Kronologi Rombongan Turis Inggris Hilang Saat Banjir Bandang Nepal Menerjang

Banjir bandang di Nepal menyebabkan 33 warga Inggris belum ditemukan, termasuk seorang gadis 13 tahun.

Diterbitkan 27 Agustus 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kathmandu - Sebanyak 33 warga negara Inggris, termasuk seorang gadis berusia 13 tahun, menjadi bagian dari lebih dari 400 wisatawan yang hingga kini belum ditemukan setelah banjir bandang menerjang kawasan perbatasan Nepal-Tibet. Informasi tersebut disampaikan oleh badan pariwisata Nepal.

Dikutip dari The Guardian, Kamis (27/8/2026) banjir bandang terjadi secara tiba-tiba di sisi Tibet, di Sungai Bhote Koshi, sekitar pukul 08.30 waktu setempat pada Rabu. Dari sedikitnya 341 warga negara asing yang belum diketahui keberadaannya, 33 di antaranya merupakan warga Inggris.

Operator tur Alpine Eco Trek menyampaikan bahwa seorang gadis berusia 13 tahun termasuk dalam warga Inggris yang hilang. Dua warga negara Irlandia juga dilaporkan belum ditemukan.

Berdasarkan catatan perjalanan, di antara warga Inggris yang hilang terdapat tiga pria berusia 65, 64, dan 52 tahun. Selain itu, terdapat tujuh perempuan berusia 44, 47, 51, 60, 63, 63, dan 65 tahun.

Alpine Eco Trek, perusahaan yang menawarkan tur berpemandu dan ekspedisi di Nepal, juga mengonfirmasi bahwa empat pemandu wisata asal Nepal turut hilang. Mereka masing-masing berusia 38, 35, 45, dan 29 tahun.

Manajer Alpine Eco Trek, Kumar Adhikari, mengungkapkan kesedihannya atas situasi tersebut.

“Saya merasa sangat sedih. Kami hanya memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya,” kata Adhikari pada Rabu.

“Kami sedang dalam kesakitan saat ini, kesakitan yang mendalam.”

Adhikari menjelaskan, rombongan tersebut tengah menjalani tur selama sembilan hari menuju Gunung Kailash. Mereka sedang menyeberang dari Nepal menuju Tibet ketika terjebak di kawasan perbatasan saat banjir bandang terjadi.

Ia mengatakan masih berkomunikasi dengan para pemandu wisata hingga pukul 08.40. Setelah itu, telepon mereka tidak lagi terhubung. Pada saat tersebut, rombongan diperkirakan sudah berada di dalam kantor imigrasi Tibet.

“Kami berharap di dalam sana mereka aman,” ujarnya.

“Namun kemudian muncul video dari pemerintah China yang menunjukkan bahwa sisi Tibet juga terdampak banjir.”

Badan pariwisata Nepal menyatakan lebih dari 100 orang yang masih hilang belum diketahui kewarganegaraannya.

Sementara itu, kepolisian Nepal melaporkan bahwa 157 jenazah telah ditemukan. Lebih dari 40 orang juga mengalami luka-luka dan tengah mendapatkan perawatan di rumah sakit.