BGN Wajibkan Kepala Dapur Hadir Saat Masak MBG

Aturan ini diterapkan untuk memperketat pengawasan pengolahan makanan.

Diterbitkan 17 September 2026, 20:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BGN wajibkan kepala dapur hadir saat masak MBG untuk pengawasan ketat.
  • Makanan MBG harus aman, diolah sesuai prosedur, bukan hanya jumlah.
  • Pengelolaan dapur MBG tantangan besar karena skala dan potensi kejenuhan.

Liputan6.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan kepala dapur hadir saat proses memasak Makan Bergizi Gratis (MBG) berlangsung. Aturan ini diterapkan untuk memperketat pengawasan pengolahan makanan.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, kewajiban tersebut merupakan bagian dari perubahan cara kerja BGN dalam mengelola dapur MBG.

“Jadi yang kita lakukan di BGN sekarang ini adalah mengimplementasikan cara-cara yang berbeda. Yang tadinya kepala dapur itu tidak ada kewajiban ada di dapur di jam masak, sekarang kita wajibkan,” kata Sudaryono usai rapat dengar pendapat dengan Kepala BPOM dan Komisi IX DPR RI, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, masih ada satu-dua kepala dapur yang belum tertib menjalankan aturan tersebut. BGN akan menindak pengelola yang tidak mematuhi ketentuan.

“Sudah kita wajibkan, masih juga ada satu dua yang barangkali masih belum tertib, ya kami tertibkan,” ujarnya.

Sudaryono menegaskan, MBG bukan sekadar menyediakan makanan dalam jumlah besar. Makanan yang dibagikan kepada penerima harus aman dan diolah sesuai prosedur.

“Saya kira, MBG ini tidak hanya sekadar misalnya menyediakan makan dalam satu ompreng, tapi makanan itu harus aman,” katanya.

Jaga Keamanan Makanan

Dia menyebut keamanan makanan harus dijaga sejak proses memasak hingga bahan baku yang digunakan.

“Supaya aman bagaimana? SOP-nya harus dijalankan, masaknya harus benar, matangnya harus benar, sesuai kaidah-kaidah dengan benar, bahan bakunya harus sesuai, dan lain sebagainya,” ujar Sudaryono.

Menurutnya, pengelolaan dapur MBG memiliki tantangan besar karena makanan disiapkan untuk ribuan orang setiap hari.

“Memang kelihatannya simpel, simpel kalau masak kita untuk diri kita sendiri. Ini masak untuk sekian ribu orang setiap hari,” tegasnya.

Sudaryono mengatakan, BGN juga mengantisipasi kejenuhan pekerja dapur yang dapat memengaruhi konsistensi pengolahan makanan.

“Tentu saja kita juga mengantisipasi ada kejenuhan, ada keantisipasi dengan adanya titik jenuh dari karena dia ngelola tiap hari, tentu saja ini menjadi tantangan bagi BGN untuk bagaimana sistem itu kita kelola,” katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6