Liputan6.com, Edinburgh - Teknologi Magnetic Resonance Imaging (MRI) mulai digunakan untuk memeriksa pasien pada 28 Agustus 1980, setelah para peneliti di University of Aberdeen, Skotlandia, berhasil mengembangkan prototipe pemindai yang menjadi tonggak penting dalam perkembangan teknologi pencitraan medis.
Dikutip dari BBC, Jumat (28/8/2026), Profesor Tom Redpath, yang saat itu masih menjadi mahasiswa doktoral, mengatakan tidak ada yang menyangka teknologi tersebut akan berkembang menjadi alat medis yang begitu penting.
MRI menggunakan medan magnet kuat dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar detail bagian dalam tubuh.
Advertisement
Prototipe bernama Mark I kini dipamerkan di galeri khusus di Aberdeen Royal Infirmary. Alat tersebut pertama kali digunakan pada 28 Agustus 1980 untuk memeriksa seorang pria asal Fraserburgh yang sedang menderita kanker stadium akhir.
Setelah itu, Mark I digunakan untuk memindai lebih dari 1.000 pasien sebelum akhirnya digantikan oleh model yang lebih baru pada 1983.
“Alat ini sangat berbeda dengan pemindai MRI modern,” kata Redpath yang kini telah pensiun. Ia menjelaskan bahwa mesin tersebut tidak memiliki lapisan pelindung seperti pemindai modern, sehingga komponen di dalamnya, seperti kumparan tembaga dan magnet, dapat terlihat dengan jelas.
Redpath mengatakan kekuatan medan magnet yang dihasilkan Mark I pada 1980 hanya sebagian kecil dibandingkan mesin MRI modern. Meski demikian, alat tersebut sudah mampu menghasilkan gambar yang dapat digunakan untuk pemeriksaan medis.
Pada masa itu, pengembangan MRI sempat diragukan karena teknologi CT scan sudah tersedia. Sejumlah pihak bahkan menilai MRI tidak akan berhasil atau tidak layak dikembangkan lebih lanjut.
Namun, Redpath mengatakan timnya di Aberdeen berani mengambil risiko untuk mengembangkan teknologi tersebut.
“Saat itu saya masih cukup muda dan hal itu terasa seperti sesuatu yang sangat menarik untuk dilakukan. Tak lama setelah memindai pasien pertama itu, kami sadar bahwa hal ini akan berhasil dan bermanfaat,” ujarnya kepada BBC Scotland.
Proses Pengembangan MRI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5328212/original/000150600_1756200799-WhatsApp_Image_2025-08-26_at_16.26.47.jpeg)
Profesor John Mallard yang memimpin tim Universitas Aberdeen yang mengembangkan alat tersebut berkata “Yang menjadi dorongan untuk kami adalah kenyataan bahwa kami memiliki X-ray yang memberikan informasi lengkap tentang tulang.” Ia menambahkan bahwa hal yang tidak mereka miliki adalah informasi apapun mengenai jaringan lunak di dalam tubuh. “Dan itulah yang dilakukan oleh MRI.
Mallard yang sudah berumur itu juga mengatakan bahwa yang sangat ia ingat pada waktu itu adalah kehebatannya untuk mendeteksi multiple sclerosis (MS). “Saya memiliki sepupu yang meninggal karena MS, jadi saya sangat senang karena kami berhasil menemukan sesuatu yang seandainya dia masih hidup bisa membantunya.
Teknologi di balik MRI dikembangkan pada tahun 1970-an oleh Sir Peter Mansfield dan timnya di Universitas Nottingham. Sir Peter berbagi Hadiah Nobel dalam bidang Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 2003 dengan penemu teknik tersebut, seorang ahli kimia asal AS, Profesor Paul Lauterbur.
Namun, tim di Aberdeen yang bertanggung jawab atas pengembangan pemindai MRI seluruh tubuh pertama di dunia. Tim tersebut berhasil memperoleh gambar pertama yang berguna secara klinis dari jaringan internal seorang pasien menggunakan MRI.
Mallard dan timnya juga diakui sebagai pelopor kemajuan teknologi yang mendorong penerapan MRI secara luas di seluruh dunia.
Redpath berkata bahwa ia “bangga” menjadi bagian dari tim yang mengembangkan MRI. Namun, merasa kecewa karena Inggris dengan cepat kehilangan keunggulannya di bidang tersebut kepada negara-negara lain seperti AS dan Jerman.
Ia berujar teknologi pencitraan MRI telah berkembang jauh melampaui apa yang dulu dianggap mungkin, terutama dalam bidang-bidang seperti pemindaian fungsional otak.
Advertisement
Pengembangan Terus Berlanjut
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332230/original/067833000_1787642378-mitrey-x-ray-6841384.jpg)
“Perbedaan antara Mark I dan pemindai modern mirip dengan perbedaan antara pesawat tempur Perang Dunia I dan jet tempur Typhoon modern,” ucapnya. “Dasar-dasarnya sama, tapi teknologinya sendiri sudah berkembang pesat. Sangat luar biasa.”
Seorang profesor radiologi di Universitas Aberdeen, Alison Murray, berkata bahwa pentingnya perkembangan ini tidak boleh dipandang sebelah mata. “Menurut saya, ini sesuatu yang revolusioner.” tuturnya. Ia juga bilang bahwa MRI mungkin suatu terobosan terbesar dalam kedokteran modern karena kita dapat melakukan banyak sekali pemindaian.
“Saya bisa dengan jujur berkata bahwa pemeriksaan ini menyelamatkan nyawa. Pemeriksaan ini memperlihatkan sejauh mana kondisi patologis tersebut dan membantu kita mendiagnosisnya.” Ia juga berkata bahwa mereka bisa mendeteksi lesi yang tidak dapat terlihat tanpa alat ini. Hal tersebut menyelamatkan nyawa berkat diagnosis awal.
“Tapi alat tersebut membuatmu merasa senyaman mungkin,” katanya. “Mereka memang lumayan berisik, tapi tidak apa-apa karena mereka menyediakan headphone dan bahkan bisa memilih musik yang ingin didengarkan.
Seorang pasien bernama Coetzee hanya berusia 28 tahun saat didiagnosis. Tiga tahun kemudian, ia bebas dari kanker. Informasi dari hasil pemindaian MRI menjadi penentu pengobatannya.
Ia menjelaskan, “Tujuannya memang agar tidak ada yang terlewatkan yang tidak terlihat pada CT atau USG, untuk memastikan sepenuhnya bahwa kami tidak melewatkan lesi tersembunyi, karena MRI jauh lebih akurat.”
Para pasien sudah menjalani pemindaian menggunakan Fast Field Cycling Machine, MRI generasi terbaru. Alat ini digambarkan sebagai “100 MRI dalam satu” dan saat ini masih berada di tempat tersebut dibuat.
Tidak diragukan lagi, suatu hari nanti hal tersebut akan mengikuti jejak pendahulunya dan menjadi bagian biasa dari praktik kedokteran sehari-hari.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334325/original/020353700_1787832097-cek_fakta_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334197/original/046223400_1787824544-HOAX__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334225/original/010172500_1787825621-demo_motor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333889/original/091356200_1787811731-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-27T131833.691.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/6502090/original/094924800_1779358519-MRI_3_Tesla.jpeg)