Cara Merawat Tanaman Hias agar Tumbuh Subur dan Tidak Mudah Layu

Cara merawat tanaman hias mulai dari penyiraman hingga menjaga kelembapan agar tanaman tumbuh subur dan tidak layu.

Diterbitkan 09 Juli 2026, 10:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Memelihara tanaman di rumah kini menjadi tren yang digemari banyak kalangan. Sayangnya, tanpa mengetahui cara merawat tanaman hias yang benar, koleksi hijau kesayangan bisa cepat layu dan mati.

Tanaman hias tidak hanya berfungsi mempercantik ruangan, tetapi juga membuat udara terasa lebih segar dan sejuk. Dengan perawatan yang rutin dan tepat, tanaman bisa tumbuh subur baik di dalam maupun di luar ruangan.

Melansir Garden Design, sebagian besar tanaman hias membutuhkan tiga komponen dasar untuk bertahan hidup, yaitu cahaya, air, dan media tanam.

Memahami cara merawat tanaman hias sejak awal akan membantu Anda menghindari kesalahan yang paling sering membuat tanaman gagal tumbuh.

Mengenal Tanaman Hias Sebelum Merawatnya

Secara umum, tanaman hias merupakan salah satu kelompok tanaman hortikultura yang dibudidayakan karena nilai keindahannya. Daya tarik tanaman ini tidak selalu berasal dari bunga, melainkan juga bisa dari daun, buah, batang, hingga bentuk keseluruhan pohonnya.

Berbeda dengan tanaman yang tumbuh liar di alam, tanaman hias dalam pot sepenuhnya bergantung pada perhatian pemiliknya. Sebagaimana disampaikan UC Marin Master Gardeners, perawatan yang tepat akan membantu tanaman dalam ruangan benar-benar tumbuh subur, bukan sekadar bertahan hidup. Prinsip ini sangat berlaku pada cara merawat tanaman hias di dalam ruangan yang lingkungannya dikontrol penuh oleh manusia.

Sebagaimana dilansir Ambius, rata-rata tanaman hias dalam ruangan mampu bertahan sekitar dua hingga lima tahun sebelum pertumbuhannya menurun. Oleh karenanya, sebelum mempraktikkan cara merawat tanaman hias, penting untuk mengenali karakter dan kebutuhan dasar tanaman yang Anda pelihara.

Cara Merawat Tanaman Hias agar Tumbuh Subur

Merawat tanaman hias sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan, asalkan Anda memahami kebutuhan dasarnya. Berikut langkah-langkah penting yang bisa diterapkan di rumah, baik untuk pemula maupun kolektor.

Melansir PHS, media tanam yang kurang tepat dan pot tanpa drainase yang baik dapat meningkatkan risiko masalah pada akar sehingga memengaruhi kesehatan tanaman. Karena itu, mulailah dari fondasi yang benar melalui langkah-langkah berikut.

  1. Pilih Media Tanam yang Sesuai: Gunakan media yang gembur dan berdrainase baik, misalnya campuran tanah, sekam, cocopeat, atau perlite. Tanaman seperti sukulen membutuhkan campuran yang cepat kering, bukan tanah pot biasa, jadi sesuaikan media dengan jenis tanamannya.
  2. Gunakan Pot Berlubang Drainase: Pastikan setiap pot memiliki lubang di bagian bawah. Pot tanpa lubang akan menahan kelebihan air dan memicu pembusukan akar (root rot).
  3. Siram Secukupnya dan Hindari Berlebihan: Sebelum menyiram, masukkan jari ke dalam tanah sedalam sekitar 2 hingga 5 sentimeter dan siram hanya jika tanah terasa kering. Dilansir dari The Old Farmer's Almanac, gunakan air bersuhu ruang karena air yang terlalu dingin dapat mengejutkan akar tanaman. Jika air keran mengandung banyak kaporit, diamkan air tersebut minimal 24 jam agar kandungan klorinnya menguap, lalu siram hingga air keluar dari lubang drainase.
  4. Berikan Pencahayaan yang Tepat: Kenali dulu apakah tanaman Anda menyukai cahaya terang, sedang, atau teduh. Putar posisi pot secara berkala agar pertumbuhannya merata dan tidak memanjang ke satu sisi. Semua tanaman juga membutuhkan periode gelap, dan sebaiknya paparan cahaya tidak melebihi 16 jam sehari. Menurut Darryl Cheng, pengelola Houseplant Journal, yang dikutip dari Apartment Therapy, cahaya menjadi faktor utama yang menentukan potensi pertumbuhan tanaman. Sementara itu, penyiraman dan pemupukan hanya dapat mengoptimalkan potensi tersebut apabila tanaman menerima cahaya yang sesuai.
  5. Jaga Suhu dan Kelembapan Ruangan: Mengacu pada Proven Winners, sebagian besar tanaman hias menyukai tingkat kelembapan relatif antara 40 hingga 60 persen. Untuk menaikkannya, Anda bisa menyemprot daun secara teratur, meletakkan pot di atas nampan berisi kerikil dan air, atau menggunakan pelembap ruangan. Berdasarkan The Sill, jaga suhu tetap stabil di kisaran 18 hingga 29 derajat Celsius dan hindari menempatkan tanaman dekat AC, pemanas, atau ventilasi berhembus kencang.
  6. Beri Pupuk Secara Berkala: Berikan pupuk saat tanaman aktif tumbuh dan kurangi atau hentikan pemberian pupuk ketika pertumbuhannya melambat. Pegang prinsip "sedikit lebih baik", sebab terlalu banyak pupuk justru dapat merugikan tanaman. Anda juga bisa membuat sendiri pupuk organik atau pupuk organik cair dari sampah dapur yang lebih ramah lingkungan.
  7. Bersihkan Daun dan Pangkas Bagian yang Rusak: Debu yang menumpuk di daun membuatnya tampak kusam dan menghambat kemampuan tanaman menyerap cahaya, jadi lap daun secara berkala. Buang daun yang menguning atau layu, serta pangkas tanaman yang tumbuh terlalu memanjang agar bentuknya lebih rapi dan padat. Sebaliknya, ada juga jenis semak hias yang tidak perlu sering dipangkas.
  8. Ganti Pot (Repotting) Saat Diperlukan: Sudah waktunya mengganti pot jika akar tanaman mulai keluar dari lubang drainase. Pilih pot baru yang diameternya hanya sekitar 5 sentimeter lebih besar dari pot lama, dan hindari langsung memindahkan tanaman ke pot yang jauh lebih besar karena sebagian besar tanaman tidak menyukainya.

Kesalahan Umum yang Membuat Tanaman Hias Cepat Layu

Meski terlihat sepele, ada beberapa kebiasaan keliru yang justru mempercepat kematian tanaman, dan yang paling sering terjadi adalah menyiram terlalu banyak. Lindsay Pangborn, seorang ahli tanaman dari tim Grow-How, dikutip dari Food52, menyatakan, "Penyiraman berlebih adalah salah satu penyebab paling umum kematian tanaman hias." Saat tanah menjadi jenuh air, akar kehilangan pasokan oksigen sehingga lama-kelamaan membusuk.

Mengutip Bloomscape, penyiraman berlebih dan kekurangan air justru sering menunjukkan gejala yang mirip sehingga sulit dibedakan. Oleh karenanya, selalu periksa kelembapan tanah lebih dahulu sebelum memutuskan untuk menyiram kembali. Daun yang layu belum tentu berarti tanaman kehausan, bisa jadi justru terlalu banyak air.

Kesalahan berikutnya adalah menggunakan pot atau wadah dekoratif tanpa lubang drainase. Drainase sangat penting pada semua wadah tanaman karena membiarkan akar terendam air akan cepat menimbulkan masalah. Rachel Tenney, pembawa acara siniar Plant School, dikutip dari Homes and Gardens, menyatakan, "Sudah menjadi hal yang alami bagi kita melihat ada yang salah pada tanaman, lalu berasumsi bahwa hal pertama yang dibutuhkannya adalah air."

Terakhir, banyak pemilik tanaman membiarkan hama berkembang tanpa terdeteksi. Hama bisa menjadi masalah besar bagi tanaman indoor, dan semakin lama dibiarkan semakin sulit dikendalikan, sehingga deteksi dini menjadi kunci. Periksa tanaman secara rutin, terutama pada bagian bawah daun tempat kutu daun, tungau, dan kutu putih kerap bersembunyi.

Tips Memilih dan Merawat Tanaman Hias untuk Pemula

Bagi pemula, memilih jenis tanaman yang tepat sama pentingnya dengan cara merawatnya. Beberapa tips berikut akan memudahkan Anda memulai hobi mengoleksi tanaman hias tanpa cepat merasa gagal.

Myka Haddad dari The Plant Library, dikutip dari Sunset, menyatakan, "Temukan tempat di lingkungan Anda yang sudah berdiri sejak lama dan belilah tanaman di sana, karena variasi serta kualitasnya akan sangat berbeda dari toko ritel besar mana pun."

  1. Mulai dari Tanaman yang Mudah Dirawat: Pemula sebaiknya memilih varietas yang toleran terhadap beragam kondisi, seperti lidah mertua, sirih gading, pothos, atau ZZ plant. Ada banyak pilihan tanaman hias mudah dirawat dan cantik yang cocok untuk indoor maupun outdoor.
  2. Karantina Tanaman Baru: Setiap kali membeli tanaman baru, letakkan terpisah selama beberapa hari dan periksa apakah ada hama sebelum menggabungkannya dengan koleksi lain.
  3. Kenali Kebutuhan Tiap Jenis: Setiap tanaman punya karakter berbeda. Cara merawat tanaman hias aglaonema, janda bolong, maupun sirih gading tidak selalu sama, jadi pelajari kebutuhan spesifiknya.
  4. Manfaatkan Alat Bantu Sederhana: Alat pengukur seperti plant meter 4-in-1 dapat membaca kelembapan tanah, tingkat cahaya, dan nutrisi, sehingga sangat berguna bagi yang belum berpengalaman.
  5. Kelompokkan Tanaman Berkebutuhan Serupa: Mengelompokkan tanaman sejenis akan menciptakan iklim mikro yang lebih lembap, terutama pada musim kemarau.
  6. Lihat Peluang Ekonominya: Selain hobi, koleksi Anda bisa bernilai jual. Simak daftar tanaman hias yang bisa dijual mahal untuk usaha santai di rumah.

Manfaat Memelihara Tanaman Hias di Rumah

Selain sebagai dekorasi, tanaman hias memberi banyak manfaat nyata bagi penghuni rumah. Melalui proses fotosintesis, tanaman menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen sehingga meningkatkan kadar oksigen di sekitar kita. Anda bisa membaca lebih jauh soal manfaat tanaman hias bagi tubuh dan lingkungan.

Beberapa jenis tanaman juga dikenal mampu menyaring polutan di udara. Lidah mertua, misalnya, efektif menyaring racun seperti formaldehida, benzena, dan trikloroetilena yang berasal dari furnitur atau karpet. Oleh karena itu, banyak orang memilih tanaman hias yang bisa membersihkan polusi udara sebagai tanaman hias indoor, bahkan meletakkan tanaman hias untuk kamar tidur maupun tanaman hias pembersih udara terbaik.

Manfaat lain berkaitan dengan kesehatan mental. Beberapa penelitian menunjukkan menanam dan merawat tanaman di dalam ruangan dapat meningkatkan fokus serta mengurangi stres. Meski demikian, klaim tanaman sebagai pembersih udara perlu disikapi bijak, sebab sebuah meta-analisis pada 2019 menyebutkan dibutuhkan puluhan hingga ribuan tanaman per meter persegi untuk mencapai efek pemurnian udara yang signifikan. Pilihan populer lainnya bisa Anda temukan pada ulasan tanaman hias penyerap polutan serta manfaat meletakkan tanaman di dalam ruangan untuk kesehatan.

Pada akhirnya, kunci keberhasilan merawat tanaman hias terletak pada konsistensi dan kepekaan membaca kebutuhan tanaman. Mulailah dari langkah sederhana, amati responsnya, dan sesuaikan perawatan Anda; bahkan di ruangan sempit sekalipun, rumah Anda tetap bisa menjadi lebih hijau dan asri. Baca juga: tanaman yang menyerap racun di udara.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman Hias

Berapa kali tanaman hias sebaiknya disiram?

Frekuensi penyiraman bergantung pada jenis tanaman, ukuran pot, suhu, dan kelembapan ruangan. Secara umum, periksa dulu kelembapan tanah dengan jari; siram hanya ketika lapisan atas tanah terasa kering, dan banyak tanaman cukup disiram satu hingga dua kali seminggu.

Apa penyebab tanaman hias cepat layu dan mati?

Penyebab paling umum adalah penyiraman berlebih yang membuat akar membusuk karena kekurangan oksigen. Faktor lain meliputi pot tanpa lubang drainase, pencahayaan yang tidak sesuai, media tanam yang keliru, serta serangan hama yang terlambat ditangani.

Tanaman hias apa yang cocok untuk pemula?

Pemula disarankan memilih tanaman yang tahan banting dan minim perawatan seperti lidah mertua (snake plant), sirih gading (pothos), ZZ plant, dan aglaonema. Jenis-jenis ini toleran terhadap berbagai kondisi cahaya dan tidak membutuhkan penyiraman terlalu sering.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6