Bacaan dan Arti Bismillahi Masya Allah La Quwwata Illa Billah, Simak 5 Fadhilahnya

Doa tersebut adalah rangkaian kalimat yang sarat makna tauhid, pengakuan atas kehendak mutlak Allah, dan kepasrahan total kepada-Nya.

Diterbitkan 27 Agustus 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Arti Bismillahi masya allah la quwwata illa billah secara literal adalah ‘Dengan menyebut nama Allah, atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah’. Meski pendek dan mudah dihafal, kalimat ini memiliki kandungan makna dan fadhilah yang besar.

Doa tersebut adalah rangkaian kalimat yang sarat makna tauhid, pengakuan atas kehendak mutlak Allah, dan kepasrahan total kepada-Nya. Kalimat ini bersumber dari Al-Qur’an surat Al-Kahfi ayat 39, tentang nasihat untuk pemilik kebun yang sombong. Ucapan ini adalah bentuk pujian kepada Allah dan pengakuan bahwa tidak ada kekuatan bagi seseorang untuk mewujudkan sesuatu kecuali dengan pertolongan-Nya.

Bacaan ini juga dikaitkan dengan kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir yang disebutkan dalam Q.S. Al-Kahfi ayat 62-82. Kisah tersebut memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam kalimat ini, khususnya tentang ketundukan pada kehendak Allah dan pengakuan akan keterbatasan ilmu serta kekuatan manusia.

Dalam kajian Ferina Yulianti dkk melalui jurnal Experiential Learning pada Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidr dalam Q.S Al-Kahfi Ayat 62-82, kisah ini dianalisis sebagai model pembelajaran berbasis pengalaman yang meliputi tahap pengalaman nyata, observasi refleksi, konseptualisasi, hingga implementasi.

Bacaan Bismillahi Masya Allah La Quwwata Illa Billah: Arab, Latin, dan Arti

Arab: بِسْمِ اللَّهِ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Bacaan Latin: Bismillahi masya Allah, la quwwata illa billah

Arti: “Dengan menyebut nama Allah, atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

Dalam Q.S. Al-Kahfi ayat 39, kalimat ini disebutkan dalam konteks nasihat:

وَلَوْلَآ إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاۤءَ اللّٰهُ ۙ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ

Menurut Tafsir Al-Mukhtashar (Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram), makna kalimat ini adalah: “Dan alangkah bagusnya bila memasuki kebunmu engkau berkata, 'Māsyā Allāh, Lā Quwwata Illā billāh'”.

Sementara itu, Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia) menyebutkan bahwa maknanya adalah “ini adalah kehendak Allah padaku. Tidak ada kekuatan bagiku untuk mewujudkannya kecuali dengan pertolongan Allah”.

Riwayat Doa Bismillahi Masya Allah La Quwwata Illa Billah

Kalimat bismillahi masya allah la quwwata illa billah memiliki landasan riwayat yang kuat dari Al-Qur'an itu sendiri, yaitu firman Allah dalam Q.S. Al-Kahfi ayat 39. Selain itu, dalam riwayat hadits, para ulama menyebutkan bahwa kalimat ini dianjurkan untuk diucapkan ketika seseorang melihat sesuatu yang mengagumkan atau menakjubkan, baik pada diri sendiri, harta, maupun keluarganya, sebagai perlindungan dari penyakit 'ain (pandangan mata).

Pandangan Ulama tentang Doa Bismillahi Masya Allah La Quwwata Illa Billah

Dalam kitab Al-Mathalib Al-Aliyah, sebagaimana dinukil dalam riwayat dari Abu Ya'la dalam Musnadnya, disebutkan bahwa ungkapan “Masya Allah La Quwwata Illa Billah” dianjurkan ketika melihat sesuatu yang menakjubkan dan khawatir terkena 'ain.

Hal ini juga diperkuat oleh pendapat sebagian ulama salaf yang menyebutkan bahwa barang siapa mengagumi sesuatu tentang dirinya, hartanya, atau anak-anaknya, hendaknya mengucapkan, “Ma Sya'a Allah La Quwwata Illa Billaah” (Apa yang dikehendaki Allah [telah terjadi], tiada kekuatan kecuali dengan Allah), maka keberkahan tersebut akan terlindungi dari segala musibah kecuali kematian.

Imam An-Nawawi dalam kitab Riyadus Shalihin juga menyebutkan keutamaan kalimat-kalimat dzikir yang mengandung pengakuan atas kehendak dan kekuasaan Allah, meskipun redaksi yang beliau bahas secara spesifik adalah la hawla wa la quwwata illa billah yang memiliki kemiripan makna dengan la quwwata illa billah.

Fadhilah Doa Bismillahi Masya Allah La Quwwata Illa Billah

1. Bentuk Syukur atas Nikmat Allah

Mengucapkan kalimat ini saat menerima nikmat merupakan wujud syukur kepada Allah yang telah menganugerahkan kebaikan, sebagaimana ditegaskan dalam tafsir Kementerian Agama bahwa kalimat ini adalah tanda syukur kepada Allah.

2. Pengakuan atas Kehendak Mutlak Allah

Kalimat masya Allah mengandung makna bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah semata, mengajarkan seorang hamba untuk tidak menyombongkan diri atas nikmat yang diterimanya.

3. Penolak Penyakit 'Ain (Pandangan Mata)

Para ulama salaf menganjurkan kalimat ini sebagai benteng perlindungan dari bahaya 'ain ketika melihat sesuatu yang mengagumkan.

4. Mendatangkan Keberkahan dan Perlindungan

Mengucapkan kalimat ini dipercaya dapat melindungi nikmat yang dimiliki dari berbagai musibah, sebagaimana disebutkan oleh sebagian ulama salaf bahwa keberkahan akan terlindungi dari affliction (musibah) kecuali kematian.

5. Mewujudkan Sikap Tawakal dan Kepasrahan

La quwwata illa billah mengajarkan bahwa tiada kekuatan dan daya upaya kecuali dengan pertolongan Allah, menumbuhkan sikap tawakal dan ketergantungan penuh kepada-Nya.

Pertanyaan Seputar bismillahi masya allah la quwwata illa billah

1. Apa perbedaan antara bismillahi masya allah la quwwata illa billah dengan la hawla wa la quwwata illa billah?

Bismillahi masya allah la quwwata illa billah adalah gabungan dari bismillah, masya allah, dan la quwwata illa billah yang diambil dari Q.S. Al-Kahfi ayat 39. Sementara la hawla wa la quwwata illa billah adalah kalimat dzikir terpisah yang berarti “tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan Allah.” Keduanya memiliki kesamaan pada pengakuan bahwa kekuatan hanya milik Allah, namun redaksi dan konteks penggunaannya berbeda.

2. Kapan sebaiknya mengucapkan bismillahi masya allah la quwwata illa billah?

Kalimat ini dianjurkan diucapkan ketika memasuki kebun atau melihat sesuatu yang mengagumkan dan menakjubkan, baik berupa harta, keturunan, maupun nikmat lainnya, sebagai bentuk syukur dan perlindungan dari 'ain.

3. Apakah kalimat ini terdapat dalam hadits?

Kalimat ini secara langsung bersumber dari Al-Qur'an (Q.S. Al-Kahfi: 39). Adapun anjuran mengucapkannya ketika melihat sesuatu yang mengagumkan diriwayatkan oleh Abu Ya'la dalam Musnadnya sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mathalib Al-Aliyah.

4. Apa hubungan kalimat ini dengan kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir?

Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir dalam Q.S. Al-Kahfi ayat 62-82 mengajarkan nilai-nilai ketundukan pada kehendak Allah, pengakuan akan keterbatasan ilmu manusia, dan pembelajaran melalui pengalaman—nilai-nilai yang selaras dengan makna masya allah dan la quwwata illa billah.

5. Apakah boleh mengucapkan bismillahi masya allah la quwwata illa billah dalam kondisi selain masuk kebun?

Ya, kalimat ini secara umum dianjurkan sebagai dzikir dan pengakuan atas kehendak serta kekuasaan Allah dalam berbagai kondisi, terutama ketika melihat sesuatu yang mengagumkan atau sebagai bentuk syukur atas nikmat.