Resep Gulai Daging Sapi yang Empuk dan Kaya Rempah

Resep gulai daging sapi kuah santan yang gurih dan empuk, lengkap dengan bumbu rempah serta tips anti santan pecah. Simak langkah lengkapnya di sini!

Diterbitkan 27 Agustus 2026, 08:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Resep gulai daging sapi selalu punya tempat istimewa di meja makan keluarga Indonesia. Kuah santan keemasan yang kental, aroma rempah yang menyeruak sejak bumbu ditumis, serta tekstur daging yang empuk menjadikan gulai daging sapi sajian andalan, baik untuk santapan sehari-hari maupun momen istimewa seperti Lebaran dan Idul Adha.

Mengutip TasteAtlas, gulai berakar kuat pada tradisi kuliner Minangkabau (Sumatra Barat) dan Melayu yang lebih luas, dengan istilah "gulai" yang merujuk pada aneka hidangan berkuah rempah yang tersebar di seluruh Nusantara. Kekayaan rempah itu merupakan warisan panjang jalur perdagangan yang membentuk karakter gulai hingga sekarang.

Kunci gulai yang berhasil sebenarnya bertumpu pada tiga hal, yaitu pemilihan daging, keseimbangan bumbu, dan kesabaran memasak dengan api kecil. Sebelum masuk dapur, ada baiknya mengenali sejumlah tips daging sapi empuk agar hasil akhirnya tidak alot. Berikut ulasan lengkap resep gulai daging sapi yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (18/8/2026).

Sekilas tentang Gulai Daging Sapi

Gulai adalah hidangan berkuah santan bercita rasa rempah pekat, umumnya berwarna kuning hingga oranye karena kunyit. Ciri utamanya adalah kuah kental gurih yang membalut daging, ikan, jeroan, atau sayuran. Sekilas gulai memang mirip kari, tetapi gulai khas Sumatra cenderung lebih medok karena santannya lebih dominan, sementara garis pembeda antara gulai dan kari sering kali tipis.

Banyak orang keliru menyamakan gulai dengan tongseng dan tengkleng. Tongseng berkuah lebih encer, biasanya berisi potongan kol dan tomat dengan sentuhan manis dari kecap, serta lazim memakai daging kambing. Tengkleng bahkan nyaris tanpa santan dan mengandalkan kaldu tulang yang bening. Gulai daging sapi berdiri di tengah keduanya, kuah santannya kental tanpa kehilangan aroma rempah utuh. Selain versi sapi, hidangan ini juga populer dalam bentuk gulai kambing maupun gulai tulang sapi yang sama menggodanya.

Salah satu rempah terpenting dalam gulai adalah kunyit, yang memberi warna sekaligus manfaat. Dilansir dari Healthline, kunyit beserta senyawa aktifnya, kurkumin, memiliki sifat antiradang dan antioksidan yang kuat.

Bahan-Bahan Gulai Daging Sapi

Siapkan seluruh bahan berikut sebelum menyalakan kompor. Jika ingin memahami peran masing-masing bumbu, tak ada salahnya menyimak panduan bumbu dan rempah yang wajib ada pada gulai.

Bahan utama

  • 800 gram daging sapi sandung lamur atau sengkel, potong dadu 3-4 cm
  • 1.500 ml air untuk merebus daging
  • 500 ml santan encer
  • 250 ml santan kental
  • 3 sdm minyak goreng untuk menumis

Bumbu halus

  • 8 butir bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 6 buah cabai merah keriting
  • 4 butir kemiri, sangrai
  • 1 sdm ketumbar, sangrai
  • 1/2 sdt jintan, sangrai
  • 1/2 sdt merica butiran
  • 3 cm kunyit, bakar
  • 3 cm jahe
  • 2 cm lengkuas

Bumbu cemplung

  • 2 batang serai, memarkan
  • 3 lembar daun salam
  • 4 lembar daun jeruk
  • 1 batang kayu manis (5 cm)
  • 3 butir cengkeh
  • 2 butir kapulaga
  • 1 buah bunga lawang
  • 2 buah asam kandis

Bumbu perasa dan pelengkap

  • 2 sdt garam
  • 1 sdt gula pasir
  • 1 sdt kaldu bubuk sapi
  • 2 sdm bawang goreng untuk taburan

Cara Membuat Gulai Daging Sapi

Ikuti langkah berikut dengan telaten. Bagi pemula, memahami teknik memasak yang tepat akan sangat membantu. Kalau ingin lebih praktis, gulai bahkan bisa dibuat menggunakan magic com.

  1. Rebus daging sapi dalam air mendidih selama 5 menit, lalu buang air rebusan pertama untuk menghilangkan kotoran dan bau.
  2. Rebus kembali daging dengan 1.500 ml air bersih memakai api kecil selama 45-60 menit hingga setengah empuk, sisihkan dagingnya dan simpan air kaldunya.
  3. Sangrai ketumbar, jintan, merica, dan kemiri hingga harum, lalu haluskan bersama bawang merah, bawang putih, cabai merah, kunyit, jahe, dan lengkuas.
  4. Panaskan minyak, tumis bumbu halus dengan api sedang selama 5-7 menit hingga matang, berubah warna, dan tidak langu.
  5. Masukkan serai, daun salam, daun jeruk, kayu manis, cengkeh, kapulaga, dan bunga lawang, tumis hingga aroma rempah keluar.
  6. Masukkan potongan daging yang sudah direbus, aduk hingga daging terbalut bumbu dan permukaannya berubah warna.
  7. Tuang air kaldu rebusan daging dan santan encer, masak hingga mendidih lalu kecilkan api.
  8. Bumbui dengan asam kandis, garam, gula pasir, dan kaldu bubuk, masak perlahan 30-40 menit hingga daging empuk saat ditusuk garpu.
  9. Tuang santan kental, aduk perlahan searah dan terus-menerus dengan api kecil hingga kuah mengental dan mengeluarkan minyak.
  10. Cicipi dan koreksi rasa, angkat, lalu sajikan hangat dengan taburan bawang goreng.

Tips agar Gulai Daging Makin Sempurna

  • Pilih potongan berkolagen. Bagian sandung lamur, sengkel, atau iga jauh lebih cocok ketimbang has dalam karena butuh masak lama dan kaya jaringan ikat. 
  • Sangrai dan matangkan bumbu. Mengacu pada America's Test Kitchen, menyangrai rempah utuh melepaskan senyawa aromatik serta minyak esensialnya sekaligus memicu pencokelatan yang menambah kedalaman rasa. 
  • Empukkan dengan sabar. Api kecil dan waktu memasak panjang membuat kolagen meleleh menjadi gelatin sehingga daging lembut dan kuah lebih gurih. Jika terburu-buru, panci presto bisa memangkas waktu, asalkan tidak berlebihan agar tekstur tak lembek. Cek pula metode agar daging sapi cepat empuk.
  • Jaga santan agar tidak pecah. Masukkan santan kental di tahap akhir, gunakan api kecil, aduk perlahan searah, dan hindari menutup panci rapat-rapat. Panduan menjaga santan tidak pecah layak dipraktikkan agar kuah tetap mulus.
  • Manfaatkan sisa waktu. Menumis daging sebentar hingga kecokelatan sebelum disiram kuah memberi aroma lebih dalam, dan gulai justru terasa makin sedap ketika dihangatkan kembali karena bumbu semakin meresap. Simak juga trik menyajikan gulai daging sapi yang lezat dan empuk serta tips mengolah daging agar tidak berbau.

Variasi dan Substitusi

Versi tanpa santan. Untuk pilihan yang lebih ringan, santan bisa diganti kaldu kental atau tambahan kacang tanah dan kacang merah halus sebagai pengental alami. Rasa gurihnya tetap terjaga tanpa lemak berlebih, cocok untuk gulai tanpa santan maupun olahan daging kurban yang lebih sehat.

Versi pedas. Tambahkan cabai rawit atau perbanyak cabai merah keriting sesuai selera. Sedikit irisan cabai segar di akhir memberi sensasi pedas yang lebih menggigit tanpa mengubah warna kuah.

Versi daging kambing. Ganti daging sapi dengan kambing, tetapi blansir lebih dulu dan buang air rebusan untuk menekan aroma prengus. Kurangi bagian lemak agar kuah tidak terlalu berat, seperti diulas pada cara membuat gulai kambing tanpa santan dan menjaga kuah agar tidak terlalu berminyak.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Gulai Daging Sapi

Daging sapi bagian apa yang paling cocok untuk gulai?

Pilih potongan yang kaya jaringan ikat dan sedikit berlemak seperti sandung lamur, sengkel, atau iga. Bagian ini memang butuh waktu masak lebih lama, tetapi kolagennya berubah menjadi gelatin ketika dimasak perlahan sehingga daging jadi empuk dan kuah terasa lebih gurih. Hindari has dalam untuk gulai berkuah lama karena cenderung kering.

Kenapa santan gulai pecah dan bagaimana mencegahnya?

Santan pecah ketika panas terlalu tinggi atau pengadukan kurang merata, karena protein dan lemaknya terurai lalu terpisah dari cairan.[5]https://www.yahoo.com/lifestyle/why-coconut-milk-curdles-curry-120500497.html Untuk mencegahnya, masukkan santan kental di tahap akhir, masak dengan api kecil, aduk perlahan searah, dan jangan menutup panci terlalu rapat. Bila terlanjur pecah, tambahkan sedikit air hangat sambil diaduk lembut.

Bagaimana cara menyimpan gulai daging agar tahan lama?

Dinginkan gulai sepenuhnya, lalu simpan dalam wadah kedap udara. Di lemari pendingin gulai bertahan beberapa hari, sedangkan di freezer bisa lebih lama; hangatkan kembali dengan api kecil sambil diaduk perlahan. Menariknya, gulai kerap terasa lebih nikmat saat dihangatkan ulang karena bumbunya makin meresap ke serat daging.

Â