Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat tanaman lidah mertua cepat bertunas menjadi salah satu topik yang banyak dicari pecinta tanaman hias. Tanaman yang dikenal tahan banting ini memang mudah dirawat, tetapi tidak semua tanaman mampu menghasilkan anakan atau tunas baru dengan cepat. Lidah mertua (Dracaena trifasciata, sebelumnya dikenal sebagai Sansevieria) berkembang biak melalui rimpang atau rhizome yang berada di dalam tanah. Dari rimpang inilah nantinya muncul tunas baru atau anakan yang tumbuh di sekitar tanaman induk. Â
Menurut The Spruce, tanaman ini termasuk tanaman hias yang pertumbuhannya relatif lambat. Dalam kondisi yang kurang ideal, tanaman memang tetap hidup, tetapi pembentukan daun baru maupun anakan akan berjalan sangat lambat. Sebaliknya, apabila mendapatkan pencahayaan, media tanam, dan penyiraman yang tepat, pertumbuhan akan menjadi jauh lebih aktif. Â
Anda tidak perlu menggunakan pupuk mahal atau perlakuan khusus. Dengan memahami kebutuhan alami tanaman lidah mertua, proses pembentukan tunas dapat berlangsung lebih cepat sehingga tanaman terlihat semakin rimbun dan menarik. Berikut Ulasan Liputan6.com, Rabu (29/7/2026).
Advertisement
1. Letakkan di Tempat yang Mendapat Cahaya Terang Tidak Langsung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460574/original/003601500_1767258453-unnamed__5_.jpg)
Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan adalah menempatkan lidah mertua di sudut ruangan yang terlalu gelap.
Memang tanaman ini mampu bertahan pada kondisi minim cahaya. Namun menurut The Spruce maupun Joy Us Garden, cahaya terang tidak langsung merupakan kondisi terbaik untuk mendorong pertumbuhan daun dan tunas baru.
Tempatkan tanaman di dekat jendela yang memperoleh sinar matahari pagi atau cahaya terang yang tersaring. Hindari paparan sinar matahari siang yang terlalu terik karena dapat membakar daun.
Semakin optimal pencahayaan yang diterima tanaman, semakin aktif proses fotosintesis sehingga energi yang dihasilkan dapat digunakan untuk membentuk anakan.
2. Gunakan Media Tanam yang Cepat Mengalirkan Air
Media tanam memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan akar dan rimpang.
Lidah mertua menyukai media yang gembur, berpasir, dan memiliki drainase sangat baik. The Spruce menyarankan penggunaan media khusus kaktus atau sukulen karena tidak mudah menahan air terlalu lama.
Anda juga dapat membuat campuran sendiri, misalnya menggunakan:
- tanah pot berkualitas;
- pasir kasar;
- sekam bakar;
- perlite atau batu apung.
Media seperti ini memungkinkan akar memperoleh oksigen yang cukup sekaligus mencegah pembusukan akibat kelembapan berlebih.
3. Siram Hanya Saat Media Benar-Benar Kering
Jika ingin mengetahui cara membuat tanaman lidah mertua cepat bertunas, jangan berpikir bahwa semakin sering disiram maka tanaman akan semakin subur.
Justru sebaliknya.
Lidah mertua termasuk tanaman sukulen yang mampu menyimpan cadangan air di dalam daunnya. Penyiraman berlebihan merupakan penyebab utama akar membusuk sehingga pertumbuhan tunas terhambat.
The Spruce merekomendasikan penyiraman hanya ketika seluruh media tanam sudah benar-benar kering. Setelah disiram, biarkan air mengalir keluar melalui lubang drainase pot.
Pada musim hujan atau cuaca dingin, frekuensi penyiraman dapat dikurangi karena penguapan berlangsung lebih lambat.
Advertisement
4. Berikan Pupuk Secukupnya Saat Musim Tumbuh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2868342/original/096121800_1564538373-julie-johnson-fZrbluoNOZU-unsplash.jpg)
Tanaman membutuhkan nutrisi untuk menghasilkan daun baru dan memperbanyak anakan.
Namun pemupukan yang terlalu sering justru dapat menyebabkan penumpukan garam mineral pada media tanam dan merusak akar.
The Spruce menyarankan pemberian pupuk seimbang seperti NPK 10-10-10 dengan dosis setengah dari anjuran kemasan. Pemupukan cukup dilakukan pada musim pertumbuhan, misalnya awal musim hujan atau saat tanaman sedang aktif menghasilkan daun baru.
Pupuk organik seperti kompos matang atau kascing juga dapat digunakan sebagai sumber nutrisi tambahan.
5. Gunakan Pot yang Lebar, Bukan Terlalu Dalam
Lidah mertua berkembang melalui rimpang yang menyebar ke samping.
Karena itu, pot lebar lebih sesuai dibandingkan pot yang terlalu tinggi.
Joy Us Garden menjelaskan bahwa tanaman ini justru senang berada dalam kondisi sedikit sesak (slightly root bound). Saat rimpang memenuhi ruang pot, tanaman akan terdorong menghasilkan anakan baru.
Pilih pot berbahan tanah liat atau terakota yang memiliki lubang drainase agar kelembapan media tetap terjaga.
6. Pisahkan Anakan yang Sudah Besar
Jika tanaman sudah memiliki banyak anakan, sebagian dapat dipisahkan untuk memberikan ruang bagi rimpang lainnya.
Menurut The Spruce, pemisahan dilakukan dengan mengeluarkan tanaman dari pot, membersihkan sebagian media pada akar, kemudian memotong rimpang menggunakan pisau steril. Pastikan setiap bagian tetap memiliki akar yang sehat sebelum dipindahkan ke pot baru.
Cara ini bukan hanya menghasilkan tanaman baru, tetapi juga merangsang induk membentuk tunas-tunas berikutnya.
7. Pangkas Daun yang Rusak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295432/original/059980200_1783929589-BCO.2d3e6672-8e4f-4b40-9b16-45e28c252bd7.jpg)
Daun yang menguning, busuk, atau rusak sebaiknya dipotong hingga pangkalnya menggunakan alat yang bersih.
Pemangkasan membuat energi tanaman lebih terfokus untuk membentuk daun dan tunas baru daripada mempertahankan jaringan yang sudah tidak produktif.
Selain itu, membersihkan daun dari debu secara berkala juga membantu proses fotosintesis berlangsung lebih optimal.
8. Hindari Memindahkan Pot Terlalu Sering
Tanaman membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.
Apabila pot terlalu sering dipindahkan dari tempat terang ke tempat gelap atau sebaliknya, tanaman akan menghabiskan energinya untuk beradaptasi sehingga pertumbuhan tunas melambat.
Setelah menemukan lokasi yang memiliki pencahayaan baik, biarkan tanaman tumbuh secara stabil di tempat tersebut.
9. Pastikan Suhu Tetap Hangat
Lidah mertua tumbuh paling baik pada suhu hangat sekitar 21–32 derajat Celsius.
Suhu yang terlalu dingin dapat memperlambat metabolisme tanaman sehingga pembentukan tunas menjadi lebih lambat. Hindari menempatkan tanaman di dekat pendingin ruangan atau area yang terkena angin dingin secara terus-menerus.
Advertisement
10. Bersabar karena Lidah Mertua Memang Tumbuh Lambat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299641/original/032350400_1784269739-Screenshot_2026-07-17_132418.jpg)
Walaupun seluruh perawatan sudah dilakukan dengan benar, lidah mertua tetap bukan tanaman yang tumbuh sangat cepat.
The Spruce menjelaskan bahwa tanaman ini memang termasuk slow grower. Dalam kondisi ideal, tunas baru biasanya mulai muncul dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan tergantung varietas, usia tanaman, intensitas cahaya, dan kondisi akar.
Konsistensi perawatan jauh lebih penting daripada memberikan perlakuan ekstrem agar tanaman cepat tumbuh.
Kesalahan yang Menghambat Munculnya Tunas Baru
Beberapa kebiasaan berikut justru membuat lidah mertua sulit menghasilkan anakan.
- Menyiram terlalu sering hingga akar membusuk.
- Menggunakan media tanam yang terlalu padat.
- Menempatkan tanaman di ruangan yang minim cahaya.
- Memberikan pupuk secara berlebihan.
- Menggunakan pot tanpa lubang drainase.
- Membiarkan tanaman terserang kutu putih atau tungau.
Dengan menghindari kesalahan tersebut, peluang munculnya tunas baru akan jauh lebih besar.
Tanya Jawab Seputar Lidah Mertua
1. Berapa lama lidah mertua mengeluarkan tunas baru?
Dalam kondisi ideal, tunas baru dapat muncul dalam waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan. Kecepatan pertumbuhan dipengaruhi cahaya, media tanam, suhu, dan kesehatan akar.
2. Apakah lidah mertua harus sering disiram?
Tidak. Tanaman ini hanya perlu disiram ketika media tanam benar-benar kering karena terlalu banyak air dapat menyebabkan akar membusuk.
3. Apakah lidah mertua cocok ditanam di dalam rumah?
Ya. Lidah mertua merupakan salah satu tanaman hias indoor yang mudah dirawat asalkan tetap memperoleh cahaya terang tidak langsung.
4. Kapan waktu terbaik memisahkan anakan lidah mertua?
Waktu terbaik adalah saat musim pertumbuhan, biasanya pada musim semi atau awal musim hujan ketika tanaman sedang aktif berkembang.
5. Apakah pupuk dapat mempercepat munculnya tunas?
Pupuk membantu menyediakan nutrisi, tetapi harus diberikan secukupnya. Faktor yang paling menentukan tetap pencahayaan, media tanam, drainase, dan penyiraman yang benar.
Â
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5362936/original/004760500_1758877364-pendamping_lokal_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555013/original/059216600_1776139675-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-14T102537.741.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311589/original/001361600_1785409060-pendamping_lokal_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573660/original/028626000_1777948829-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-05T093819.531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3150984/original/026092600_1591947484-sansevieria-2582056_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304593/original/014151900_1784722242-HmveyNF2WNsFCTfK7mMPx6e1EoopRkNvLQeJTAEJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313446/original/074467000_1785645802-908e1144-8e49-47e4-90f3-99a1a734cf08.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547528/original/032109900_1775461613-three-female-friends-taking-selfie-park.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309229/original/060738500_1785221437-WYfsiyb2LvGUwDdVk3mFJo9gMzba1JEW5iF4kUON.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310262/original/075335200_1785311912-Gemini_Generated_Image_nqre8snqre8snqre__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309913/original/007983000_1785297621-ChatGPT_Image_29_Jul_2026__10.59.25.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309238/original/084165300_1785221447-vTEumKRb0NypUOm37wjNEjSkP2YIVauugE3i3SEJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4782996/original/080381700_1711299249-WhatsApp_Image_2024-03-24_at_10.58.25_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4637359/original/021769800_1699254998-pexels-timur-weber-9127593.jpg)