11 September 1971: Kematian Pemimpin Soviet Nikita Khrushchev

Ini kisah hidup mantan pemimpin Soviet yang meninggal pada 11 September 1971.

Diterbitkan 11 September 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Moskow - Mantan pemimpin Soviet Nikita khrushchev yang juga salah satu figur penting dalam sejarah perang dingin dan yang paling penuh warna, meninggal pada 11 September 1971. Selama masa kejayaannya di akhir tahun 1950-an dan awal tahun 1960-an, Khrushchev terlibat dalam beberapa peristiwa paling penting dalam Perang Dingin.

Dikutip dari History.com, Jumat (11/9/2026), Khrushchev lahir pada 1894 di Kalinovka, Russia, dekat perbatasan Ukraina. Ia adalah salah satu pendukung awal gerakan komunis di Rusia, tapi kenaikan karier politiknya baru benar-benar mulai di tahun 1930-an. Kesetiaannya kepada pemimpin Soviet Joseph Stalin sangat membantunya selama dekade yang penuh gejolak itu, sementara banyak pemimpin partai Komunis lain menjadi korban kemarahan dan kecurigaan Stalin.

Khrushchev berusaha untuk naik dalam hierarki partai, dan kemampuan organisasinya di bidang industri dan pertanian Rusia membuatnya mendapat pujian selama Perang Dunia II. Usai perang, Stalin membawa Khrushchev ke jajaran tertinggi di partai dan di pemerintahan.

Saat Stalin meninggal di tahun 1953, banyak pengamat di luar Rusia berpikir tidak mungkin Khrushchev yang bersikap kasar dan terlihat tidak berpendidikan bisa bertahan tanpa mentornya.

Namun, Khrushchev berhasil mengejutkan mereka semua. Kemudian lewat serangkaian aliansi dengan tokoh-tokoh lain di partai dan militer, ia berhasil menyingkirkan segala bentuk perlawanan terhadap kekuasaannya di tahun 1955.

Setelah tahun itu, Khrushchev memegang kendali penuh di Rusia. Ia mengejutkan banyak rekannya dan pengamat Barat ketika mulai mengemukakan gagasan hidup berdampingan dengan damai dengan Amerika Serikat (AS). Ia juga mengambil langkah untuk mendesentralisasi sebagian kontrol ekonomi negara yang kaku, yang menurutnya menghambat perkembangan ekonomi Soviet.

Dalam pidato tahun 1956 di hadapan Kongres Partai Komunis Soviet, ia mengecam Stalin dan taktik negara kepolisian ia gunakan.

Akhir Cerita Khrushchev

Dalam hal hubungan internasional, Khrushchev adalah sosok yang menarik. Banyak orang menganggapnya sebagai seorang petani yang kasar dan tidak berpendidikan. Namun, pemimpin Rusia itu adalah seorang negosiator yang terampil dan cerdas, yang sering memanfaatkan pandangan negatif tersebut untuk keuntungannya sendiri.

Di akhir tahun 1950-an, ia berusaha mempererat hubungan dengan AS, dan pada 1959 menjadi pemimpin Soviet pertama yang mengunjungi Amerika.

Namun, hubungan kedua negara ini memburuk saat Uni Soviet menembak jatuh pesawat mata-mata U-2 AS di atas wilayah Rusia pada tahun 1960. Pertemuan puncak yang direncanakan antara AS dan Uni Soviet juga dibatalkan.

Di tahun yang sama, Khrushchev mendadak terkenal ketika dalam sebuah debat di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ia melepas sepatunya dan memukul-mukul meja untuk menarik perhatian.

Pada tahun 1962, Uni Soviet dan AS hampir terlibat perang saat Rusia berusaha memasang rudal nuklir di Kuba dan angkatan laut AS melakukan karantina terhadap pulau tersebut.

Negosiasi yang tegang dengan Presiden John F. Kennedy berlangsung. Rusia menarik rudal-rudal tersebut kembali dan AS berjanji tidak akan menyerang Kuba dalam upaya menggulingkan pemimpin komunis Fidel Castro.

Walaupun perang berhasil dihindari, insiden tersebut membuat Khrushchev kehilangan banyak dukungan di dalam negeri. Banyak petinggi Partai Komunis dan semakin banyak anggota militer yang mulai cemas terhadap ide Khrushchev tentang “hidup berdampingan dengan damai dengan Amerika, dan seruannya untuk memotong anggaran militer meyakinkan sebagian orang bahwa ia akan menjatuhkan Rusia menjadi negara kelas dua.

Krisis rudal Kuba tahun 1962 dianggap sebagai hal yang sangat memalukan bagi Uni Soviet. Di tahun 1964, para penentang Khrushchev melakukan kudeta politik terhadapnya dan ia terpaksa pensiun. Sisa hidupnya dihabiskan dalam kesendirian lantaran ia dicaci banyak orang di Rusia.

Â