Perjalanan Karir Arlida Putri: Dirawat Orangtua Angkat - Latar Belakang Kesenian Ludruk

Pedangdut Arlida Putri mengungkapkan rasa syukurnya atas karir saat ini, ia mengaku dibesarkan orangtua angkat yang berlatar kesenian Ludruk.

Diterbitkan 09 Juli 2026, 11:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Arlida Putri adalah pedangdut asal Jawa Timur yang lahir pada 11 November 1998.
  • Ia dibesarkan oleh orangtua angkat sejak usia tiga bulan, yang memiliki latar belakang kesenian Ludruk.
  • Arlida Putri memulai karir menyanyinya di kelas 2 SMP, meskipun sempat merasa malu dengan stigma dangdut di kalangan anak muda.

Liputan6.com, Malang - Pedangdut asal Jawa Timur, Arlida Putri, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian karirnya saat ini. Ia mengakui bahwa perjalanannya memiliki pasang surut. Semua yang ia raih saat ini dianggapnya sebagai anugerah. Hal ini disampaikannya dalam wawancara eksklusif dengan Tim KapanLagi pada Minggu (5/7/2026).

Sejak usia tiga bulan, Arlida Putri dibesarkan oleh orangtua angkat. Ibu angkatnya, yang dianggapnya paling berjasa, memiliki latar belakang kuat dalam kesenian Ludruk, sebuah bentuk teater tradisional Jawa.

Meskipun menyukai berbagai genre musik, Arlida Putri telah memfokuskan karirnya pada musik dangdut sejak awal. Ia merasa bersyukur karena rezekinya mengalir di genre tersebut.

Awal Mula Arlida Putri Terjun ke Dunia Tarik Suara

Arlida Putri memulai perjalanan menyanyinya saat masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, tepatnya pada kelas 2 SMP.

"Kalau dari awalnya memang dangdut. Kalau dengerinnya all genre aku suka. Aku bisa dengerin semua genre, aku bisa. Tapi emang fokusnya dangdut. Dan bisanya dangdut, rezekinya di dangdut Alhamdulillah. Dulu sebenarnya awal-awal banget nyanyi itu SMP kan, kelas 2 SMP," ungkap pedangdut kelahiran 11 November 1998 ini.

Pada masa itu, ia sempat merasakan keraguan dan malu untuk tampil sebagai penyanyi dangdut. Persepsi masyarakat terhadap musik dangdut di kalangan anak muda menjadi salah satu faktor yang memicu perasaannya tersebut.

"Cuman (saat) kelas (dua) itu tuh ada malu-malunya tuh. Jadi sempet kayak ada job itu malu. Karena emang kalau dulu kan ya itu tadi. Anak muda kan kalau dangdut kan kayak gimana gitu kan? Jadinya sempat kayak 'ah enggak-enggak ah'," ungkap Arlida dengan semangat menceritakan awal perjalanan karirnya.

Namun, seiring waktu, ia menyadari bahwa rezekinya memang berada di jalur dangdut. "Tapi ternyata rezekinya di dangdut. Ya sudahlah, disyukuri saja. Beruntung juga sih," ujarnya.

Latar Belakang Keluarga dan Pengaruh Kesenian Tradisional

Arlida Putri menjelaskan bahwa ia tidak tumbuh bersama orangtua kandungnya sejak kecil. "Kalau itu tuh sebenarnya, aku kan dari kecil itu nggak ikut orangtua. Kebetulan dirawat sama orangtua angkat," ungkapnya.

Orangtua angkatnya memiliki kaitan erat dengan dunia seni tradisional. "Dan mereka itu kalau di Jawa itu kan ada Ludrukan. Nah ada basic-nya di situ," tambahnya, merujuk pada kesenian Ludruk yang populer di Jawa.

Ibu angkatnya menjadi sosok yang penting dalam hidupnya. "Betul, mama sih. Mama terutama, mama yang besarin aku ya. Karena dari kecil, dari umur tiga bulan memang besarnya sama beliau gitu," jelas Arlida Putri.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

12 Rekomendasi Film Action Balas Dendam, Kisah Perlawanan yang Bikin Geram

Cinthya SeptavyTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan