16 September 1893: Peristiwa Perebutan Tanah Terbesar dalam Sejarah AS

Pada 16 September 1893, lebih dari 100 ribu orang berebut tanah di Cherokee Strip, Oklahoma, dalam peristiwa perebutan tanah terbesar sejarah AS.

Diterbitkan 16 September 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Perebutan tanah terbesar dalam sejarah terjadi ketika lebih dari 100 ribu orang beramai-ramai masuk ke Cherokee Strip di Oklahoma, AS, untuk mengambil tanah berharga yang dulunya milik orang-orang suku asli Amerika pada 16 September 1893.

Perebutan tanah tersebut dimulai ketika suara tembakan pistol terdengar. Para pionir yang haus akan tanah menunggang kuda dan kereta untuk berebut mengklaim lahan terbaik.

Dikutip dari History.com, Rabu (16/9/2026), ironisnya, tidak lama sebelum kejadian itu, lahan tersebut dianggap sebagai gurun yang tidak berharga. Para penjelajah awal Oklahoma meyakini bahwa wilayah tersebut terlalu gersang dan tidak memiliki pepohonan yang subur untuk pemukiman orang kulit putih.

Namun, beberapa di antara mereka berpendapat bahwa wilayah tersebut mungkin adalah tempat yang ideal untuk memindahkan penduduk asli Amerika, yang tanah-tanah subur dan produktifnya di wilayah tenggara semakin gencar diincar oleh orang Amerika.

Pemerintah AS kemudian mengikuti saran ini dan mulai memindahkan suku-suku di wilayah timur seperti Cherokee dan Choctaw ke Wilayah Oklahoma di tahun 1817.

Sebagian penduduk asli Amerika menolak untuk meninggalkan tanah mereka yang hijau dan subur menuju dataran kering dan harus dipindahkan secara paksa. Yang paling tragis adalah ada 4.000 orang Cherokee yang meninggal selama perjalanan darat yang kejam yang dikenal sebagai "Trails of Tears (Jalanan Penuh Air Mata)."

Di tahun 1885, berbagai suku asli Amerika telah dipaksa pindah ke wilayah reservasi di Oklahoma timur dan dijanjikan bahwa tanah tersebut akan menjadi milik mereka "selama rumput tumbuh dan air mengalir." Namun, bahkan tanah yang terlihat ditinggalkan tidak lepas dari perhatian orang-orang Amerika yang haus akan tanah.

Pada akhir abad ke-19, para petani mengembangkan metode baru yang membuat dataran yang dulunya dipandang rendah menjadi sangat berharga.

Tekanan untuk membuka tanah-tanah suku asli untuk pemukiman terus meningkat. Pada 1889, Presiden Benjamin Harrison akhirnya menyerah dan membuka wilayah luas tanah suku asli Amerika yang belum dihuni untuk pemukiman orang kulit putih.

Demam Cherokee Strip adalah yang terbesar dari serangkaian land run  atau perebutan tanah besar-besaran yang dimulai pada tahun 1890. Ribuan imigran berbondong-bondong masuk ke Wilayah Oklahoma dan mendirikan kota-kota seperti Norman dan Oklahoma City dalam waktu satu malam.

 

Â