Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi Lampung mulai menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada Rabu (26/8/2026). Langkah itu dilakukan untuk memicu turunnya hujan di tengah ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai terjadi di sejumlah wilayah.
OMC dijadwalkan berlangsung selama empat hari, hingga 30 Agustus 2026. Posko operasi dipusatkan di Bandara Radin Inten II, Kabupaten Lampung Selatan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Rudy Sjawal Sugiarto mengatakan, penyemaian awan dilakukan berdasarkan kondisi pertumbuhan awan yang terpantau melalui data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Advertisement
"Kalau ada pertumbuhan awan itu langsung kita semai. Kita melihat berdasarkan data yang disajikan oleh BMKG hari ini, ada pertumbuhan awan di beberapa wilayah," kata Rudy, Rabu (26/8).
Dalam operasi itu, satu unit pesawat dikerahkan untuk melakukan penyemaian awan. Namun, jumlah penerbangan setiap harinya tidak ditetapkan secara pasti karena sangat bergantung pada keberadaan dan kondisi awan yang memenuhi syarat untuk disemai.
"Kalau bisa lima kali terbang, kalau hanya bisa dua, ya dua," sebutnya.
Rudy menjelaskan, OMC diarahkan ke wilayah yang mengalami maupun berpotensi terdampak kekeringan. Operasi ini diharapkan dapat menambah pasokan air, terutama untuk memenuhi kebutuhan pertanian.
Sejumlah daerah di Lampung mulai merasakan dampak kekeringan. Di sisi lain, debit air di sejumlah bendungan juga dilaporkan mengalami penurunan.
"Kalau ada pertumbuhan awan di situ kita melakukan OMC untuk meningkatkan debit air. Karena air sangat dibutuhkan untuk pertanian, dan bisa juga untuk water bombing," jelasnya.
Menurut Rudy, waktu turunnya hujan setelah penyemaian tidak bisa dipastikan. Hasilnya sangat bergantung pada ketebalan serta kondisi awan yang menjadi sasaran operasi.
"Kadang-kadang memang bila perlu waktu lama hujan akan turun, tapi dilihat ketebalan awannya. Dengan sendirinya akan lebih cepat untuk turunnya hujan. Ini kita upayakan untuk turun dulu," katanya.
Selain mengantisipasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air, OMC juga diharapkan dapat membantu penanganan karhutla di Lampung.
Pemprov Lampung akan mengevaluasi kebutuhan operasi setelah OMC berakhir pada 30 Agustus 2026. Jika intervensi masih diperlukan, pemerintah daerah akan kembali berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperpanjang pelaksanaan operasi.
"Jika memang dibutuhkan kembali, kita akan bersurat kepada BNPB untuk meneruskan operasi modifikasi cuaca," tandas Rudy.
Lahan di Kalianda Mulai Terbakar
Di tengah kerja keras proses pemadaman kebakaran hutan di Lampung dan sekitarnya, dua kebakaran lahan terjadi dalam waktu berdekatan di Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, hari ini. Total lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 1,5 hektare.
Kebakaran pertama terjadi di lahan depan Gedung Kresna, Desa Tajimalela, Kalianda. Peristiwa tersebut dilaporkan warga ke Posko Pemadam Kebakaran (Damkar) Kalianda.
Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan, Rully Fikriansyah mengatakan, petugas Regu 1 Posko Kalianda langsung dikerahkan setelah menerima laporan.
"Jadi bapak Hendy menghubungi Posko Kalianda meminta bantuan karena terjadi kebakaran lahan di depan Gedung Kresna," kata Rully, Rabu (26/8).
Petugas datang ke lokasi sekitar pukul 11.28 WIB dengan membawa dua unit kendaraan pemadam kebakaran. Api berhasil dikendalikan dan penanganan selesai sekitar pukul 12.00 WIB.
"Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektare. Kebakaran diduga terjadi akibat kelalaian pembakaran sampah," ujarnya.
Setelah kebakaran pertama ditangani, api kembali muncul di wilayah Kalianda. Kali ini kebakaran terjadi di kawasan Pantai Ketang atau Baturame, tepatnya di depan Tambak Acai, Kelurahan Way Urang.
Laporan diterima Posko Kalianda sekitar pukul 13.11 WIB. Petugas langsung bergerak dan tiba di lokasi tujuh menit kemudian dengan membawa satu unit kendaraan pemadam Kajama.
“Setelah menerima laporan, anggota piket Posko Kalianda langsung menuju lokasi untuk membantu melakukan pemadaman kebakaran,” ujar Rully.
Petugas berhasil memadamkan api sekitar pukul 13.40 WIB. Kebakaran tersebut menghanguskan lahan seluas sekitar setengah hektare.
Menurut Rully, penyebab kedua kebakaran diduga sama, yakni kelalaian warga saat membakar sampah.
"Penyebabnya sama, diduga karena kelalaian warga saat membakar sampah. Luas yang terbakar setengah hektare, sehingga total ada 1,5 hektare," katanya.
Rully mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah, terlebih saat cuaca panas dan angin kencang.
Ia menegaskan, api dari pembakaran sampah dapat dengan cepat merembet ke lahan kering dan memicu kebakaran yang lebih luas.
Masyarakat diminta memastikan api benar-benar padam apabila melakukan aktivitas pembakaran yang diperbolehkan, serta segera melapor kepada petugas jika menemukan titik api.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333114/original/023127400_1787732360-cek_fakta_sekolah_kedinasan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333293/original/079260900_1787741088-Add_a_heading.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333105/original/058967100_1787731972-Screenshot_2026-08-26_132052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333445/original/066500200_1787758624-1001601299.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6600083/original/055205100_1779436912-20260522_084736.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312858/original/003262900_1785564320-hut4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8630196/original/049757800_1782628026-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_12.58.06.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333138/original/062332800_1787733103-20260822_202501.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493434/original/019263400_1770214265-1000225262.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2911030/original/088399500_1568436823-20190914-Kabut-Asap-Pekat-Selimuti-Kuala-Lumpur-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332713/original/035698300_1787716579-IMG_20260826_101455.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4568686/original/024865800_1694173490-Kabut_Asap_Bandara_Syamsudin_Noor_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332640/original/062936500_1787713674-1001593979.jpg)