Mendagri Minta Pengamanan ASN di Papua Diperkuat

Permintaan tersebut menyusul penembakan terhadap tiga ASN oleh KKB Papua.

Diterbitkan 15 September 2026, 23:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Mendagri Tito minta pengamanan ASN di Papua diperkuat pasca penembakan.
  • Tito bantah korban intelijen, sebut itu alasan kelompok bersenjata untuk kekerasan.
  • Situasi kondusif penting agar masyarakat dan ASN dapat beraktivitas tanpa takut.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta aparat keamanan memperkuat pengamanan bagi aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Papua, termasuk di Jayawijaya.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul penembakan terhadap tiga pegawai asal Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh kelompok bersenjata.

Tito juga menanggapi tudingan bahwa para korban merupakan anggota intelijen. Ia mengatakan tudingan tersebut kerap digunakan kelompok bersenjata untuk membenarkan aksi kekerasan.

“Ya biasanya begitu, yang disampaikan oleh para kelompok yang melakukan penembakan kekerasan selalu alasannya intel, begitu. Padahal dia berusaha untuk ganggu aja,” kata Tito usai rapat bersama Komisi II DPR, para gubernur, dan Kementerian ATR/BPN di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Menurut Tito, aksi tersebut bertujuan menciptakan rasa takut di tengah masyarakat sekaligus mengganggu aktivitas warga.

“Membuat apa, masyarakat menjadi takut dan lain-lain, menyebarkan kekerasan, menyebarkan ketakutan gitu ya,” ujarnya.

 

Pentingnya Situasi Kondusif

Ia berharap Polri, TNI, dan aparat intelijen dapat menjaga situasi keamanan tetap kondusif. Selain itu, aparat diminta memantau pergerakan kelompok bersenjata dan mengambil langkah untuk menetralisir ancaman.

“Nah, ya saya tentu berharap, teman-teman dari aparat keamanan, Polri, TNI, Intelijen, dapat bisa menjaga situasi yang lebih kondusif, kemudian bisa memantau pergerakan dari kelompok-kelompok itu dan bisa menetralisir kelompok itu,” kata Tito.

Tito menilai kondisi keamanan yang kondusif diperlukan agar masyarakat, termasuk ASN, dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut.

“Supaya ada keberanian dari masyarakat untuk beraktivitas. Kalau seandainya tidak ada serangan-serangan kan pasti mereka akan lebih tenang,” ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6