Cara Merawat Tanaman Lidah Mertua agar Tumbuh Subur dan Tahan Lama

Cara merawat tanaman lidah mertua agar tumbuh subur: pencahayaan, penyiraman, media tanam, pemupukan, cara mengatasi hama, dan memperbanyaknya di rumah.

Diterbitkan 01 Oktober 2026, 20:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara merawat tanaman lidah mertua sebenarnya sederhana dan cocok untuk pemula sekalipun. Kuncinya terletak pada pencahayaan yang cukup, penyiraman secukupnya, serta media tanam yang cepat kering.

Tanaman sukulen ini tetap bertahan meski sesekali terlupakan, asalkan akarnya tidak pernah tergenang air. Menerapkan cara merawat tanaman lidah mertua yang tepat akan membuatnya tampil hijau, tegak, dan segar sepanjang tahun.

Dikenal juga sebagai mother-in-law's tongue, lidah mertua atau Sansevieria berasal dari kawasan kering di Afrika dan kini digolongkan ke dalam genus Dracaena. Dr. Matthew Lisy dari UConn menuturkan, "Tanaman ini punya banyak nama umum, termasuk snake plant dan yang paling saya sukai, mother-in-law's tongue."

Cara Merawat Tanaman Lidah Mertua agar Tumbuh Subur

Menerapkan cara merawat tanaman lidah mertua yang benar tidak membutuhkan alat khusus maupun perlakuan rumit. Cukup penuhi beberapa kebutuhan dasar berikut agar tanaman tumbuh sehat dan warna daunnya tetap pekat.

  1. Berikan cahaya terang tidak langsung: Tempatkan pot di dekat jendela yang mendapat cahaya melimpah, misalnya jendela menghadap timur, tanpa terpapar sinar matahari langsung sepanjang hari. Tanaman ini tetap bertahan di sudut minim cahaya, tetapi pertumbuhannya melambat dan corak daunnya cenderung memudar.

  2. Siram hanya saat media benar-benar kering: Cukup siram setiap dua sampai tiga minggu sekali, dan pastikan tanah sudah kering hingga beberapa sentimeter ke dalam sebelum menyiram lagi. Tuang air di sekitar pangkal, bukan ke tengah roset daun, serta kurangi frekuensi saat musim hujan supaya akar tidak tergenang.

  3. Gunakan media tanam cepat kering: Campuran khusus kaktus atau sukulen yang diberi tambahan pasir dan perlit sangat ideal untuk menjaga akar tetap kering. Hindari media yang terlalu banyak menahan air seperti tanah bergambut tinggi karena memicu kelembapan berlebih.

  4. Pilih pot dengan lubang drainase: Gunakan pot berlubang di dasarnya agar kelebihan air langsung mengalir keluar. Dilansir dari The Home Depot, pot tanah liat atau terakota menjadi pilihan yang baik untuk sansevieria karena bahannya menyerap dan menguapkan air lebih cepat.

  5. Beri pupuk secukupnya: Lidah mertua tidak membutuhkan banyak nutrisi, sehingga pemupukan berlebihan justru berisiko menumpuk garam di media. Sebagaimana dilaporkan Bloomscape, pemberian pupuk cukup dilakukan sekali pada musim semi dan sekali pada pertengahan musim panas, lalu dihentikan saat suhu dingin.

  6. Bersihkan debu di permukaan daun: Seka permukaan daun dengan kain lembap secara berkala agar debu tidak menutup pori-pori. Daun yang bersih membuat proses fotosintesis berjalan lebih optimal dan tampilan tanaman tetap mengilap.

  7. Jaga suhu ruangan tetap hangat: Lidah mertua menyukai suhu hangat sekitar 18 hingga 24 derajat Celsius dan tidak tahan embusan angin dingin yang terus-menerus. Hindari meletakkannya persis di depan pendingin ruangan atau jendela berangin dingin.

Prinsip ini sejalan dengan panduan umum cara merawat tanaman hias lain yang menekankan keseimbangan antara cahaya, air, dan drainase.

Cara Mengatasi Masalah dan Hama pada Lidah Mertua

Kemampuan mengenali gejala sejak dini menjadi bagian penting dari cara merawat tanaman lidah mertua agar tidak telanjur mati. Sebagian besar gangguan bersumber dari kelebihan air, sisanya dari hama kecil yang bersembunyi di sela daun.

  1. Kenali tanda busuk akar: Daun yang menguning, terkulai, serta pangkal yang terasa melembek umumnya menandakan akar mulai membusuk. Sebagaimana diungkapkan Royal Horticultural Society, penyiraman berlebihan merupakan penyebab umum pembusukan pada tanaman sukulen.

  2. Selamatkan tanaman yang mulai membusuk: Keluarkan tanaman dari pot, bilas akarnya, lalu potong bagian rimpang yang lembek dan berubah warna. Cuci bersih pot, ganti media dengan yang cepat kering, kemudian tanam kembali dan tahan penyiraman untuk sementara.

  3. Atasi kutu putih dan tungau: Pisahkan dulu tanaman yang terserang, seka daun dengan kain lembap, lalu semprot memakai larutan minyak neem atau sabun insektisida. Metode alami untuk mengatasi hama putih di daun ini lebih aman diterapkan pada tanaman indoor.

  4. Singkirkan gulma dan jaga kebersihan pot: Cabut rumput liar hingga ke akar dan buang sisa daun kering di sekitar pangkal. Bila hama membandel, gunakan ramuan untuk menghilangkan hama tanaman dengan bahan alami supaya lingkungan tetap bersih.

  5. Pangkas daun yang rusak: Potong daun yang membusuk atau patah agar kerusakan tidak menjalar ke bagian lain. Daun sehat yang terlampau panjang pun boleh dipangkas untuk menjaga bentuk tanaman tetap rapi.

  6. Batasi paparan matahari terik: Sinar langsung yang terlalu kuat membuat tepi daun mengering dan warnanya menguning. Geser tanaman sedikit menjauh dari jendela bila daun mulai tampak pucat terbakar.

Kesalahan paling sering justru lahir dari niat baik menyiram terlalu rajin. Christopher Griffin, penulis buku You Grow, Gurl!, dikutip dari AOL mengatakan, "Lidah mertua adalah diva sukulen; ia justru senang sedikit diabaikan."

Gejala berupa daun menguning dan layu sering keliru dikira kekurangan air, padahal justru sebaliknya. Pastikan pula sistem drainase pot selalu lancar, sebab perawatan sukulen lain seperti lidah buaya menghadapi persoalan serupa saat media terlalu basah.

Cara Memperbanyak Tanaman Lidah Mertua

Keuntungan lain dari menguasai cara merawat tanaman lidah mertua adalah kamu bisa memperbanyaknya sendiri tanpa membeli bibit baru. Tanaman ini berkembang biak melalui rimpang yang memunculkan anakan, sekaligus dapat diperbanyak lewat stek daun.

  1. Pisahkan anakan dari induk: Keluarkan tanaman dari pot ketika anakan sudah setinggi beberapa sentimeter, lalu pisahkan bersama akarnya menggunakan pisau bersih. Tanam anakan tersebut ke pot baru untuk memperbanyak koleksi di sudut rumah lain.

  2. Stek daun di media tanam: Potong satu daun sehat menjadi beberapa bagian dan perhatikan arah atas-bawahnya agar tidak terbalik saat ditanam. Cara menanam lidah mertua dengan stek daun memang lebih lambat, tetapi hemat dan praktis.

  3. Stek daun di dalam air: Rendam pangkal potongan daun dalam wadah berisi air bersih dan ganti airnya beberapa hari sekali. Setelah akar halus mulai tumbuh, pindahkan potongan tersebut ke media tanam.

  4. Rawat hasil perbanyakan dengan sabar: Letakkan di tempat hangat dengan cahaya terang tidak langsung dan siram tipis-tipis saja. Teknik stek untuk pemula ini menuntut kesabaran karena lidah mertua tumbuh relatif lambat.

Cahaya yang cukup dapat membantu mendukung pertumbuhan tunas baru pada lidah mertua hasil perbanyakan. Jarema Osofsky, penata tanaman yang dikenal sebagai Dirt Queen NYC, dikutip Food52 menyarankan agar tanaman ini ditempatkan pada cahaya ambient yang tidak langsung.

Manfaat Tanaman Lidah Mertua untuk Hunian

Selain gampang dirawat, lidah mertua menyimpan sederet manfaat yang membuatnya layak menghuni tiap sudut rumah. Berikut beberapa keunggulan yang menjadikannya salah satu tanaman hias indoor paling diminati.

  • Menyaring polutan udara: Mengacu pada riset NASA Clean Air Study, lidah mertua termasuk tanaman yang mampu menyerap sejumlah senyawa organik volatil seperti benzena dan formaldehida dari udara dalam ruangan.

  • Melepas oksigen pada malam hari: Melalui metabolisme asam Crassulacean, tanaman ini tetap melepaskan oksigen pada malam hari sehingga nyaman ditempatkan di kamar tidur.

  • Membantu menyerap radiasi elektronik: Daunnya dipercaya dapat menyerap gelombang elektromagnetik, sehingga sering diletakkan di dekat komputer maupun televisi.

  • Menetralkan bau tak sedap: Aromanya yang khas membuat tanaman ini kerap dijadikan penyegar alami di area toilet dan dapur.

  • Menenangkan dan menekan stres: Kehadiran tanaman hijau dikaitkan dengan suasana lebih rileks dan dianggap membantu mengurangi stres penghuni rumah.

  • Mempercantik interior: Bentuk daunnya yang tegak dan tegas memberi kesan modern, sekaligus menempatkannya dalam daftar tanaman yang punya kemampuan membersihkan udara.

  • Dianggap membawa keberuntungan: Bagi sebagian orang, bunga lidah mertua yang jarang muncul dimaknai sebagai pertanda kemakmuran.

  • Sangat ramah bagi pemula: Ketahanannya terhadap cahaya minim dan kekeringan menjadikannya tanaman hias yang cocok untuk pemula maupun orang sibuk.

Daya tarik terbesar lidah mertua memang terletak pada kemudahannya. Justin Hancock, hortikulturis di Costa Farms, dikutip dari Veranda menyatakan, "Yang membuatnya begitu ideal sebagai tanaman rumah adalah rentang toleransinya yang sangat luas terhadap cahaya, air, dan kelembapan."

Meski reputasinya sebagai penyaring udara sudah populer, efek pembersihan itu paling terasa jika tanaman dihadirkan dalam jumlah memadai dan ruangan tetap berventilasi baik. Dengan begitu, lidah mertua sebaiknya dipandang sebagai pelengkap sirkulasi udara sehat, bukan pengganti ventilasi.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman Lidah Mertua

Berapa kali tanaman lidah mertua perlu disiram?

Secara umum, lidah mertua cukup disiram setiap dua hingga tiga minggu sekali, itu pun hanya bila media tanamnya sudah benar-benar kering. Saat musim hujan atau udara lembap, frekuensinya dikurangi supaya akar tidak membusuk.

Kenapa daun lidah mertua menguning dan lembek?

Penyebab paling umum adalah penyiraman berlebihan yang membuat akar kekurangan oksigen lalu membusuk. Solusinya, hentikan penyiraman sampai media benar-benar kering dan pastikan pot memiliki drainase yang baik.

Apakah lidah mertua beracun bagi hewan peliharaan?

Ya, lidah mertua bersifat toksik jika tertelan sehingga sebaiknya dijauhkan dari jangkauan kucing, anjing, dan anak kecil. Letakkan tanaman di tempat yang tinggi atau ruang yang jarang dijelajahi hewan peliharaan.

Dengan pencahayaan yang cukup, penyiraman yang tidak berlebihan, serta media tanam yang cepat kering, lidah mertua akan tumbuh subur bertahun-tahun meski dengan perawatan minim. Sesuaikan setiap langkah dengan kondisi rumah, dan tanaman tegak nan hijau ini akan terus mempercantik hunian sekaligus menyegarkan udara di dalamnya.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6