Liputan6.com, Jakarta - Pohon kelengkeng yang tumbuh subur dengan daun yang rimbun belum tentu menghasilkan bunga dan buah. Kondisi ini bisa membuat pemilik tanaman bertanya-tanya ketika pohon terus berkembang, tetapi tanda-tanda pembungaan tidak kunjung terlihat.
Kondisi pohon dan lingkungan tempat tumbuh menjadi bagian yang perlu diperhatikan ketika kelengkeng sulit berbunga. Pola perawatan yang selama ini dianggap sudah tepat juga perlu dilihat kembali karena kebutuhan tanaman bisa berubah seiring pertumbuhannya. Karena itu, langkah penanganannya tidak selalu sama untuk setiap pohon.
Sebelum mengubah cara perawatan secara menyeluruh, ada beberapa hal yang bisa diperiksa untuk mengetahui apa yang mungkin menghambat pembentukan bunga. Simak 7 caranya berikut, dihadirkan Liputan6, Kamis (17/9).
Advertisement
1. Kurangi Penyiraman yang Terlalu Sering
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310869/original/072183700_1785378352-watermarked_img_9179664273028220688.jpg)
Penyiraman yang dilakukan terlalu sering dapat membuat pohon terus mendapatkan air ketika kebutuhan tanaman sebenarnya sudah tercukupi. Kondisi tersebut dapat membuat pertumbuhan daun terus berlangsung sehingga pembentukan bunga belum menjadi bagian utama dari perkembangan tanaman. Karena itu, frekuensi penyiraman perlu disesuaikan dengan kondisi tanah dan cuaca. Tanaman yang berada di tanah dengan drainase baik tidak perlu diperlakukan sama dengan tanaman yang berada dalam pot atau tanah yang mudah menahan air.
Periksa kondisi tanah sebelum kembali menyiram. Jika bagian atas tanah masih terasa basah, pemberian air bisa ditunda sampai tanah mulai mengering. Saat musim hujan, penyiraman juga perlu dikurangi karena kebutuhan air sudah banyak dipenuhi oleh hujan.
Perubahan pola penyiraman sebaiknya dilakukan secara bertahap sambil memperhatikan kondisi daun dan batang. Tujuannya bukan membuat tanaman kekurangan air, melainkan menghindari pemberian air yang melebihi kebutuhan. Dengan pola tersebut, perawatan pohon menjadi lebih sesuai dengan kondisi lingkungan tempat kelengkeng tumbuh.
Advertisement
2. Pangkas Daun dan Cabang yang Terlalu Padat
Pohon kelengkeng yang memiliki banyak cabang dapat membentuk tajuk yang terlalu rapat. Kondisi ini membuat bagian dalam pohon kurang mendapatkan cahaya dan sirkulasi udara menjadi terbatas.
Pemangkasan bisa dilakukan untuk mengurangi cabang yang tumbuh saling bertumpuk. Cabang yang patah, mati, tumbuh ke arah dalam, atau saling bersinggungan dapat menjadi bagian yang diperiksa terlebih dahulu.
- Pangkas cabang yang mati atau patah.
- Kurangi cabang yang tumbuh ke arah bagian dalam pohon.
- Potong tunas yang muncul terlalu rapat pada satu bagian.
- Pertahankan cabang yang tumbuh ke arah luar.
- Hindari memangkas terlalu banyak dalam satu waktu.
Pemangkasan tidak perlu dilakukan dengan menghabiskan sebagian besar daun. Pohon tetap membutuhkan daun untuk menjalankan proses pertumbuhan. Setelah cabang yang tidak diperlukan dikurangi, bentuk tajuk bisa dipantau kembali agar tidak terlalu rapat ketika tunas baru mulai tumbuh.
3. Periksa Pemakaian Pupuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5629938/original/094860000_1778227483-pohon_kelengkeng2.jpg)
Pupuk perlu diberikan sesuai kebutuhan tanaman karena pemberian yang terlalu banyak dapat mendorong pertumbuhan daun. Kondisi ini sering terlihat ketika pohon kelengkeng memiliki daun yang terus bertambah, tetapi bunga belum muncul. Karena itu, jenis dan jumlah pupuk perlu diperiksa, terutama jika sebelumnya pupuk diberikan dalam frekuensi yang tinggi tanpa melihat kondisi tanaman.
Perawatan bisa diarahkan dengan mengurangi kebiasaan memberikan pupuk yang mendorong pertumbuhan daun secara berlebihan. Pupuk yang digunakan sebaiknya mengikuti petunjuk pada kemasan dan disesuaikan dengan usia serta kondisi pohon. Jangan menambah takaran hanya karena bunga belum terlihat.
Selain pupuk, kondisi tanah juga perlu diperhatikan. Tanah yang menjadi tempat tumbuh pohon perlu memiliki saluran air yang baik dan tidak terus-menerus tergenang. Dengan begitu, akar memiliki ruang untuk tumbuh dan tanaman bisa menerima air serta unsur yang dibutuhkan dari tanah.
Advertisement
4. Pastikan Kelengkeng Mendapat Cahaya Matahari
Cahaya matahari berperan dalam pertumbuhan kelengkeng, termasuk ketika tanaman mulai memasuki fase pembentukan bunga. Pohon yang terlalu terlindung oleh bangunan, pohon lain, atau atap dapat menerima cahaya dalam jumlah yang kurang. Karena itu, perhatikan posisi pohon sejak pagi hingga siang untuk mengetahui apakah tajuk mendapatkan cahaya atau sebagian besar waktunya berada dalam bayangan.
Jika sumber bayangan berasal dari tanaman lain, beberapa cabang yang menghalangi cahaya bisa dipangkas. Apabila pohon berada di dalam pot, posisinya dapat dipindahkan ke tempat yang mendapatkan cahaya matahari lebih banyak. Perubahan lokasi sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan ukuran tanaman dan kondisi tempat tumbuh.
Cahaya yang masuk juga perlu menyebar ke bagian tajuk. Pemangkasan cabang yang terlalu rapat dapat membantu mengurangi bagian yang saling menutupi. Dengan pengaturan tersebut, perawatan tidak hanya berfokus pada jumlah daun, tetapi juga pada kondisi seluruh bagian pohon.
5. Beri Jarak antara Waktu Penyiraman dan Pemupukan
Pola perawatan kelengkeng perlu memperhatikan hubungan antara penyiraman dan pemberian pupuk. Pupuk tidak perlu diberikan setiap kali tanaman terlihat mengalami pertumbuhan daun. Jika pertumbuhan vegetatif sudah berlangsung terus, pemberian pupuk perlu dievaluasi agar tanaman tidak terus diarahkan untuk menghasilkan tunas dan daun.
- Tentukan jadwal pemupukan berdasarkan kebutuhan tanaman.
- Ikuti takaran yang tercantum pada kemasan pupuk.
- Hindari menambah pupuk karena bunga belum muncul.
- Berikan air sesuai kondisi tanah, bukan berdasarkan jadwal yang kaku.
- Amati perubahan tanaman setelah pola perawatan diubah.
Cara tersebut membantu pemilik tanaman mengetahui respons kelengkeng terhadap perubahan perawatan. Jika daun tetap tumbuh sangat cepat, pemupukan dapat kembali diperiksa. Sebaliknya, jika tanaman menunjukkan tanda kekurangan air atau pertumbuhan terganggu, pola penyiraman perlu disesuaikan.
Advertisement
6. Perhatikan Kondisi Tanah di Sekitar Pohon
Tanah menjadi bagian yang perlu diperiksa ketika kelengkeng tumbuh dengan daun yang banyak tetapi belum berbunga. Tanah yang terlalu padat, selalu basah, atau memiliki saluran air yang buruk dapat mengganggu kondisi akar. Karena itu, area di sekitar batang perlu dijaga agar tidak menjadi tempat berkumpulnya air setelah penyiraman atau hujan.
Jika tanah mudah tergenang, perbaikan saluran air dapat dilakukan dengan membuat jalur agar air tidak mengumpul di sekitar batang. Untuk tanaman dalam pot, lubang pembuangan air perlu diperiksa supaya tidak tersumbat. Media tanam juga perlu diganti jika sudah terlalu padat dan air sulit keluar.
Hindari menutup pangkal batang dengan tanah terlalu tinggi. Area tersebut perlu tetap memiliki ruang agar air tidak terus menempel pada batang. Setelah kondisi tanah diperbaiki, perawatan berikutnya dapat dilakukan dengan penyiraman dan pemupukan yang menyesuaikan keadaan tanaman.
7. Beri Waktu Pohon untuk Memasuki Fase Berbunga
Kelengkeng tidak selalu berbunga pada waktu yang sama. Usia pohon, kondisi lingkungan, perawatan, dan perubahan cuaca dapat memengaruhi kemunculan bunga. Karena itu, pohon yang belum berbunga tidak selalu berarti mengalami masalah yang harus segera diatasi dengan perlakuan tertentu. Pengamatan perlu dilakukan sebelum mengambil langkah tambahan.
Perhatikan perubahan pada tunas, daun, cabang, dan kondisi tanah selama beberapa waktu. Catatan sederhana mengenai waktu penyiraman, pemupukan, pemangkasan, serta kemunculan tunas bisa membantu mengetahui pola pertumbuhan tanaman. Cara ini juga membuat perubahan perawatan lebih mudah dievaluasi.
Jika pohon tetap tumbuh tetapi tidak menunjukkan tanda pembentukan bunga setelah perawatan diperbaiki, kondisi tanaman perlu diperiksa lebih lanjut. Jangan memberikan perlakuan secara berlebihan hanya untuk memancing bunga. Perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pohon membantu menjaga pertumbuhan tetap berjalan sambil menunggu tanaman memasuki masa berbunga.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mengatasi Kelengkeng yang Rimbun Daun
Mengapa pohon kelengkeng rimbun daun tetapi tidak berbunga?
Pertumbuhan daun yang terus berlangsung dapat berkaitan dengan pola penyiraman, pemupukan, cahaya, pemangkasan, kondisi tanah, atau usia tanaman.
Apakah kelengkeng yang tidak berbunga perlu dipangkas?
Pemangkasan bisa dilakukan untuk mengurangi cabang yang mati, saling bertumpuk, atau tumbuh ke arah dalam agar tajuk tidak terlalu rapat.
Apakah pupuk bisa membuat kelengkeng tidak berbunga?
Pemberian pupuk yang mendorong pertumbuhan daun secara berlebihan dapat membuat tanaman lebih banyak menghasilkan tunas dan daun daripada memasuki fase pembungaan.
Berapa lama kelengkeng bisa mulai berbunga?
Waktunya berbeda pada setiap tanaman karena dipengaruhi usia, kondisi lingkungan, perawatan, dan jenis kelengkeng yang ditanam.
Apakah kelengkeng harus sering disiram agar cepat berbunga?
Tidak. Penyiraman perlu disesuaikan dengan kondisi tanah dan cuaca agar tanaman tidak terus-menerus menerima air ketika belum membutuhkannya.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351163/original/080486900_1789642522-cek_fakta_-_Ibu_Hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309917/original/099505800_1785297828-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-29T105932.156.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310872/original/091773200_1785378352-watermarked_img_9606818118915072403.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5629942/original/031884900_1778227485-kelengkeng_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337237/original/012434200_1788238241-GI2iqFB1tx9Bjlq2lwcaKKXSjXK2lSxBOI65XhjR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329377/original/025129800_1787276759-722f8caa-874f-46fc-a841-0422d7fe4fe1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564871/original/061974900_1777003092-kelengkeng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310820/original/078698300_1785373848-d3b8eeb6-3620-4076-8f28-b7f8a77f251e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305812/original/057403400_1784803611-b73c493b-cdfd-49e9-98d4-37afb0070b18.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294472/original/059503800_1783838125-Pohon_Kelengkeng_yang_Pendek_Tapi_Berbuah_Lebat.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7441494/original/076205800_1780217359-35733463-93f1-4f03-9b22-73cb35397d20.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569423/original/090136500_1777442007-Berikan_ke_Ayam_Secara_Rutin.jpg)