Gempa M6,5 di Dekat Kepulauan Seribu, Dipastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M6,5 terjadi pada kedalaman 368 kilometer. BMKG ungkap fakta soal guncangan.

Diterbitkan 12 September 2026, 12:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BMKG melaporkan gempa M6,5 di Kepulauan Seribu pada 12 September 2026, pukul 04.23 WIB.
  • Gempa berkedalaman 368 km ini tidak berpotensi tsunami.
  • Getaran dirasakan luas di berbagai daerah dengan intensitas hingga IV MMI.

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan pada Sabtu (12/9/2026) pukul 04.23.55 WIB terjadi gempa bumi tektonik di Pantai Timur Administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,5 pada kedalaman 368 kilometer," ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto kepada Liputan6.com, Sabtu (12/9/2026).

Dia menjelaskan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,24 derajat Lintang Selatan (LS) dan 106,78 derajat Bujur Timur (BT) atau tepatnya berlokasi di laut, 69 kilometer timur laut Kepulauan Seribu. BMKG menegaskan gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Wijayanto.

Menurut dia, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, lindu yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas intraslab.

Wijayanto mengatakan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal).

 

Skala Intensitas Gempa

Wijayanto menjabarkan, berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas sebagai berikut:

IV MMI: Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, sedangkan di luar dirasakan oleh beberapa orang. Gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi. Getaran dirasakan di Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur, dan Tanggamus.

III MMI: Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa seperti ada truk berlalu. Getaran dirasakan di Tangerang, Tanjung Priok, Kecamatan Nagrak, Kecamatan Kalapanunggal, dan Cilacap.

II-III MMI: Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa seperti ada truk berlalu. Getaran dirasakan di Rancaekek, Lembang, Garut, Kota Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Kabupaten Malang, Kota Bengkulu, Sumur, Padang, Mentawai, Pariaman, dan Solok Selatan.

II MMI: Getaran dirasakan oleh beberapa orang. Benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Getaran dirasakan di Lemong, Semaka, dan Bengkunat.

"Hingga pukul 05.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock)," kata Wijayanto.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6