Liputan6.com, Kathmandu - Banjir bandang Nepal pada Rabu (26/8/2026) diduga sebagian dipicu oleh bongkahan es raksasa yang patah dari gletser di Pegunungan Himalaya, lalu jatuh ribuan kaki ke lembah di bawahnya.
Kesimpulan awal itu disampaikan sekelompok ahli geologi dan gletser yang menganalisis kejadian tersebut. Peristiwa ketika massa es dalam jumlah besar terlepas dari gletser dan meluncur ke bawah dikenal sebagai longsoran es.
Daniel Shugar, ahli geologi dari University of Calgary, Kanada, mengatakan citra satelit menunjukkan bagian gletser di kawasan itu patah dan jatuh lebih dari satu kilometer secara vertikal hingga ke dasar lembah.
Advertisement
"Bagian bawahnya terlihat seperti baru saja terjadi ledakan bom. Yang terlihat hanyalah endapan dari gletser yang hancur," tutur Shugar seperti dilaporkan NYT.
Namun, Shugar menegaskan longsoran es belum tentu menjadi satu-satunya faktor yang memicu banjir bandang tersebut. Faktor lain masih mungkin ikut berperan.
Sementara itu, para ilmuwan menilai kenaikan suhu akibat perubahan iklim dapat mempercepat keruntuhan gletser dan turut memicu longsoran es.
Di kawasan Himalaya yang memanas dengan cepat, gletser terus mencair. Kondisi ini meningkatkan risiko bencana karena longsoran atau gempa dapat melepaskan air dalam jumlah besar secara tiba-tiba.
Dalam peristiwa kali ini, menurut Shugar, bongkahan es yang patah dari gletser memiliki lebar sekitar 610 meter.
Ia memperkirakan bongkahan tersebut berasal dari ketinggian sekitar 5.180 meter dan jatuh hampir 1.220 meter hingga ke dasar lembah.
Simon Cook, ahli gletser dari University of Dundee, Skotlandia, yang turut menganalisis citra satelit, mengatakan bongkahan es sebesar itu menyimpan energi yang sangat besar karena berada di ketinggian.
"Ini adalah bongkahan es besar yang tersimpan di ketinggian pegunungan, dengan energi potensial yang sangat besar," terang Cook.
Ketika bongkahan itu terlepas dan jatuh, benturannya menghancurkan es dan membentuk campuran es serta air yang bergerak sangat cepat.
"Es itu hancur menjadi air," katanya.
Berdasarkan analisis para ilmuwan, gletser tersebut patah sekitar 64 kilometer di utara Kathmandu. Aliran es kemudian bergerak ke arah barat laut menyusuri lembah menuju Sungai Bhote Koshi, di perbatasan Nepal dan wilayah Tibet di China.
Cook mengatakan peristiwa itu mengingatkannya pada bencana serupa di India pada 2021. Saat itu, sebuah gletser di Himalaya pecah dan memicu banjir besar di Negara Bagian Uttarakhand, India utara, yang menewaskan lebih dari 100 orang.
Getaran Longsoran Sempat Dikira Gempa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333499/original/099017400_1787792441-ev3.jpg)
Selain citra satelit, para ilmuwan menggunakan rekaman getaran untuk menelusuri apa yang terjadi.
Kristen Cook, ahli geomorfologi dari Université Grenoble Alpes di Prancis, mengatakan alat pemantau seismik setempat merekam pergerakan massa besar yang tiba-tiba meluncur menuruni lereng sekitar pukul 08.40 waktu setempat.
Pergerakan itu segera diikuti pola getaran lain yang menunjukkan adanya aliran banjir.
"Saya melihat sinyal yang cukup besar pada awal kejadian, tetapi bentuknya tidak seperti gempa," kata Cook.
"Ketika kami menggabungkan data ini dengan apa yang kami ketahui tentang kawasan tersebut dan citra satelit, kesimpulan awal kami adalah bahwa peristiwa ini kemungkinan besar merupakan longsoran batu dan es yang kemudian berubah menjadi aliran saat bergerak ke hilir."
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) semula mencatat gempa magnitudo 4,4 di kawasan tersebut pada waktu yang hampir bersamaan.
Namun, USGS kemudian menyimpulkan bahwa getaran yang semula dilaporkan sebagai gempa sebenarnya berasal dari longsoran itu sendiri. Dalam situsnya, lembaga tersebut menyebut longsoran itu menghasilkan getaran dengan kekuatan setara magnitudo 5,2.
Shugar mengatakan data cuaca lengkap belum tersedia. Namun, citra satelit menunjukkan tutupan salju di kawasan tersebut berkurang drastis dibandingkan sehari sebelumnya.
Menurutnya, kondisi itu menunjukkan suhu yang lebih hangat, yang dapat mencairkan sebagian gletser dan turut memicu longsoran es.
Langit yang tertutup awan juga membuat citra satelit terbaru belum memberikan gambaran lengkap. Shugar mengatakan penyebab banjir bandang akan semakin jelas setelah lebih banyak data tersedia dalam beberapa hari mendatang.
Ia kembali menegaskan bahwa faktor lain belum dapat dikesampingkan. Shugar menyoroti besarnya volume air yang terlihat dalam rekaman banjir bandang.
"Jumlah air yang terlihat dalam video sangat mencengangkan, sekitar 10 kali lebih besar dibandingkan bencana gletser serupa yang terjadi baru-baru ini," kata Shugar.
"Sangat mungkin ada faktor lain yang menjadi penyebabnya."
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333114/original/023127400_1787732360-cek_fakta_sekolah_kedinasan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333293/original/079260900_1787741088-Add_a_heading.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333105/original/058967100_1787731972-Screenshot_2026-08-26_132052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333484/original/045527500_1787789835-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409523/original/014973200_1479454255-China.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333064/original/017541500_1787730993-wang_xingxing.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4249793/original/054194300_1670217653-sadiq-nafee-nrnd1-fTsdQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330898/original/097075900_1787458975-1920x1280_cmsv2_13ffd1ac-fed2-5d2a-87f2-27e108c2773f-9728177.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365459/original/093580700_1541506163-040291100_1537702786-download_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2704247/original/044238300_1547530681-Bendera_China.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5111034/original/031563900_1738033947-AP_Photo-Ben_Curtis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330802/original/065552700_1787449430-byd_da_han_price-1500x844.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3157653/original/056908700_1592573961-Antri_di_Mall.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329274/original/007855800_1787233764-5415.jpg)