Doa-Doa Minta Hujan saat Kemarau Lengkap Arab Latin dan Artinya, Menjemput Rahmat di Musim Kering

Dalam kondisi kekeringan, Al-Qur'an juga mengajarkan pentingnya memperbanyak istighfar.

Diterbitkan 27 Agustus 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kemarau panjang melanda dan memicu berbagai krisis dan musibah. Di antara ikhtiar yang bisa dilakukan yaitu bermunajat kepada Allah. Oleh sebab itu, awam dianjurkan mengetahui doa minta hujan saat kemarau lengkap arab latin dan artinya .

Doa adalah wujud pengakuan bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Dzat yang berkuasa menurunkan hujan dan melimpahkan rahmat-Nya. Hujan menjadi sumber kehidupan bagi manusia, hewan, dan tumbuhan.

Dalam kondisi kekeringan, Al-Qur'an juga mengajarkan pentingnya memperbanyak istighfar. Hal ini sebagaimana doa Nabi Nuh AS kepada kaumnya, “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat kepadamu.” (QS. Nuh: 10-11).

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr dalam Buku Doa-Doa Pilihan Terbaik menjelaskan riwayat mengenai praktik Rasulullah SAW ketika memohon hujan. Beliau keluar menuju tempat terbuka, kemudian bertakbir dan memuji Allah sebelum memanjatkan doa. Rasulullah SAW juga mengangkat kedua tangan dalam doa hingga terlihat bagian putih di bawah ketiaknya, membalikkan selendangnya, serta melaksanakan shalat dua rakaat.

Doa-Doa Minta Hujan Saat Kemarau

1. Doa Meminta Hujan yang Paling Utama (Doa Istisqa)

Doa ini adalah yang paling masyhur dan sering dibaca Rasulullah SAW ketika meminta hujan, diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud.

Teks Arab: اللَّهُمَّ أَسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا مَرِيعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ

Latin: Allāhumma asqinā ghaitsan mughītsan marī'an marī'an, nāfi'an ghaira ḍārr, 'ājilan ghaira ājil.

Artinya: "Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan deras yang penuh ketentraman, menyuburkan, bermanfaat, dan tidak membahayakan, yang segera datang dan tidak terlambat."

Syaikh Abdurrazzaq al-Badr menjelaskan bahwa doa ini mengandung permohonan yang komprehensif, hujan yang tidak hanya turun, tetapi membawa manfaat, kesuburan, dan kebaikan bagi seluruh makhluk. Kata ghaitsan mughītsan berarti hujan yang menolong dan menyelamatkan dari kekeringan.

2. Doa Memohon Hujan dengan Tiga Kali Pengulangan

Rasulullah SAW mengajarkan untuk mengulang permohonan hujan sebanyak tiga kali sebagai bentuk penegasan dan kerendahan hati.

Teks Arab: اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

Latin: Allāhumma agitsnā, allāhumma agitsnā, allāhumma agitsnā

Artinya: "Ya Allah, berilah kami hujan. Ya Allah, berilah kami hujan. Ya Allah, berilah kami hujan."

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim. Pengulangan doa sebanyak tiga kali merupakan sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam berbagai permohonan, termasuk saat meminta hujan.

3. Doa Memohon Hujan untuk Seluruh Makhluk

Doa ini dibaca Rasulullah SAW ketika meminta hujan bagi hamba-hamba Allah, hewan ternak, dan bumi yang tandus.

Teks Arab: اللَّهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ، وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ، وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ

Latin: Allāhummasqi 'ibādaka wa bahā'imaka, wansyur raḥmataka, wa aḥyi baladakal-mayyit.

Artinya: "Ya Allah, berilah hujan kepada hamba-hamba-Mu dan hewan-hewan ternak-Mu, tebarkanlah rahmat-Mu, dan hidupkanlah negeri-Mu yang mati."

Doa ini mengajarkan kepedulian terhadap seluruh makhluk Allah—manusia, hewan, dan bumi yang tandus—karena semua bergantung pada rahmat hujan.

4. Doa Saat Hujan Turun Terlalu Deras

Doa ini dibaca ketika hujan sudah turun tetapi dikhawatirkan berlebihan dan membawa bencana.

Teks Arab: اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا

Latin: Allāhumma ḥawālainā wa lā 'alainā.

Artinya: "Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami."

Dalam riwayat lain, doa ini dilanjutkan dengan:

اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Latin: Allāhumma 'alal-ākāmi waẓ-ẓirābi wa buthūnil-audyati wa manābitisy-syajari.

Artinya: "Ya Allah, turunkanlah hujan di atas bukit-bukit, gunung-gunung kecil, lembah-lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan."

5. Doa Ketika Melihat Hujan Turun

Ketika hujan mulai turun, Rasulullah SAW mengajarkan doa singkat sebagai bentuk syukur dan permohonan keberkahan.

Teks Arab: اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

Latin: Allāhumma shayyiban nāfi'an.

Artinya: "Ya Allah, (turunkanlah) hujan yang bermanfaat."

Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anha bahwa Rasulullah SAW apabila melihat hujan, beliau mengucapkan doa ini dan mengulanginya dua atau tiga kali.

Adab dan Tata Cara Doa Minta Hujan Saat Kemarau

1. Persiapan Sebelum Meminta Hujan

Sebelum melaksanakan doa minta hujan, umat Islam dianjurkan untuk:

• Memperbanyak istighfar dan taubat—karena dosa dapat menjadi penghalang turunnya rahmat Allah.

• Bersedekah kepada fakir miskin sebagai bentuk kepedulian sosial.

• Berdamai dengan sesama yang berselisih agar doa lebih mustajab.

• Keluar ke lapangan terbuka dengan penuh kerendahan hati, membawa orang tua, anak-anak, dan hewan ternak.

2. Pelaksanaan Shalat Istisqa

Shalat Istisqa adalah shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan secara berjamaah untuk memohon hujan.

Tata cara shalat Istisqa:

• Dilaksanakan dua rakaat tanpa azan dan iqamah.

• Pada rakaat pertama, imam bertakbir tujuh kali sebelum membaca Al-Fatihah.

• Pada rakaat kedua, imam bertakbir lima kali sebelum membaca Al-Fatihah.

• Setelah shalat, imam menyampaikan khutbah dan memanjatkan doa minta hujan.

• Seluruh jamaah mengangkat tangan dan mengaminkan doa.

3. Adab Saat Berdoa

• Menghadap kiblat saat berdoa.

• Mengangkat kedua tangan setinggi bahu atau hingga terlihat putih ketiak.

• Merendahkan hati dan menampakkan sikap fakir di hadapan Allah.

• Memperbanyak doa dengan penuh keyakinan dan pengharapan.

Hikmah Doa Minta Hujan Saat Kemarau

1. Menguatkan Tauhid dan Ketergantungan kepada Allah

Doa minta hujan mengajarkan bahwa hanya Allah-lah satu-satunya Dzat yang berkuasa menurunkan hujan. Manusia, dengan segala kecanggihan teknologinya, tidak mampu menurunkan setetes air dari langit tanpa izin Allah. Inilah inti tauhid—mengakui bahwa segala kekuasaan berada di tangan Allah.

2. Mengajarkan Kepedulian Sosial

Doa minta hujan tidak hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk seluruh umat—manusia, hewan ternak, dan bumi yang tandus. Ini mengajarkan bahwa seorang muslim tidak boleh egois; kepedulian terhadap sesama dan lingkungan adalah bagian dari iman.

3. Menumbuhkan Kesabaran dan Kerendahan Hati

Saat kemarau melanda, doa minta hujan mengajarkan manusia untuk bersabar dan merendahkan hati di hadapan Allah. Umat keluar ke lapangan dengan penuh kerendahan diri, mengakui kelemahan dan ketidakberdayaan mereka.

4. Menyadarkan akan Nikmat Air Hujan

Doa minta hujan mengingatkan manusia akan besarnya nikmat air yang sering kali dianggap remeh. Ketika hujan tidak turun, manusia baru menyadari betapa berharganya setetes air. Dalam doa, umat memohon hujan yang "menyegarkan dan menyuburkan", mengakui bahwa kesuburan bumi dan kehidupan bergantung pada rahmat Allah melalui air hujan.

5. Menghidupkan Hati dan Mendekatkan Diri kepada Allah

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menjelaskan bahwa zikir dan doa adalah benteng kuat dan penyebab hidupnya hati. Doa minta hujan adalah momen istimewa di mana umat kembali mengingat Allah setelah mungkin lama lalai. Saat kemarau, hati manusia kembali tersentuh, dosa-dosa diistighfari, dan hubungan dengan Allah diperbaiki.

Pertanyaan Seputar Doa Minta Hujan

1. Apa doa minta hujan saat kemarau yang paling utama?

Doa yang paling utama adalah: "Allāhumma asqinā ghaitsan mughītsan marī'an marī'an, nāfi'an ghaira ḍārr, 'ājilan ghaira ājil" (Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan deras yang penuh ketentraman, menyuburkan, bermanfaat, dan tidak membahayakan, yang segera datang dan tidak terlambat). Doa ini diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud.

2. Apa yang dimaksud dengan shalat Istisqa?

Shalat Istisqa adalah shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan secara berjamaah untuk memohon hujan ketika terjadi kekeringan. Pelaksanaannya memiliki kesamaan dengan shalat Id, yaitu dua rakaat dengan takbir tambahan dan dilanjutkan dengan khutbah.

3. Doa apa yang dibaca ketika hujan turun deras dan dikhawatirkan banjir?

Rasulullah SAW mengajarkan doa: "Allāhumma ḥawālainā wa lā 'alainā" (Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami), dilanjutkan dengan "Allāhumma 'alal-ākāmi waẓ-ẓirābi wa buthūnil-audyati wa manābitisy-syajari" (Ya Allah, turunkanlah hujan di atas bukit-bukit, gunung-gunung kecil, lembah-lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan).

4. Apa yang harus diucapkan ketika melihat hujan turun?

Ketika melihat hujan turun, disunnahkan mengucapkan: "Allāhumma shayyiban nāfi'an" (Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat). Doa ini diucapkan dua atau tiga kali, sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW dan diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anha.

5. Apakah doa minta hujan harus dilakukan dengan shalat Istisqa?

Shalat Istisqa adalah bentuk yang paling utama dan diajarkan Rasulullah SAW, namun tidak wajib. Jika seseorang tidak mampu melaksanakannya, ia tetap dapat berdoa meminta hujan kapan saja dengan mengangkat tangan dan merendahkan hati kepada Allah. Yang terpenting adalah ikhlas, tawadhu, dan yakin bahwa Allah Maha Mendengar doa hamba-Nya