Tren Kecantikan Aneh, Pria Cukur Bulu Mata agar Terlihat Maskulin

Apa akibat dari tren mencukur bulu mata?

Diterbitkan 17 September 2026, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bulu mata panjang dan lentik selalu menjadi fitur fisik yang diidamkan oleh perempuan, bahkan memunculkan industri besar yang berpusat pada penjualan dan tren pemasangan bulu mata palsu. Namun, bulu mata panjang tidak terlalu diminati oleh para pria.

Dikutip dari Oddity Central, Kamis (17/9/2026), sebagian pria yang bergaya "alpha" justru menganggap bulu mata terlalu feminim dan malah mencukur mereka untuk penampilan yang lebih maskulin, terlepas dari risiko kesehatan serius yang bisa muncul karena prosedur tersebut.

Video-video para pria muda yang memotong atau merapikan bulu mata mereka di tempat cukur rambut atau salon kecantikan mulai muncul di TikTok dan platform media sosial lainnya tahun lalu. Tapi alih-alih redup dengan cepat, fenomena ini justru berkembang menjadi tren global.

Walaupun dianggap sebagian orang sebagai 'looksmaxxing,' pemotongan bulu mata tak hanya aneh, tapi juga berbahaya karena membuat mata langsung terpapar oleh banyak risiko.

Bulu mata tidak hanya untuk hiasan kecantikan, tapi memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu melindungi mata dari bahaya. Jadi, memotongnya hingga tersisa pendek bisa menyebabkan konsekuensi kesehatan yang serius.

Bulu mata mencegah kotoran atau puing-puing kecil, termasuk kulit mati dan keringat sekaligus sinar UV untuk masuk ke mata. Apabila dipotong, seseorang bisa terkena infeksi, rasa gatal, dan ketidaknyamanan yang sering terjadi. Memang akan tumbuh kembali, tapi memerlukan waktu berbulan-bulan.

Terlepas dari potensi infeksi dan rasa tidak nyaman, risiko melukai mata saat protes pemotongan seharusnya cukup untuk membuat orang tidak memendekkan bulu mata mereka. Keberadaan pisau logam yang tajam dan bergerak cepat sedekat itu dengan mata sangat berbahaya, satu gerakan salah bisa berakibat fatal.

Meskipun pemotongan bulu mata diasosiasikan dengan maskulinitas untuk para pria, realitanya adalah tidak ada dasar ilmiah untuk anggapan tersebut. Panjang bulu mata adalah faktor keturunan, jadi bisa terjadi pada pria dan wanita. Anggapan bahwa bulu mata panjang itu feminin hanyalah karena pandangan budaya.

Sebelumnya ada tren kecantikan aneh seperti merubah bentuk tengkorak di China hingga mengubah bentuk bibir menjadi seperti tanduk kerbau di Thailand, tapi tren bulu mata ini bisa dibilang salah satu yang paling tidak biasa di antara semuanya.

Â