Pencarian Hari Kedelapan Jurnalis Hilang di Selat Sunda: Sisir Darat dan Laut

Upaya pencarian rombongan jurnalis yang hilang di Selat Sunda tetap dimaksimal di berbagai wilayah, termasuk melakukan penyisiran darat.

Diterbitkan 15 September 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Pandeglang - Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian lima jurnalis dan tiga orang lainnya yang hingga kini belum ditemukan. Hari ini, Selasa (15/9/2026), pencarian memasuki hari kedelapan sekaligus hari pertama setelah operasi SAR diperpanjang selama tiga hari.

Proses pencarian diawali dengan apel dan doa pagi sekitar pukul 07.05 WIB, yang dipimpin oleh Kasi Ops Basarnas Banten Rizky Dwianto. Dia menegaskan, upaya pencarian tetap akan dimaksimal di berbagai wilayah, termasuk melakukan penyisiran darat.

"Yang untuk penyisiran darat, minta tolong nanti rekan-rekan yang tidak terlibat di alut laut bisa melaksanakan penyisiran darat dari Carita sampai dengan perairan anyer," kata Rizky dalam sambutannya, Selasa (15/9/2026).

Sementara itu, bagi personel yang tidak berangkat melakukan pencarian, Rizky meminta mereka tetap bersiaga dan membantu menjaga ketertiban di posko.

Dalam doanya, Rizky memohon agar seluruh personel diberikan kesehatan, keselamatan, serta kemudahan dalam menjalankan operasi pencarian hingga para korban yang dicari dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

"Semoga Tuhan senantiasa memberikan kesehatan untuk kita semua. Kemudian memberikan keselamatan dan kemudahan untuk seluruh tim SAR gabungan dalam melaksanakan pencarian sehingga untuk kapal ataupun penumpang yang kita kita cari selama ini bisa ditemukan dalam kondisi selamat," ungkapnya.

Setelah apel dan doa pagi selesai, personel langsung melakukan penyisiran menggunakan Kapal RIB 02 (Rigid Inflatable Boat) milik Basarnas dari Dermaga Marina Carita. Satu unit kapal tersebut berangkat sekitar pukul 07.15 WIB. Para personel tampak mengenakan perlengkapan keselamatan lengkap, mulai dari life jacket hingga helm.

Pencarian Diperpanjang Tiga Hari

Sebelumnya, operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak di Selat Sunda diperpanjang selama tiga hari.Tim SAR gabungan akan melanjutkan pencarian hingga Kamis, 17 September 2026.

"Dan hasil rapat koordinasi tadi yang disampaikan Pak Gubernur, kita akan lanjutkan pencarian selama tiga hari ke depan," ujar Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, Senin, (14/09/2026).

Pencarian selama tiga hari ke depan masih akan menggunakan kekuatan yang sama, baik personel maupun peralatan. Namun, pengerahan sejumlah peralatan akan disesuaikan dengan kondisi cuaca di sekitar lokasi pencarian.

Salah satunya penggunaan helikopter untuk pemantauan dari udara. Pengerahan helikopter harus mempertimbangkan kondisi angin serta keberadaan debu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.

"Tetap kita menggunakan metode menggunakan kapal ya, termasuk juga pemantauan melalui udara. Semua itu tergantung nanti kondisi cuaca seperti apa," jelasnya.

Al Amrad berharap perpanjangan operasi SAR dapat meningkatkan peluang ditemukannya lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.

"Jadi kita sudah tadi menyampaikan dari hari pertama sampai dengan hari ketujuh, itu kita evaluasi kembali apa yang menjadi tantangan-tantangan kita dan objek yang mana yang belum kita lalui," terangnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6