulai dari tarian, pembacaan puisi, hingga paduan suara.

Di tengah rangkaian acara, siswa dan seluruh tamu undangan juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun serta doa bersama untuk kesehatan dan kesuksesan Presiden Prabowo Subianto.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekjen Kemensos M Hasan Chabibie, Staf Ahli Menteri Afrizon Tanjung, Dirjen Rehabilitasi Sosial Supomo, Stafsus Menteri Ishaq Zubaedi Raqib, Stafsus Menteri Fathurohman Taufiq, Tenaga Ahli Menteri Galih Hidayatullah, Tenaga Ahli Menteri Agustinus Budi, Tenaga Ahli Menteri Fajar WH, Kabiro Humas Devi Deliani, serta para tamu undangan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6