Gigi Nenek Moyang Gajah Ditemukan di Teluk San Francisco

Fosil gigi mastodon Pasifik, hewan purba mirip gajah, ditemukan di Teluk San Francisco saat proyek restorasi habitat.

Diterbitkan 16 September 2026, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Brigid Lynch sedang bekerja di tepi sungai yang dikelilingi hutan di daerah pegunungan kawasan Teluk San Francisco ketika sesuatu yang tidak mirip dengan bebatuan yang selama ini ia teliti menarik perhatiannya. Hal tersebut ternyata adalah sebuah fosil gigi dari hewan mastodon Pasifik.

"Saya selalu bercanda bahwa itu tidak sulit ditemukan," tutur Lynch, seorang ahli geomorfologi di Balance Hydrologics di hari Jumat.

"Benda itu tergeletak di sana di tengah sungai, setengah terendam dan setengah muncul di atas air," lanjut dia.

Dikutip dari AP News, Selasa (15/9/2026), Lynch menemukan fosil tersebut di awal tahun ini ketika sedang mengerjakan proyek restorasi habitat untuk katak berkaki merah California yang terancam punah di kawasan cagar alam Midpeninsula Regional Open Space District di San Mateo County.

Badan pengelolaan lahan publik yang mengelola lebih dari 28,3 hektare lahan di wilayah Pegunungan Santa Cruz yang mengumumkan penemuan tersebut. Fosil tersebut sudah disumbangkan ke Doerr School of Sustainability Universitas Stanford.

"Fosil itu ditemukan dalam kondisi baik," ujar kurator dan pengelola koleksi spesimen Doerr School of Sustainability, Chrissy Garcia. "Kami memiliki bagian mahkota dan akarnya. Bahkan saluran akarnya bisa terlihat."

"Sangat menggembirakan bisa memiliki spesimen dengan kualitas sebagus gigi tersebut, terlebih lagi ditemukan di wilayah sendiri," ucap Garcia. Ia juga mengungkapkan bahwa gigi dari hewan mastodon Pasifik, spesies mirip gajah yang sudah punah, sepanjang 23 sentimeter.

Wakil presiden bidang ilmu pengetahuan dan kurator paleontologi vertebrata di Perot Museum of Nature and Science di Dallas, Ron Tykoski, berkata bahwa fosil tersebut "terkadang ditemukan dengan frekuensi tertentu, tergantung tempat tinggal."

Ia menjelaskan bahwa ada banyak spesies mastodon yang hidup selama beberapa juta tahun di Amerika Utara, dari 10 ribu hingga 12 ribu tahun yang lalu.

"Cara penemuannya sebenarnya sama seperti bagaimana banyak spesimen lain ditemukan, hanya seseorang yang kebetulan berada di tempat yang tepat." kata Tykoski.

Garcia berkata bahwa mereka kemungkinan akan mencoba menentukan usia pasti fosil tersebut dan akan membuat salinan 3D untuk diserahkan kepada Midpeninsula Regional Open Space District. Pihak distrik berkata akan menggunakan salinan tersebut untuk edukasi publik.

Juru bicara distrik tersebut, Ryan McCauley, berkata bahwa penemuan di lahan yang mereka lestarikan ini membantu menunjukkan pentingnya melindungi ruang terbuka dan habitat.

"Gigi geraham ini ditemukan dalam upaya melindungi habitat dan menyelamatkan spesies lain dari kemungkinan kepunahan, menurut saya benar-benar menegaskan pentingnya merawat ruang terbuka dan lahan alami ini," tuturnya.

Â