Liputan6.com, Jakarta - Bacaan bismillahi masya allah la quwwata illa billah merupakan dzikir yang sarat makna, berupa pengakuan akan keesaan dan kekuasaan mutlak Allah SWT. Kalimat ini merupakan pernyataan iman yang mengajarkan seorang hamba untuk selalu bersandar kepada Allah dalam setiap urusan.
Di tengah kehidupan yang penuh dengan berbagai cobaan, kesulitan ekonomi, musibah, hingga ujian yang tak terduga, dzikir ini hadir sebagai penguat diri dan menjadi pengingat bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak dan kuasa Allah.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Kahfi ayat 39, "Mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan, 'Māsyā Allāh, lā quwwata illā billāh.' (Sungguh, atas kehendak Allah, semua ini terwujud, tidak ada kekuatan, kecuali dengan (pertolongan) Allah).".
Advertisement
Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr dalam At-Tabyiin li Da'awatil Mardha wal Mushabiin juga menekankan bahwa mengakui segala daya dan kekuatan hanya milik Allah adalah inti dari tauhid dan kunci ketenangan hati saat menghadapi musibah.
Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menambahkan bahwa dzikir ini termasuk amalan yang sangat dianjurkan untuk diamalkan setiap hari, karena di dalamnya terkandung pengakuan bahwa tidak ada yang mendatangkan kebaikan dan menyingkirkan kebatilan kecuali Allah. Dengan mengamalkannya secara istiqamah, seorang hamba akan merasakan perlindungan dan ketenangan dari berbagai gangguan serta kesulitan hidup.
Bacaan Lengkap Bismillahi Māsyā Allāh Lā Quwwata Illā Billāh
Berikut adalah bacaan dzikir lengkap sebagaimana diriwayatkan sebagai doa Nabi Khidir dan diamalkan oleh para ulama:
Teks Arab: بِسْمِ اللَّهِ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Latin: Bismillāhi mā syā'allāh lā quwwata illā billāh
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah, tiada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah."
Riwayat dan Makna Mendalam Bacaan
Bacaan ini memiliki landasan yang kuat dari Al-Qur'an. Allah berfirman dalam Surah Al-Kahfi ayat 39:
مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Artinya: "Sungguh, atas kehendak Allah semua ini terwujud, tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah."
Ayat ini merupakan bagian dari nasihat seorang mukmin kepada temannya yang sombong dengan kekayaan dan kebunnya. Ia mengingatkan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah, dan tidak ada daya serta kekuatan bagi manusia kecuali dengan pertolongan-Nya.
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini mengandung tuntunan untuk mengucapkan māsyā allāh saat melihat hal-hal yang menakjubkan sebagai bentuk pujian kepada Allah.
Dalam riwayat lain, bacaan ini merupakan bagian dari doa yang sering dibaca oleh Nabi Khidir. Imam Abu Hamid al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin membagikan dzikir yang dibaca Nabi Khidir dan Nabi Ilyas setiap kali mereka bertemu dan berpisah. Doa lengkapnya adalah:
بِسْمِ اللَّهِ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ مَا شَاءَ اللَّهُ كُلُّ نِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ مَا شَاءَ اللَّهُ الْخَيْرُ كُلُّهُ بِيَدِ اللَّهِ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا يَصْرِفُ السُّوءَ إِلَّا اللَّهُ
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, dengan kehendak Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali milik Allah. Dengan kehendak Allah, setiap nikmat berasal dari Allah. Dengan kehendak Allah, segala kebaikan berada di tangan-Nya. Dengan kehendak Allah, tiada sesuatu pun selain Allah yang sanggup menyingkirkan kejahatan."
Makna Mendalam
• Bismillāh: Pengakuan bahwa setiap perbuatan dimulai dengan nama Allah, sebagai bentuk keberkahan dan ketergantungan kepada-Nya.
• Māsyā Allāh: Pengakuan bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini terjadi atas kehendak dan izin Allah semata. Tidak ada yang luput dari kehendak-Nya.
• Lā quwwata illā billāh: Pengakuan bahwa tidak ada daya dan kekuatan bagi manusia untuk berbuat kebaikan, meninggalkan kemaksiatan, atau mengubah suatu keadaan, kecuali dengan pertolongan dan taufik dari Allah.
Fadhilah Bacaan "Bismillahi Māsyā Allāh Lā Quwwata Illā Billāh"
1. Perlindungan dari Kebakaran, Tenggelam, dan Pencurian
Imam al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin menyebutkan bahwa barang siapa yang membacanya tiga kali di waktu pagi, maka ia akan aman dari kebakaran, tenggelam, dan pencurian, insya Allah. Ini menunjukkan bahwa dzikir ini memiliki pengaruh luar biasa dalam menjaga keselamatan diri dan harta.
2. Penghilang Kesulitan dan Musibah
Bacaan ini dikenal sebagai doa yang dapat menghilangkan kesulitan dan musibah. Para ulama, termasuk Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki Al Hasani, telah mengamalkan doa ini dan merasakan kemustajabannya. Dengan mengucapkannya, seorang hamba mengakui bahwa hanya Allah-lah yang mampu mendatangkan kebaikan dan menyingkirkan kebatilan.
3. Penguat Iman dan Penolak Putus Asa
Doa ini dapat menguatkan iman dan mencegah seseorang dari sikap putus asa ketika dihadapkan pada ujian hidup. Dengan meyakini bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah, hati menjadi lebih tenang dan tidak mudah goyah.
4. Penjagaan dari Berbagai Bencana
Dalam kitab Perukunan Melayu, doa ini diamalkan sebagai permohonan kepada Allah agar dipelihara dari berbagai bencana seperti kebakaran, pencurian, fitnah, dan lainnya. Dzikir ini mengingatkan bahwa hanya Allah-lah yang mampu memalingkan keburukan.
5. Pengakuan Tauhid dan Penolak Sombong
Mengucapkan kalimat ini saat melihat hal-hal yang menakjubkan adalah bentuk pengakuan bahwa semua nikmat berasal dari Allah. Ini menolak sifat sombong dan takabur, sebagaimana diajarkan dalam Surah Al-Kahfi.
Waktu Terbaik Pengamalan:
1. Pagi Hari
Imam al-Ghazali menganjurkan untuk membacanya tiga kali di waktu pagi sebagai bentuk perlindungan sepanjang hari.
2. Saat Melihat Hal-Hal yang Menakjubkan
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ucapan ini dianjurkan saat melihat hal-hal yang menakjubkan, baik berupa rezeki, harta, maupun keturunan, sebagai bentuk pujian dan syukur kepada Allah.
3. Saat Menghadapi Cobaan dan Kesulitan
Doa ini sangat dianjurkan dibaca saat menghadapi cobaan dan kesulitan hidup, sebagai bentuk kepasrahan dan permohonan pertolongan kepada Allah.
4. Setelah Shalat
Doa ini juga dianjurkan dibaca setelah shalat maupun di waktu-waktu mustajab lainnya.
5. Setiap Hari sebagai Dzikir Rutin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5112171/original/087854200_1738118537-cek_fakta_hotel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4704369/original/091227400_1704193573-PulauGalang1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332664/original/083950800_1787714967-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-26T102837.135.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528302/original/061463600_1773276398-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298198/original/093628700_1784141804-baggott.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332678/original/019287700_1787715306-WhatsApp_Image_2026-08-26_at_10.27.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332971/original/077742400_1787725683-1057356.jpg)