6 September 1522: Pelayaran Keliling Dunia Pertama dalam Sejarah Berakhir di Spanyol

Jenis kapal apa yang digunakan hingga berhasil mengelilingi dunia pada 6 September 1522?

Diterbitkan 06 September 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Madrid - Pelayaran keliling dunia pertama dalam sejarah berakhir pada 6 September 1522 ketika kapal Victoria, salah satu dari lima kapal yang dipimpin Ferdinand Magellan, tiba di Sanlúcar de Barrameda, Spanyol.

Dikutip dari History.com, Minggu (6/9/2026), Victoria dipimpin pelaut asal Basque, Juan Sebastián de Elcano. Ia mengambil alih komando setelah Magellan tewas dalam pertempuran di Filipina pada April 1521.

Perjalanan pulang menjadi bagian paling berat dari ekspedisi tersebut. Para awak kapal menghadapi kelaparan dan penyakit skorbut atau scurvy. Mereka juga harus menghindari gangguan dari kapal-kapal Portugis yang berusaha menghalangi perjalanan.

Dari ratusan orang yang berangkat, hanya Elcano dan 21 awak lainnya yang selamat hingga tiba kembali di Spanyol pada September 1522.

Ekspedisi tersebut bermula pada 20 September 1519 ketika Magellan berlayar dari Spanyol dengan misi menemukan rute laut ke arah barat menuju Kepulauan Rempah-rempah di Asia Tenggara, termasuk wilayah yang kini menjadi Indonesia.

Magellan memimpin lima kapal dengan sekitar 270 awak. Mereka berlayar menyusuri pantai Afrika Barat sebelum menyeberangi Atlantik menuju Brasil. Dari sana, ekspedisi melanjutkan perjalanan menyusuri pantai Amerika Selatan untuk mencari selat yang dapat membawa mereka menuju Samudra Pasifik.

Magellan sempat mencari jalur melalui Río de la Plata, sebuah muara besar di kawasan selatan Brasil. Namun, pencarian tersebut tidak membuahkan hasil. Ekspedisi kemudian bergerak semakin ke selatan hingga mencapai Patagonia.

Pada akhir Maret 1520, rombongan mendirikan tempat persinggahan untuk melewati musim dingin di Pelabuhan St. Julian.

Di tempat tersebut, terjadi pemberontakan yang dipimpin sejumlah kapten Spanyol terhadap Magellan yang berasal dari Portugal. Pemberontakan berlangsung pada malam Paskah, tetapi berhasil dipadamkan oleh Magellan.

Salah satu kapten dieksekusi, sementara kapten lainnya ditinggalkan di daratan ketika ekspedisi meninggalkan St. Julian pada Agustus 1520.

Pada 21 Oktober 1520, Magellan akhirnya menemukan selat yang selama ini dicari. Jalur tersebut kemudian dikenal sebagai Selat Magellan, yang terletak di ujung selatan Amerika Selatan dan memisahkan Tierra del Fuego dari daratan utama.

Dari lima kapal yang memulai ekspedisi, hanya tiga yang berhasil melewati selat tersebut. Satu kapal karam, sementara kapal lainnya ditinggalkan.

Setelah melewati berbagai rintangan hingga kehilangan sebagian besar awak dan kapalnya, ekspedisi tersebut akhirnya dituntaskan oleh Victoria. Kedatangannya di Sanlúcar de Barrameda pada 6 September 1522 menandai berakhirnya pelayaran keliling dunia pertama yang tercatat dalam sejarah.

Akhir Hidup Magellan

Butuh waktu 38 hari untuk menyeberangi selat yang berbahaya itu, dan ketika laut terlihat di ujung lainnya, Magellan menangis terharu. Ia adalah penjelajah Eropa pertama yang mencapai Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik.

Armadanya berhasil menyeberangi samudra ke arah barat dalam waktu 99 hari, melintasi perairan yang sangat tenang sehingga samudra tersebut dinamai “Pasifik,” yang diambil dari bahasa Latin pacificus yang berarti “tenang.” Pada akhirnya, orang-orang di kapal kehabisan makanan dan terpaksa mengunyah bagian-bagian kulit dari perlengkapan mereka untuk bertahan hidup. Di tanggal 6 Maret 1521, ekspedisi tersebut mendarat di Pulau Guam.

Sepuluh hari kemudian, mereka menurunkan jangkar di pulau Cebu, Filipina, yang hanya berjarak 643 kilometer dari Pulau Rempah-rempah. Magellan bertemu dengan kepala suku Cebu, yang setelah masuk ke agama Kristen, membujuk para orang Eropa untuk membantunya menaklukkan suku saingannya di pulau tetangga, Mactan.

Dalam pertempuran yang terjadi di tanggal 27 April, Magellan terkena panah beracun dan ditinggalkan dalam keadaan sekarat oleh rekan-rekannya yang mundur.

Setelah kematian Magellan, anggota yang selamat, menggunakan dua kapal, berlayar menuju Kepulauan Maluku dan mengisi kapal dengan rempah-rempah. Satu kapal mencoba, tapi gagal, untuk kembali melintasi Samudra Pasifik. Kapal lainnya, Victoria, melanjutkan pelayarannya ke barat di bawah pimpinan Juan Sebastian de Elcano.

Kapal itu melintasi Samudra Hindia, melewati Tanjung Harapan, dan tiba di pelabuhan Spanyol Sanlucar de Barrameda pada 6 September 1522, menjadikannya kapal pertama yang mengelilingi dunia. Kemudian Victoria berlayar menyusuri Sungai Guadalquivir dan tiba di Sevilla beberapa hari kemudian.

Elcano pun ditunjuk untuk memimpin armada yang terdiri dari tujuh kapal dalam pelayaran lain ke Maluku atas nama Kaisar Karel V. Ia meninggal akibat penyakit skorbut (scurvy) dalam perjalanan.