Liputan6.com, Jakarta Cara merawat tanaman kaktus sebenarnya tidak sulit selama kebutuhan dasarnya dipahami. Tanaman ini membutuhkan penyiraman secukupnya, paparan cahaya matahari yang sesuai, serta media tanam yang memiliki drainase baik agar air tidak menggenang.
Kaktus menyimpan cadangan air di dalam batangnya sehingga mampu bertahan dalam kondisi kering lebih lama dibandingkan banyak tanaman hias lainnya. Karena itu, perawatannya lebih banyak berfokus pada pengaturan air dan pencahayaan daripada penyiraman rutin setiap hari.
Kesalahan yang sering terjadi justru muncul ketika kaktus terlalu sering disiram. Dilansir dari Gardening Know How, kelebihan air dapat membuat kaktus tampak sehat pada awalnya, tetapi perlahan batangnya menjadi lunak hingga mengalami pembusukan Kondisi ini membuat perawatan tanaman hias berduri tersebut perlu dilakukan dengan cara yang berbeda dari tanaman rumah pada umumnya, berikut ulasan Liputan6.com
Advertisement
Cara Merawat Tanaman Kaktus untuk Pemula
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288730/original/094930300_1783331247-kering_kaktus_3.jpeg)
Menguasai cara merawat kaktus untuk pemula tidak membutuhkan banyak peralatan khusus. Hal yang lebih penting adalah memahami kebutuhan tanaman dan menjaga rutinitas perawatan secara konsisten. Beberapa langkah sederhana berikut dapat diterapkan di rumah agar kaktus tumbuh sehat, kokoh, dan terhindar dari pembusukan.
-
Atur frekuensi penyiraman: Jangan menyiram kaktus berdasarkan jadwal yang kaku, tetapi periksa terlebih dahulu kondisi media tanam. Siram ketika media sudah benar-benar kering hingga bagian dalam pot, yang pada banyak kondisi dapat berlangsung sekitar satu hingga dua minggu sekali, tergantung suhu dan kelembapan udara. Kaktus memang tahan terhadap kekeringan, tetapi bukan berarti tidak membutuhkan air. Staf hortikultura Desert Botanical Garden yang dikutip oleh Desert Botanical Garden juga menegaskan bahwa anggapan kaktus sama sekali tidak membutuhkan air adalah keliru.
-
Terapkan teknik menyiram yang benar: Ketika waktunya menyiram, basahi media secara menyeluruh hingga air keluar melalui lubang drainase di bagian bawah pot. Setelah itu, kosongkan air yang tertampung di tatakan agar akar tidak terus berada dalam kondisi basah. Panduan New York Botanical Garden menyebut penyiraman dari bawah dengan merendam pot sejenak sebagai salah satu pilihan yang dapat membantu mengurangi percikan air pada batang. Pastikan pula tanaman berada di tempat dengan sirkulasi udara baik sehingga kelembapan di sekitarnya tidak terlalu tinggi.
-
Berikan cahaya matahari yang cukup: Tempatkan kaktus di dekat jendela yang mendapat cahaya terang, misalnya dari arah timur, selatan, atau barat, sesuai kondisi ruangan dan jenis kaktus. Paparan cahaya yang kurang dapat menyebabkan etiolasi, yaitu pertumbuhan yang memanjang, kurus, dan lemah karena tanaman berusaha mencari sumber cahaya. Gage Wiley, hortikulturis dari Habitat Horticulture yang dikutip Bloomscape, menjelaskan bahwa kaktus umumnya membutuhkan banyak cahaya matahari langsung. Bagi pemula, memilih jenis kaktus yang mudah dirawat juga dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko kesalahan perawatan.
-
Gunakan media tanam yang porus: Media tanam menjadi salah satu faktor penting karena akar kaktus tidak menyukai kondisi yang terlalu basah. Campuran tanah, pasir malang, dan sekam bakar dapat digunakan untuk membantu air mengalir lebih cepat dan mencegah genangan di sekitar akar. Media yang terlalu padat cenderung menahan air lebih lama sehingga meningkatkan risiko akar membusuk. Menurut panduan yang dikutip Tom's Guide, media khusus kaktus juga dapat dibuat dengan mencampurkan tanah pot standar dan bahan seperti perlit, vermikulit, atau pasir kasar agar teksturnya lebih berdrainase.
-
Pilih pot dengan drainase baik: Pastikan wadah memiliki lubang drainase di bagian bawah sehingga kelebihan air dapat segera keluar setelah penyiraman. Pot berbahan tanah liat atau terakota dapat membantu media lebih cepat mengering dibandingkan wadah yang cenderung mempertahankan kelembapan. Tidak harus selalu menggunakan pot baru karena kaleng bekas pun bisa disulap menjadi pot, selama wadah tersebut dibersihkan dan diberi lubang yang cukup di bagian dasarnya.
-
Beri pupuk secara berkala: Kaktus tetap membutuhkan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan, terutama ketika memasuki masa tumbuh aktif. Pupuk NPK atau pupuk khusus kaktus dapat diberikan dalam dosis rendah, misalnya dengan mengencerkan pupuk hingga sekitar setengah dari takaran yang dianjurkan. Hindari pemupukan berlebihan karena konsentrasi nutrisi yang terlalu tinggi dapat mengganggu atau merusak akar. Bahan organik seperti air cucian beras juga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari perawatan, tetapi penggunaannya perlu dilakukan secara tepat agar tidak membuat media terlalu lembap atau memicu masalah lain.
-
Jaga suhu dan sirkulasi udara: Lingkungan yang hangat dengan sirkulasi udara baik umumnya lebih sesuai untuk kaktus dibandingkan tempat yang pengap dan lembap. Kisaran suhu sekitar 18-32 derajat Celcius dapat menjadi gambaran umum, meski kebutuhan setiap jenis kaktus dapat berbeda. Hindari meletakkan tanaman di area yang terus-menerus lembap, seperti kamar mandi, atau tepat di depan hembusan AC dan kipas. Sirkulasi udara yang baik juga penting ketika kaktus ditempatkan di dalam rumah, termasuk untuk tanaman hias mini yang diletakkan di teras atau dekat jendela.
Advertisement
Cara Mengatasi Kaktus Busuk dan Serangan Hama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308516/original/073498600_1785145942-pexels-christine-clair-388671-1034467.jpg)
Meski dikenal sebagai tanaman yang tangguh, kaktus tetap dapat mengalami masalah ketika kondisi tumbuh dan perawatannya tidak sesuai. Karena itu, salah satu bagian penting dalam cara merawat tanaman kaktus adalah mengenali perubahan pada batang, akar, maupun permukaannya sejak dini agar masalah dapat segera ditangani. Pemahaman mengenai tanda kaktus yang sehat juga membantu membedakan kondisi normal dari gejala penyakit atau serangan hama.
Pembusukan akibat kelebihan air menjadi salah satu masalah yang paling sering membuat kaktus mati. Tanaman yang terlalu lama berada dalam media basah lebih berisiko mengalami kerusakan akar dan jaringan batang. Karena itu, ketika kondisi media masih lembap dan muncul keraguan apakah tanaman perlu disiram, lebih baik menundanya hingga media benar-benar mengering.
-
Kenali tanda pembusukan: Perhatikan perubahan pada batang, terutama jika muncul bagian yang melunak, terasa berair, atau berubah warna menjadi cokelat hingga hitam. Tekan perlahan area tersebut untuk memeriksa kondisinya. Jaringan yang tetap keras dapat merupakan perubahan alami, sedangkan bagian yang lunak dan mudah ditekan lebih patut dicurigai sebagai pembusukan. Sebaliknya, kaktus yang tampak mengerut dan kehilangan kekencangan umumnya menunjukkan kekurangan air, sebagaimana dijelaskan dalam pembahasan mengenai ciri-ciri kaktus.
-
Potong bagian yang membusuk: Jika pembusukan sudah terlihat jelas, segera buang jaringan yang rusak menggunakan pisau atau gunting yang bersih dan steril. Potong sedikit demi sedikit hingga menemukan bagian yang masih sehat, padat, dan tidak berubah warna. Bersihkan kembali alat setelah digunakan agar jaringan yang terinfeksi tidak menjadi sumber penyebaran masalah ke bagian lain.
-
Kurangi air dan ganti media: Keluarkan kaktus dari pot dengan hati-hati, kemudian singkirkan media yang terlalu basah atau menggumpal di sekitar akar. Gunakan media baru yang kering dan memiliki drainase baik agar sisa akar tidak terus berada dalam kondisi lembap. Setelah penanganan atau pemotongan jaringan yang busuk, jangan langsung menyiram; berikan waktu agar bagian yang terluka mengering sebelum tanaman kembali dirawat seperti biasa.
-
Atasi hama yang menyerang: Selain masalah akibat air berlebih, kaktus juga dapat diserang kutu putih (mealybug), tungau laba-laba, dan kutu sisik. Hama biasanya terlihat sebagai bintik, lapisan putih seperti kapas, atau perubahan pada permukaan tanaman. Serangan ringan dapat dibersihkan menggunakan kapas yang dibasahi alkohol, sedangkan penanganan lebih lanjut dapat menggunakan sabun insektisida atau minyak neem sesuai petunjuk penggunaannya.
-
Isolasi tanaman yang sakit: Segera pisahkan kaktus yang menunjukkan tanda serangan hama atau penyakit dari tanaman lain. Langkah ini penting terutama jika beberapa kaktus diletakkan berdekatan sehingga hama lebih mudah berpindah. Memisahkan tanaman yang terkena hama juga dapat membantu mencegah masalah menyebar dan menjadi bagian penting untuk menghindari kesalahan fatal pemula dalam merawat tanaman.
Hal Penting Lainnya dalam Perawatan Kaktus agar Rajin Berbunga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3516816/original/060485200_1626862298-pexels-photo-1048036.jpeg)
Perawatan kaktus tidak berhenti pada penyiraman, pencahayaan, dan pemilihan media tanam. Ada beberapa faktor pendukung yang dapat membantu tanaman tumbuh lebih sehat dan, pada jenis tertentu, mendorong pembentukan bunga. Hal-hal ini sering luput dari perhatian pemula karena kaktus terlihat seperti tanaman yang tidak membutuhkan banyak perawatan.
Namun, setiap kaktus memiliki karakter yang berbeda. Secara umum, kaktus dapat dibedakan menjadi jenis gurun yang menyukai cahaya terang dan kondisi kering serta kaktus hutan, seperti kaktus natal, yang lebih toleran terhadap tempat teduh dan kelembapan. Karena itu, beragam jenis kaktus untuk dekorasi tidak selalu dapat dirawat dengan pola yang sama.
-
Kenali jenis kaktus Anda: Identifikasi terlebih dahulu apakah tanaman termasuk kaktus gurun atau kaktus hutan. Perbedaan habitat asal berpengaruh terhadap kebutuhan cahaya, air, dan kelembapan sehingga pemahaman ini dapat membantu menentukan pola perawatan yang sesuai. Dengan kondisi tumbuh yang tepat, beberapa kaktus juga dapat hidup dan berbunga selama bertahun-tahun. Ofra Gaito, CEO Verdant Lyfe, yang dikutip Homes and Gardens, menyebut kaktus natal dapat memiliki masa berbunga hingga 20-30 tahun.
-
Lakukan repotting seperlunya: Kaktus tidak perlu sering dipindahkan ke pot baru karena pertumbuhannya relatif lambat. Ketika repotting diperlukan, pilih wadah yang hanya sedikit lebih besar dari pot sebelumnya agar media tidak menahan terlalu banyak air. Mengacu pada Home and Garden Information Center Clemson University, pot yang terlalu besar dapat membuat media lebih lama basah dan meningkatkan risiko pembusukan. Setelah dipindahkan, berikan waktu beberapa hari sebelum menyiram agar akar yang mengalami gangguan dapat beradaptasi. Sonja Detrinidad, pemilik Partly Sunny Projects yang dikutip The Spruce, juga menyarankan menunda penyiraman setelah repotting agar akar memiliki kesempatan untuk pulih. Ketahui pula waktu yang tepat untuk melakukan repotting agar tanaman tidak mengalami stres yang tidak perlu.
-
Manfaatkan lampu tumbuh bila cahaya minim: Kaktus yang diletakkan di dalam rumah terkadang tidak memperoleh cahaya yang cukup, terutama jika jauh dari jendela. Dalam kondisi tersebut, grow light LED spektrum penuh dapat digunakan sebagai sumber cahaya tambahan selama sekitar 12-14 jam per hari, sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi pencahayaan ruangan. Pastikan lampu ditempatkan dengan jarak yang sesuai agar tanaman mendapatkan cahaya cukup tanpa mengalami panas berlebihan.
-
Putar pot secara berkala: Jika kaktus hanya mendapat cahaya dari satu arah, batangnya dapat tumbuh condong menuju sumber cahaya. Putar pot sekitar seperempat putaran setiap beberapa minggu agar bagian tanaman memperoleh paparan yang lebih merata. Cara sederhana ini juga membantu mempertahankan bentuk kaktus agar tetap tegak dan proporsional.
-
Sesuaikan pemupukan dengan musim tumbuh: Pupuk sebaiknya diberikan ketika kaktus sedang aktif tumbuh dan dikurangi atau dihentikan ketika tanaman memasuki masa istirahat. Gunakan dosis secukupnya karena kaktus tidak membutuhkan nutrisi dalam jumlah besar. Untuk jenis yang berbunga, pemupukan yang dilakukan pada waktu yang tepat dapat membantu mendukung pertumbuhan dan pembentukan bunga. Jennifer Cassels, presiden The Blissful Place, yang dikutip The Spruce, menjelaskan bahwa kaktus natal membutuhkan pemupukan secara teratur agar dapat tumbuh dan berbunga dengan baik. Prinsip pemupukan yang sesuai juga penting diterapkan dalam budidaya kaktus di rumah.
-
Perhatikan kelembapan dan kualitas air: Kaktus umumnya lebih menyukai udara yang kering sehingga tidak perlu sering disemprot. Selain memperhatikan kelembapan, kualitas air juga dapat dipertimbangkan, terutama jika air yang digunakan memiliki kandungan mineral tinggi dan digunakan terus-menerus. Bila tersedia, air hujan atau air suling dapat menjadi pilihan untuk mengurangi risiko penumpukan mineral pada media. Perhatian serupa juga dapat diterapkan pada sukulen yang memiliki kebutuhan tumbuh serupa dalam hal drainase dan pengendalian air.
-
Kenalkan sinar terik secara bertahap: Kaktus yang terbiasa berada di dalam ruangan tidak sebaiknya langsung dipindahkan ke lokasi dengan paparan matahari yang sangat terik sepanjang hari. Biasakan tanaman secara perlahan dengan meningkatkan durasi paparan cahaya agar permukaannya dapat beradaptasi. Paparan berlebihan secara tiba-tiba dapat menyebabkan sunburn, yang biasanya terlihat sebagai bagian kulit menguning dan kemudian berubah kecokelatan pada sisi yang paling banyak terkena matahari.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman Kaktus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560462/original/081961600_1776669626-kaktuss.jpg)
Berapa kali tanaman kaktus perlu disiram?
Kaktus umumnya disiram hanya saat media tanam benar-benar kering, sekitar satu hingga dua minggu sekali. Frekuensi ini bisa berubah tergantung suhu, kelembapan, ukuran pot, dan jenis kaktus, sehingga memeriksa kondisi media jauh lebih andal daripada mengikuti jadwal yang kaku.
Apakah kaktus harus terkena sinar matahari langsung?
Sebagian besar kaktus gurun menyukai cahaya terang dan membutuhkan beberapa jam sinar matahari setiap hari. Namun, paparan terik yang mendadak setelah lama berada di tempat teduh dapat menyebabkan kaktus terbakar, jadi perkenalkan sinar secara bertahap.
Mengapa kaktus menjadi lembek dan membusuk?
Kaktus yang lembek dan membusuk hampir selalu disebabkan oleh kelebihan air atau media tanam yang menahan kelembapan terlalu lama. Solusinya adalah mengurangi penyiraman, memakai media yang porus, serta menggunakan pot berlubang drainase agar akar tidak terus terendam.
Pada akhirnya, cara merawat tanaman kaktus berpijak pada keseimbangan tiga hal, yaitu air secukupnya, cahaya yang memadai, dan media serta pot yang mendukung drainase. Dengan menghindari kebiasaan menyiram berlebihan dan memberi posisi yang terang, kaktus berduri ini bisa tumbuh kokoh, sehat, bahkan berbunga, sekaligus menghadirkan manfaat tanaman kaktus dan mempercantik hunian dalam jangka panjang, apalagi jika Anda juga mengenal khasiat kaktus untuk kesehatan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361902/original/027437400_1790753188-HOAX__27_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362040/original/020203500_1790756057-Cek_fakta_gubernur_papua.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361803/original/099544000_1790748121-Cek_fakta_Bantuan_sembako.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353870/original/053408100_1789981297-2DMz9tMB8VLYd77xeqInvf7llJuAPTI0OKQPxSHH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361835/original/009550900_1790749606-The_Sleeping_Tiger_Optical_Illusion.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361558/original/050372800_1790738130-Gemini_Generated_Image_i92c6ti92c6ti92c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361507/original/019299800_1790735415-c115b6c4-f0ac-41bb-854f-df499f4755f9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361122/original/072768100_1790677028-4056__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360092/original/062765500_1790589594-pexels-julio-lopez-75309646-18780712.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359266/original/071655900_1790493554-hl2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354885/original/079098700_1790065306-Oqdb3fSj8sP8hfoLdVTIN72qBw1Rz7LewN3ZFm8C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354884/original/074616300_1790065305-vBD1GH9aBYSPCU4P2bIwb6gLjZeheUG5pFpMr23V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355432/original/088591300_1790131412-12e1a11c-e037-49dd-8866-ecb496f19555.jpg)