Liputan6.com, Beijing - Para peneliti dari Institut Vertebrata Paleoantropologi and Paleoanthropology (IVPP) dari Akademi Ilmu Pengetahuan China telah menemukan bukti molekuler yang mungkin menunjukkan adanya hubungan yang sebelumnya tidak diketahui antara Homo erectus dan manusia modern.
Di saat yang sama, tim tersebut mengembangkan teknik paleoproteomik baru yang mampu mengambil informasi berharga dari fosil dengan menciptakan kerusakan kecil.
Dikutip dari Science Daily, Sabtu (12/9/2026), Homo erectus memiliki peran penting dalam sejarah evolusi manusia karena mereka adalah spesies pertama dari genus Homo yang peneliti ketahui bermigrasi keluar Afrika.
Advertisement
Namun, para ilmuwan hanya sedikit mengetahui tentang susunan genetiknya, keragaman populasinya, dan bagaimana hubungannya dengan kelompok-kelompok manusia yang muncul kemudian.
Salah satu penyebabnya adalah sedikitnya bukti molekuler dari Homo erectus. Tanpa DNA atau molekul biologis lain yang tersimpan, para peneliti kesulitan untuk menentukan apakah manusia purba ini berkontribusi secara genetik kepada populasi yang hadir kemudian. Ketidakpastian ini menjadikan peran evolusioner Homo erectus sebagai salah satu pertanyaan yang terus ada dalam studi asal-usul manusia.
Untuk meneliti molekul yang tersimpan di fosil Homo erectus menambah tantangan lain. Sisa-sisa manusia purba tidak hanya tergantikan secara ilmiah, tapi juga penting secara budaya, sehingga tidak dapat diterima dalam banyak kasus. Keterbatasan tersebut menghambat upaya untuk memperoleh informasi molekuler dari spesimen-spesimen tersebut.
Kelompok penelitian yang FU Qiaomei dari IVPP pimpin bekerja sama dengan para ilmuwan dari beberapa institusi lain, kini menemukan cara untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tim itu menggunakan teknik pengikisan asam yang hanya membutuhkan sedikit sekali bahan untuk mengambil informasi molekuler dari enam gigi Homo erectus, sekaligus mempertahankan bentuk fosil-fosil tersebut tetap utuh.
Â
Ditemukan Dua Mutasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369155/original/000949200_1759454151-WhatsApp_Image_2025-10-03_at_06.09.24.jpeg)
Sebuah artikel ulasan yang terbit bersamaan di jurnal Nature menekankan pentingnya protein email yang diisolasi dari enam gigi Homo erectus asal China tersebut dan berkata bahwa protein-protein tersebut memberikan "pengetahuan baru tentang bagaimana materi genetik purba pada akhirnya masuk ke dalam populasi manusia modern."
Para peneliti menemukan dua mutasi dalam gigi dari tiga situs fosil China, yaitu Zhoukoudian (Peking Man), Hexian, dan Sunjiadong. Umur dari fosil tersebut setidaknya sudah 400 ribu tahun, dan bukti molekuler menunjukkan kemungkinan hubungan genetik antara Homo erectus Asia Timur dan Denisovan. Denisovan diketahui telah menyumbangkan materi genetik kepada sejumlah populasi manusia modern.
Salah satu mutasinya, AMBN A253G, belum pernah diidentifikasi sebelumnya. Para peneliti berpendapat bahwa mereka bisa berfungsi sebagai penanda molekuler bagi populasi Homo erectus. Keberadaannya juga memberikan bukti pertama bahwa individu-individu Homo erectus dari ketiga situ tersebut termasuk dalam populasi evolusioner yang sama.
Varian kedua, AMBN M273V, sebelumnya dianggap mirip dengan Denisovan. Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa varian ini juga terdapat di populasi Homo erectus, yang berarti varian tersebut tidak eksklusif bagi Denisovan.
Para peneliti berpendapat bahwa varian AMBN M273V mungkin sudah masuk ke garis keturunan Denisovan lewat percampuran genetik, yaitu pertukaran genetik antara berbagai populasi manusia purba. Denisovan kemudian mungkin telah meneruskan varian tersebut kepada kelompok-kelompok manusia modern tertentu (di Asia Tenggara dan Oseania) lewat introgresi, yaitu masuknya materi genetik dari satu populasi ke populasi lain melalui perkawinan silang.
Â
Advertisement
Metode Eksperimental Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4547903/original/009642800_1692723346-microscope-1817641_1280.jpg)
Apabila interpretasi tersebut benar, penemuan ini memberikan petunjuk molekuler pertama tentang kemungkinan adanya hubungan antara Homo erectus Asia Timur (seperti yang ditemukan di Zhoukoudian) dan Denisovan.
Hal ini juga bisa mengindikasikan adanya hubungan genetik yang jauh lebih dalam antara populasi Homo erectus purba dan sebagian orang yang hidup saat ini.
Selain temuan-temuan evolusioner tersebut, para peneliti mengembangkan beberapa metode eksperimental dan komputasi yang berpotensi memperluas pengetahuan yang dapat diperoleh para ilmuwan dari fosil manusia yang berharga.
Metode-metode tersebut meliputi metode untuk menentukan jenis kelamin hominin purba menggunakan protein enamel spesifik laki-laki bernama AMELY, sistem untuk memverifikasi hasil dengan spektrometri massa tandem dan berbagai alur analisis data serta teknik analisis DNA yang terkait dengan varian asam amino tertentu.
Bersama-sama, pendekatan-pendekatan ini membentuk kerangka kerja baru bagi penelitian paleoproteomik yang sistematis.
Dengan mengungkapkan bukti molekuler sekaligus meminimalkan kerusakan pada fosil-fosil langka, metode-metode ini bisa membantu para peneliti untuk mempelajari hubungan-hubungan manusia purba yang selama ini tidak dapat diungkap melalui teknik genetika tradisional.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329801/original/040098200_1787296595-HOAX__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4824890/original/015114700_1715084293-IMG_0156.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033320/original/056331500_1580109526-20200127-Ekspresi-Peserta-Tes-CPNS-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345477/original/092723400_1789034257-Homo_erectus_lantianensis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343054/original/075440100_1788842362-WhatsApp_Image_2026-09-08_at_11.15.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342609/original/043600500_1788780135-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1243687/original/084009200_1464090520-Eiffel02.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2284535/original/099802600_1531925496-SISWA_SMP_9-Muhamad_Ridlo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4220157/original/063778400_1667979349-james-wainscoat-NBEAMs2N47k-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340338/original/063589200_1788502479-priscilla-du-preez-dlxLGIy-2VU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4210566/original/064918900_1667283991-Brain_Health.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321747/original/011819200_1786502556-2151850312.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321033/original/069636300_1786424373-90-20.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3495551/original/090512000_1624929060-Bendungan_pembangkit_listrik_tenaga_air_Baihetan_di_distrik_Ningnan__Provinsi_Sichuan__China_barat_daya._Photo_by_Jiang_Wenyao__Xinhua_via_AP..jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1243904/original/097195100_1464103796-chewing-gum-1024x538.jpg)